[Review] The Devil in Black Jeans by aliaZalea

image

Judul: The Devil in Black Jeans
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 352 Halaman
ISBN: 9789792291889
Cetakan: Pertama (Januari 2013)
Genre: Roman, Metropop Indonesia

BLURB

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.

REVIEW

3 stars! I liked it. just that much.

jujur, saya punya ekspektasi tinggi terhadap buku ini. apalagi setelah apa yang aliaZalea lakukan terhadap saya dengan membuat saya jatuh cinta setengah mati dengan Celebrity Wedding. oh seriously, actually I really want to give 4 or 5 stars but I can’t. 😦

the biggest trouble yg saya rasakan tuh ada pada Dara sendiri. karakternya itu loh, aarrgghh nyebelin banget. dodol bego stupid dongdong plinplan and so on. damn she’s so stubborn! keras kepala dan tetap stuck dengan egonya sendiri, malu mengakui perasaannya sendiri. asli bikin gemes baca ini. rasanya tu kayak memakan waktu yg lebih lamaaa gitu buat ngabisin novel ini (yah walopun nyatanya langsung habis juga dalam satu hari). lain rasanya dengan 4 buku yg sebelumnya, tau-tau sudah mau habis aja saking excited-nya dengan jalan ceritanya. mungkin karena buku-buku sebelumnya itu lebih heart-catching dan lebih pas di hati saya. *halah*

saya salut betapa detilnya penjabaran apa-apa saja yang harus dilakukan Dara sebagai seorang PA artis. tapi… yang ada malah jadi agak aneh. kalau memang segitu banyak hal yang harus dilakukan Dara, lalu spontan timbul pertanyaan di kepala saya,
jadi, siapa yg mengurus itu semua sebelum ada Dara? kan sebelum ini Blu tidak punya PA. tidak mungkin yg melakukan itu semua adalah Jo.
ah, mungkin tugas yg dikerjakan Dara itu sebelumnya dibagi-bagi kepada beberapa orang. ah, entahlah. saya tak tahu menahu tentang hal-hal seperti itu, haha. jadi, lupakan saja. :p

ada lagi beberapa hal yang menurut saya sangat mengganggu di cerita ini. tapi justru inilah tolak ukur dan kunci dari beberapa konflik yang muncul. hal-hal itu adalah alasan-alasan mengapa Dara selalu menolak Jo. huh, silly!

jadi ceritanya sebelum Dara ketemu sama Jo, Dara ini punya pacar bernama Panji dan sangat berharap mereka bisa segera menikah. tapi di sini Dara memang terlihat dudul bagi saya. mati-matian mempertahankan rencana pernikahan dengan Panji padahal dia sendiri memang tidak nyaman dengan otoritas Panji yg mengaturnya ini itu, yang tidak menyukai dan tidak merestui pekerjaannya sebagai PA artis. dan Dara pun sudah disembur dan dikeroyok oleh 3 sahabatnya yang terus menasehati dia ini itu tentang apa yang terbaik dalam menentukan pilihan. Dara malah lebih mementingkan rasa cintanya terhadap Panji daripada kenyamanannya sendiri dalam berhubungan dengan Panji padahal Dara sendiri juga sudah tahu dan sadar apa yang dia mau tapi masih saja mencoba mengelak.

1. just because Dara takut bakal “digoreng” oleh orangtuanya jika membatalkan pernikahan.

2. just because Dara nggak mau Krisna, adiknya, ngambek karena harus menunda pernikahan dengan Arman, pacarnya, yang seorang dokter yang sangat dibanggakan oleh orangtuanya.

3. just because nggak mau ngecewain orang tua kalo sampe kecolongan si calon mantu yang seorang dokter disambar orang.

4. just because Dara nggak mau Krisna kecewa karena orangtuanya melarang Krisna melangkahi kakaknya supaya menikah duluan. ugh, come on.

maka dari alasan-alasan tersebut Dara harus mengesampingkan perasaannya sendiri dan tetap bertahan di bawah mandat seorang Panji. sama artinya ini memanjangkan tali kelambu dan memang inilah yang digunakam si penulis untuk memperluas jalan cerita.

how could it be seems so hard to confess about the truth at the begining if actually we found out ini mudah untuk dilewati di bagian akhir? kenapa baru ada di akhir? yg dirasa malah ini sudah terlambat, but not too late. ujungnya malah ending yang nggak atau kurang ‘nendang’. 😦

ya, I’m serious about ending, sangat disayangkan, cyinnn. padahal engding-lah yg paling berperan menjadi penentu apakah cerita itu akan berkesan di hati pembaca.
this is waaayyy too short to enjoy the moment. rasanya terlalu singkat cuma dengan begitu saja mendeskripsikan mereka balikan(?) lagi. atau mungkin ini karena konfliknya terlalu complicated dan muter-muter?
ah, that’s right. ini konfliknya memang rada complicated sih. yah, kalo saya baca tiap bagian di mana Dara menolak Jo, balik lagi ke alasan-alasan yg saya sebut di atas itu. -_-

anyway, untuk anda yang baca review saya saya ini, dari semua hal yg saya paparkan di atas, jangan langsung dikira bahwa ini kebanyakan nggak sreg-nya. hey, I marked it as 3 stars, remember? so, it means cerita ini masih punya kesan tersendiri untuk saya. ada bagian di mana saya merasa oh-I-love-this-part dan this-is-what-I-like-the-most-from-aliaZalea’s-words. kalau saja akarkater Dara di sini tidak sedudul itu, bisa saja saya kasih 4 bintang dan kalau ending-nya lebih nendang bisa jadi 5 bintang. tapi tetaplah yang paling saya suka ketika si author menyisipkan sungutan atau umpatan secara cablak dan spontan oleh tokoh-tokohnya. uhm, I don’t know, I just love it.

and last, ini tetap RECOMMENDED untuk kalian! selamat membaca! 😉

OVERALL RATING

★★★☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s