[Review] Pink Project by Retni S.B.

image

Judul: Pink Project
Penulis: Retni S.B.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 264 Halaman
ISBN: 9789792247718
Cetakan: Kedua (Agustus 2009)
Genre: Roman, Metropop Indonesia

BLURB

Puti Ranin berang sekali ketika Sangga Lazuardi menyerangnya di ruang publik, di koran. Sangga mengejeknya sebagai katak dalam tempurung yang mencoba berceloteh tentang dunia! karena berani memberi penilaian terhadap lukisan tanpa pengetahuan yang memadai.

Bah! Dia memang awam dalam soal seni, seni lukis khususnya, tapi apakah itu berarti dia tidak boleh mengapresiasi sebuah karya? Dan baginya, lukisan Pring menyentuh kalbunya. Sangga Lazuardi sangat pongah. Kesombongan lelaki itu membuat Puti mati-matian membela dan mengagumi Pring, pelukis yang dicela Sangga.

Namun yang tidak dimengertinya… Sangga Lazuardi selalu muncul dalam setiap langkah hidupnya…. Bagai siluman, Sangga selalu muncul di mana pun dirinya berada. Apa yang diinginkan lelaki yang telah menghinanya habis-habisan itu?

REVIEW

4 stars. I really like it! 😉

buku ini membuat saya menebak-nebak dari awal. sebenernya tebakan saya benar, saat saya sudah mendapat conclution-nya. hanya saja, tebakan ‘perjalanan’ yg bakal ada di buku ini ternyata tidak sesuai dengan bayangan saya. ini yang menariknya! saya seperti dibuat ‘terombang-ambing’ karena cerita yang disuguhkan lembar demi lembar.
saya tahu ending-nya akan seperti apa, hanya saja plot yang disuguhkan tidaklah mudah ditebak. saya jadi semakin terpacu untuk membalik lembar selanjutnya dan menyelesaikan ceritanya. over all, saya sangat suka. Termasuk macam-macam kalimat dan julukan yang digunakan Mbak Retni untuk dikatakan oleh Puti saat Puti mengumpat kesal pada seseorang. Lucu sekali, hihihi. ceritanya juga tidak bertele-tele. semuanya to the point. rangkaian kalimatnya indah, kata-kata yang digunakan pas sekali untuk perumpamaan sesuatu.

Tulisan ini… terlalu indah untuk diabaikan. Mbak Retni SB, aku suka sekali tulisanmu dan aku jadi semakin penasaran dengan My Partner! 😉

eh, by the way, biar review saya rada panjangan dikit, saya mau bagiin berikut ini adalah tebakan-tebakan saya selama progress membaca novel ini. tapi baca dulu peringatan di bawah ini, ya!

TULISAN DI BAWAH INI MENGANDUNG SPOILER. ABAIKAN SAJA JIKA TIDAK INGIN SAMPAI TERBACA. SILAKAN SCROLLING KE BAWAH JIKA TETAP INGIN MEMBACANYA.

.

.

.

.

.

1) mengapa seorang Sangga Lazuardy terlihat sebegitunya tidak menyukai Pring? seolah ia menganggap bahwa Pring itu tidaklah eksis. mengapa? tiba-tiba terlintas di pikiran saya, jangan-jangan Pring ini ada masalah besar dan ada hubungan darah dengan Sangga, atau bahkan ayahnya?

2) nah… terjawab sudah. ah, ternyata Pring itu masih muda. jelas juga bukanlah seorang ayah untuk seorang Sangga. ternyata Pring memang ada huhungan dengan Sangga. walau bukan hubungan darah. mereka berteman baik. sahabat baik malah. selanjutnya tebakanku adalah Sangga yang akan selalu nempel dengan Puti. bersikap manis hingga Puti luluh dan jatuh cinta. benarkah?

3) ada apa dengan Pring? kenapa dia misterius sekali? dia bukan tokoh utama yg terjun langsung di cerita ini tapi dia selalu jadi objek utama pada cerita. aku ingat di awal cerita, Wiwid bilang Pring tak bisa hadir karena masalah kesehatan. apa Pring sakit? parah? apa ini berujung menyedihkan?

4) ya, dugaanku benar! Pring pergi, menghilang tak ada kabar, lalu tiada untuk selamanya. sesuai dengan dugaanku yang sebelumnya, bukan?

5) benar! Sangga dan Puti akhirnya menyatu, dan akhirnya menikah. sesuai juga dengan dugaanku ketika pertama kali membaca sinopsis buku ini.

Aku merasa dipermainkan. Dipermainkan oleh cerita ini. Beberapa kali tebakanku salah, tak sepenuhnya salah, cuma bukan pada timing yg tepat. Pring pergi. 😦 baiklah, kalau begitu aku akan relakan jika ini harus berakhir dengan menyatunya dua hati, Puti dan Sangga.

saya jadi mikir sendiri. Sangga baik sekaligus tega. baiknya, karena dia sudah menciptakan skenario yang berujung dengan menghadirkan Puti untuk Pring agar Pring dapat dicintai oleh seseorang yang benar-benar tulus mencitainya. teganya, kalau dia tahu Pring tidak bisa menjanjikan happy ending kepada pasangannya, kenapa dia harus libatkan orang lain untuk membahagiakan Pring yang jelas-jelas ujungnya akan meyakitkan orang itu? kalo ending-nya begini, kan kasihan Puti. walau bukan hanya Puti yang bersedih di sini, Sangga juga tentunya sangat kehilangan Pring.

OVERALL RATING

★★★★☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s