[Review] Bambina by Angie Wiyaniputri

image

Judul: Bambina
Penulis: Angie Wiyaniputri
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 208 Halaman
ISBN: 9789792289879
Terbitan: Jakarta, November 2012
Genre: Roman, Young-Adult

BLURB

Appetizer
Seperti salad di makanan pembuka Bambi, Mr. Kim sang pujaan hati bagaikan buah-buahan segar yang menggiurkan, sedangkan Leo, yang membuat Bambi melakukan the most embarrassing moment in her life, hanyalah selada hijau yang menjadi alas dasar piring salad. Bambi membenci Leo sang partner.

Soup
Leo selalu mengingatkan Bambi pada rasa HOT tabasco yang dimasukkan ke mangkuk sup tomat. Berada di samping Leo membuat Bambi selalu penuh dengan emosi. Berbeda sekali dengan Mr. Kim si pria romantis, kejutan-kejutan indah yang diberikannya seumpama wortel dan buncis yang mewarnai sup bening Bambi.

Main Course
Mr. Kim adalah kimchi jigae, sedangkan Leo adalah beef bourguignon. Bambi harus memilih salah satu menu untuk hidangan utamanya. Ia bukan wanita rakus. Tapi yang mana? Keduanya sangat enak!

Dessert
Pria itu bagaikan tiramisu di hidangan penutup Bambi. Selain mempunyai rasa manis dari cream mascarpone, tiramisu juga mempunyai rasa pahit dari kopi espresso. Tiramisu adalah kue kesukaan Bambi!

“Perlukah untuk selalu memiliki impian dalam mencari pasangan hidup dambaan kita? Novel Bambina adalah kisah perjalanan seorang profesional muda dalam usahanya menemukan cinta sejati. Novel ini mengisahkan petualangan kecil berhati besar menyusuri sudut-sudut kehidupan yang sering kita take for granted. Angie berhasil memikat saya untuk terus membalik halaman demi halaman. Saya berharap setiap pembaca novel ini juga akan terhibur, sekaligus terinspirasi, seperti saya sendiri. Baca novel ini, perjuangkan mimpi Anda, dan berkaryalah untuk negara kita tercinta. Indonesia, Pasti Bisa!”
–– Merry Riana; Motivator Wanita No.1 di Indonesia & Asia. Pemenang Penghargaan ‘Great Women of Our Time’. www.MerryRiana.com

REVIEW

cover-nya kece sekali, sinopsisnya terasa classy, ditambah ada kutipan komentar dari seorang Merry Riana di cover belakangnya, siapa yang tidak tertarik? kupikir buku ini tidak jauh seperti kisah Merry Riana, eh ternyata tidak.

satu hal yang paling mencolok dari data intrinsik buku ini adalah… kenapa nama editornya tidak tercantum ya? sengaja tidak dicantumkan atau jangan-jangan ini memang nggak ada editor yg menyunting terlebih dahulu? ah, itu tidak mungkin. tapi saya cari di halaman-halaman depan tidak ada tercantum nama editornya.

sampulnya cantik, cover belakangnya yummy, tapi ceritanya hambar sekali. sama sekali nggak ngerasain satupun tokoh yang ‘hidup’ banget di cerita ini. nggak ada tokoh yang dibuat seunik mungkin biar kelihatan beda. semuanya flat bahkan dari gaya bahasanya kurang ‘luwes’ jika ini genre-nya anak muda.

banyak hal yang membuat saya mengerutkan kening dan jadi bertanya-tanya…

1. dari awal tidak dijelaskan Mr. Kim itu perawakannya secara detail bagaimana dan umurnya berapa. you know what? interpretasi awal saya mengenai Mr. Kim adalah beliau itu seorang bapak-bapak umur > 45 tahun yang punya restoran Pasta, dan saat saya baca kalau Bambina suka dengan Mr. Kim, saya syok karena mengira Bambina suka sama om-om. penjelasan tentang identitas kerjaan ibu Bambina dan keterpautan umur Bambina dengan Mr. Kim itu malah dicantumkan setelah halaman ke berapa. sudah kejauhan, too late. -_-

2. Bambina kuliah di Jakarta, tinggal di sebuah apartment yang bagus, dan mondar mandir pakai mobil Jazz. tapi si Bambina ini yang saya tahu nggak punya side job apa-apa. dia hanya doyan memasak tapi nggak kerja di restoran atau di mana gitu untuk menunjang kehidupan sehari-harinya atau bahkan untuk membeli bahan-bahan masakan, termasuk membayar upah ke Leo sebagai fotografer. atau mungkin dia masih nadah uang dari mamanya?

3. dari poin nomor 2, terlihat sekali kalau hidup Bambina sangat tercukupi dan terjamin. bahkan jika Bambina memang berencana lanjut sekolah ke Prancis, harusnya dengan gaya hidup yang seperti itu dia masih mampu sekolah ke luar negeri dengan biaya tabungan sendiri atau mungkin dibiayai lagi oleh ibunya atau keperihnya jual mobil saja. kalau dengan cara nerbitin buku resep makanan sebagai biaya sekolah ke luar negeri, apakah royaltinya itu cukup?

4. bagaimana kelanjutan kisah Bambina dan Mr. Kim setelah Bambina batal ikut Mr. Kim ke Korea? sudah selesai sampai di situ saja? apa tidak ada penyelesaian atau permintamaafan dari Bambina atas sikapnya yg tiba-tiba dan tak ada kabar malah menghilang saja seperti itu?

5. tokoh Leo ini absurd sekali. langsung saja ia ceplas-ceplos berbicara tentang cinta kepada Bambina lalu Bambina dengan mudahnya berpaling hati dari Mr. Kim ke Leo tanpa mengalami pergulatan batin, atau dengan istilah kekiniannya tuh galau untuk menentukan kepada siapa hatinya berlabuh.

jujur saja aku tidak merasakan klimaks pada nove ini. 😦
maaf ya buat penulis. no offence lho, saya hanya berusaha sejujur mungkin dengan apa yang terlintas dalam pikiran dan benak saya dan ini supaya kedepannya si penulis bisa lebih bagus lagi karyanya. 🙂

OVERALL RATING

★☆☆☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s