[Review] Love, Hate & Hocus-Pocus by Karla M. Nashar

image

cover lama, 2008

image

cover baru, 2013

Judul: Love, Hate, & Hocus-Pocus
Penulis: Karla M. Nashar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 Halaman
ISBN: 9789792238006
Cetakan: Kelima (Juli 2010)
Genre: Roman

BLURB

HATE at first sight. Itulah definisi yang tepat untuk menggambarkan Troy Mardian dan Gadis Parasayu. Mereka partner kerja yang dinamis—sedinamis gejolak permusuhan yang terus meletup di antara mereka berdua.

Menurut Gadis, Troy Mardian adalah contoh sempurna tipe manusia yang tercabut dari akarnya. Jelas-jelas asli Indonesia, kok pakai bertingkah ala bule? Rambut dicokelatin, ngomong selalu pakai Inggris, barang-barang harus designer label, dan mati-matian mempertahankan imej metroseksual biar tetap bisa menyandang gelar The Most Eligible Bachelor in Indonesia yang dijuarainya berturut-turut pada sebuah kontes nasional.

Sedangkan menurut Troy, Gadis Parasayu (atau Paras Ayu) adalah nama terkonyol yang pernah didengarnya. Di Amerika tempat Troy dibesarkan, nggak ada orangtua yang cukup gila menamai anak mereka dengan Beautiful Face Girl. Narsis sekali! Okelah, wajahnya memang eksotis plus lekuk bodi bak JLo, tapi masa sih doyan banget pakai merek lokal? So nggak kosmopolitan deh!

Hanya satu persamaan mereka. Sama-sama nggak percaya dengan yang namanya hocus-pocus, ramal-meramal, paranormal, astrologi, kartu tarot, feng shui, atau apa pun sebutannya yang berhubungan dengan dunia pernujuman.

Lalu apa yang terjadi saat mereka terbangun pada suatu Minggu pagi cerah, dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dalam kondisi bak Adam dan Hawa saat pertama kali terdepak dari Firdaus—bugil, plus cincin kawin yang melingkari jari manis masing-masing, serta sepotong memori kabur tentang pernikahan yang mereka lakukan tiga belas hari yang lalu?!

REVIEW

saya nggak tahu musti ngucapin “I love you so much” ini ke bukunya atau ke pengarangnya? I reeeaaally looooooove this story!

saya baca ini 4 tahun yang lalu, waktu baru lulus SMA. well, a lil bit too late setelah kemunculan perdananya di 2008. tapi saya baru posting review-nya sekarang, hehehe. saya waktu itu sedang iseng keliling toko buku lalu nemu novel ini. cover-nya yg terkesan antik langsung saja saya ambil. saat baca sinopsisnya… langsung pengin saya gotong kerumah. unik, bikin penasaran.

alhamdulillah setelah selesai baca, nggak satupun halaman yang ceritanya bikin kecewa (kecuali di halaman akhir. why? baca lagi ke bawah), setiap kalimatnya breath-taking.

saya juga suka dengan cara Mbak Karla menulis novel ini jadi 2 bagian yg agak kontras. bab 1 s/d 13 itu fokusnya ke interaksi Troy dan Gadis soal kerjaan. walaupun di situ kebanyakan diceritakan tentang kerjaan mereka, tapi tetep ada bagian yg oh-so-sweet-banget. sedangkan bab 14 s/d selesai, itulah di mana semuanya dimulai. fokus menceritakan kehidupan mereka berdua saja. dari berantemnya, malunya, kangennya, luluhnya, sampai jatuh cintanya. sangat dimanjakan dengan full story of Troy and Gadis.

tapi… saya gondok banget sama ujung ceritanya! -_- rasanya seperti sudah dibuai, dibelai, dimanja setinggi mungkin, lalu amruk jatuh dilempar diinjek digiles sampe gepeng. haha.

yang saya heran, kalau itu semua cuma mimpi, kenapa mimpi Troy dan Gadis bisa sama? mereka saling bertemu di mimpi itu dan menjalani masa-masa yg sama di mimpi mereka, saling berinteraksi. kalau secara logika, kalau orang tidur pasti punya mimpi masing-masing, kan? berbeda dengan mimpinya orang lain. that’s why Mbak Karla nulis sekuel kedua buku ini (Love, Curse & Hocus-Pocus) untuk menjawab semua tanda tanya itu. tadinya saya sempat ‘ngamuk’ juga karena ujung ceritanya itu, tapi itu sebelum saya tahu kalau ini akan ada sekuelnya, hahaha. forgive me, Mbak Karla. 😦

walau ujungnya menyebalkan, but over all ceritanya bagus banget menurut saya pribadi. saya sangat menikmatinya. this novel is really a page turner! novel ini juga merupakan salah satu novel favorit saya. Mbak Karla bisa bikin cerita yang bisa dibilang impossible-kalo-terjadi-di-jaman-sekarang-ini tapi sanggup menyihir pembacanya sehingga merasa bahwa hal-hal itu possible untuk terjadi.

OVERALL RATING

★★★★★

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s