[Review] Bellamore (A Beautiful Love to Remember) by Karla M. Nashar

image

Judul: Bellamore (A Beautiful Love to Remember)
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 Halaman
ISBN: 9792229744
Cetakan: Kelima (Maret 2010)
Genre: Roman, Metropop Indonesia

BLURB

But what do you do if you get horny?
Demi Zeus dan para dewa Yunani lainnya!!! What is it with this man?!!!
Pria dihadapanku ini, yang kukenal belum sampai sebulan, bukan pacarku, bukan sahabatku, tidak juga punya hubungan darah apapun denganku, hanya rekan bisnis, tapi ingin tahu apa yang kulakukan jika libidoku sedang naik?!?!?!
He’s got to be kidding me!!!!

Awalnya nama Fabian Ferdinandi bagiku sama artinya dengan kejengkelan tak berujung. Pria Italia itu sangat tahu bagaimana membuat seluruh syarafku menegang cepat dan membuat setiap percakapan kami berakhir dengan kemarahan dipihakku. Namun yang paling menyebalkan adalah, Fabian sangat tahu bagaimana membuatku tampak seperti alien karena usiaku yang sudah 27 tahun ini, aku memutuskan untuk tetap mempertahankan VIRGINITY-ku.Sesuatu yang menurutnya sangat absurd untuk wanita seperti aku.

Setidaknya begitulah. Sampai akhirnya waktu memisahkan dan mempertemukan kami lagi pada suatu pagi yang beku di Time Square. Namun seiring musim berganti di New York, aku pun harus menghadapi kenyataan mengejutkan tentang Fabian. Dan perasaanku sendiri terhadapnya.

REVIEW

keningku langsung mengernyit ketika membaca sinopsis novel ini. alangkah blak-blakannya lelaki ini, begitu pikirku dalam hati. tapi justru itulah yang membuat saya tertarik dan makin penasaran. ditambah teman saya yang ikut mengompori, “udeh buruan lo ambil nih buku. bagus deh kayaknya. ntar gue pinjem ya.” hahaha dasar! untunglah ternyata pilihan saya tidak salah. padahal sebelumnya saya belum sempat baca review dari orang lain.

mengenai ceritanya, kalau diawal pembaca dibuat ketawa-ketiwi dengan guyonan Fabian yg spontan. khasnya Fabian deh, apalagi yang bagian “VIRGIN OIL” itu. sumpah bikin ngakak. 😄

saya tertarik dg novel ini karena:

1. pengarangnya si Mbak Karla yg novel LHHP-nya sudah bikin saya jatuh cinta sama tulisannya. (karena saya baca LHHP duluan baru baca yg ini)

2. sinopsisnya yg eye-catching dan saya dibikin penasaran dengan kalimat akhir di sinopsisnya.

ternyata setelah saya baca, sinopsis itu hanya mewakili bagian depannya saja dari isi keseluruhan ceritanya, jadi saya dibuat kaget dengan kelanjutan cerita di tiap lembarnya. karena ceritanya yang bikin penasaran itu, saya jadi spontan suka nebak-nebak sendiri,
kenapa Fabian begini? kenapa dia begitu? apa yang terjadi? kenapa jadi seperti ini? apa yang terjdadi sebenarnya?
itulah yg terlintas di pikiran saya selama membaca ini dan ternyata cerita yg disuguhkan itu justru yang nggak terpikir sama sekali oleh saya, nggak nyangka kalau ceritanya bakal begitu. secara keseluruhan bagus banget dan seru banget. nggak “rame” amat sih, tapi kocak lah. makin ke ujung, ceritanya makin sweet dan makin dramatis. mungkin bagi yang tidak terlalu suka drama akan bilang kalau ini terlalu dramatis. tapi saya tetap suka. 😉

bagian depan dimanjain dengan humor-humor, tapi pas dari tengah ke ujung malah bikin nangis-nangis bombay! beberapa kalimatnya Fabian di novel ini saya bikin quote-nya karena heartbreaker! 😦

meski karakter Fabian ini sangat menyebalkan bagi Lana, tapi beberapa perlakuan Fabian itu sebenarnya sebuah bentuk perhatian dia kepada Lana dan akhirnya bisa meruntuhkan tembok pertahanan hati Lana. puncak konflik yang terasa di buku ini ketika saya bertemu dengan bagian oh-aku-tidak-ingin-ini-terjadi-karena-akhirnya-pasti-begini. kalau kalian baca, pasti kalian sadar itu di bagian mana. 🙂

again, untuk bukunya Mbak Karla saya kasih 5 bintang lagi. pokoknya buat saya ini bagus deh. bikin terhanyut, bikin nangis bombay, bikin hati cenat-cenut. nggak nyesel bacanya. 😉

eits, buat yang nggak suka cerita berbau sad ending, jangan takut. ini bukan sad ending, juga bukan happy ending.
nah, bingung? setelah saya tanya ke authornya sendiri, Mbak Karla, beliau menyebutnya bittersweet ending. happy-nya ada, sad-nya juga ada. jadi, walau kalian-kalian nantinya akan mengkategorikan ini sebagai sad ending, but trust me deh kita masih bisa nyicipin sensasi happy ending kok. 🙂

two thumbs up! 😉

OVERALL RATING

★★★★★

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s