[Review] Ti Amo, Tia Amoria by Karla M. Nashar

image

Judul: Ti Amo, Tia Amoria
Penulis: Karla M. Nashar
Penernit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 Halaman
ISBN: 9789792274
Cetakan: Pertama (Agustus 2011)
Genre: Roman, Metropop Indonesia

BLURB

Tia Amoria, si mata cokelat ekspresif, dengan mudah membuat lelaki tergelincir dalam kecantikan alami yang dimilikinya. Sayangnya, Tia telah mematri rapat hatinya karena ia memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap demikian. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Marco Dantè yang eksentrik.

Marco Dantè, si tampan yang eksentrik, selama dua tahun terakhir berhasil hidup steril tanpa kehadiran wanita. Seperti halnya Tia, Marco memilih untuk menutup pintu hatinya karena ia pun memiliki alasan terbaik di dunia ini untuk bersikap seperti itu. Tapi semua itu berubah ketika dia bertemu dengan Tia Amoria yang memesona.

Butuh energi luar biasa bagi Tia untuk mempertahankan apa yang selama ini dipercayainya setelah Marco memasuki kehidupannya. Tia pun harus mempertanyakan kembali semua keputusan yang telah dibuatnya beberapa tahun lalu.

Terlebih ketika Marco berbisik di telinganya…

“Ti amo, Tia Amoria — I love you, Tia Amoria.”

REVIEW

dari cover-nya udah cantik begitu. pas baca isinya, beeeh lebih cantik lagi dong. dibuat terlena dengan sosok Marco Dante yg dideskripsikan punya mata yg super duper aduhai banget itu azure eyes-nya, cuma ngebayanginnya aja sudah bikin lutut lemes.

hey, perkenalkan di cerita ini ada anak kecil berumur 5 tahun bernama Alila. she’s so cute and adorable!  saya suka sama cerita yg bawa-bawa anak, baik itu “bawaan” dari si tokoh perempuan atau laki-laki. dengan adanya Alila disitu, dia jadi perekat antara Tia dan Marco. dengan adanya si Alila jadi bikin gemes sendiri ketika mengikuti jalannya kisah Tia dan Marco. bisa langsung kebayang gimana lucunya dan cantiknya Alila ini.

Tia yang mengurus Alila selama ini sendiri. bagi Tia, Alila adalah segalanya di dunia ini. namun sayang, Alila tak punya ayah. saya jadi kebawa sedih juga pas Alila merengek pengen sekolah dianter sama ayah kayak temen-temennya yang lain. disitu saya sampe mewek lho, beneran! 😦
konfliknya lumayan complicated, naik turun, karena adanya alasan khusus yaitu prinsip yang Tia pegang, juga karena melibatkan beberapa pihak, baik dari masa sekarang dan masa lalu mereka masing-masing.

pertamanya saya nebak-nebak dulu sebenarnya apa sih alasan terbaiknya Tia sampai dia menutup hatinya seperti itu? apakah dia penyakitan yang tidak memungkinkan dia menikah atau berhubungan dengan lelaki manapun? setelah dibaca, oh ternyata bukan itu. saya lebih menilai kalau alasan itu lebih karena keegoisan seorang Tia yang mirip seperti trauma yang sebenarnya tidak terjadi langsung pada dirinya.

kisah Tia dan Marco kalau diibaratkan jalan tuh berliku seperti jalan naik bukit atau gunung, naik turun, serta lubang dan kerikilnya banyak. but don’t worry, untunglah ini happy ending. tapi pas baca bagian epilog itu jadi rada nggak nahan deh. kayaknya hampir semua orang yang baca bagian epilog itu merasakan hal yang sama. mengharukan. :“)

OVERALL RATING

★★★★★

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s