[Review] Stiletto Merah, Senyawa Cinta, Alasan Sentimentil by Lusiwulan

image

Judul: Stiletto Merah, Senyawa Cinta, Alasan Sentimentil
Penulis: Lusiwulan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 192 Halaman
ISBN: 9789792282122
Cetakan: Pertama (Maret 2012)
Genre: Romance

BLURB

Teori senyawa cinta menyebutkan persenyawaan dua insan pecinta menghasilkan se(buah)nyawa turunan. Teori ini eksis dari zaman primitif hingga mungkin akhir zaman, di belahan bumi mana pun. Termasuk pria di sebelahku, si dia tercinta. Sayangnya tidak diriku.

Sampai seorang wanita dengan se(buah)nyawa berusia balita mencuri perhatian si dia. Aku pun melakukan sesuatu yang melibatkan stiletto merah yang kumasukkan dalam salah satu unsur senyawa cinta kami (lupakan killing effect pada kaki. Catat: barang seksi untuk aktivitas seksi). Namun teori senyawa cinta klasik telah terwariskan. Dan wanita berikut turunannya itu menjadi duri dalam daging.

Aku harus melakukan sesuatu. Sesuatu yang lebih dari stiletto merah. Jatuh hatiku kemudian kepada si kecil Malda di rumah asuh mengarahkan si dia pada anggapan aku telah sudi untuk meramu se(buah)nyawa turunan bersama di masa mendatang. Namun trauma masa silam terlalu depresif untuk diabaikan, sementara membuat si dia pergi jelas bukan pilihan. Aku bimbang.

Ekses dari kuatnya cinta tidak selamanya menyenangkan(ku).

*Lusiwulan telah menelurkan tujuh novel. Novel Stiletto Merah, Senyawa Cinta, Alasan Sentimentil memuat pikiran-pikirannya tentang menjadi wanita. Wanita yang berhak atas pilihan di antara garis-garis normatif yang mendoktrin. Ia mengajak pembaca untuk merenungkan kembali makna kata “wanita seutuhnya”. Menurutnya, wanita yang memiliki ruang untuk memilih, itulah wanita seutuhnya.

REVIEW

Karuna Mae berasal dari keluarga broken-home dan keluarganya mempunyai kesulitan ekonomi. maka Runa harus ikut kerja banting tulang demi keberlangsungankehidpan keluargnya sejak ia masih muda hiingga akhirnya Runa memilih kuliah sambil bekerja. kemudian ia dipertemuka dengan Dandre dan Javin yang sama-sama menawarkan Runa sebuah apartemen untuk ditinggali dengan biaya sewa yang murah. Runa menerima karena biaya murah itu demi ia bisa menghemat uang yang ada.

Runa dan Dandre jatuh cinta lalu menikah. kehidupan pernikahan mereka berlanjut dan tentunya dibumbui dengan berbagai kerikil dan lika-liku di dalamnya. salah satunya tentang anak. Runa tidak suka dengan anak kecil maka dari itu mereka lama tidak memiliki anak dan hal inilah yang hampir membuat rumah tangga Dandre dan Runa bubar.

tapi tak hanya ada kisah mereka berdua di sini. ada tentang Javin dengan urusan perccintaannya bersama Molly. ada tentang adik Runa, Giya, yang memilih menikah dengan lelaki bule tua yang sepantasnya menjadi ayah mereka saja dibanding suami Giya. ada tentang Selina si wanita tengil yang terus menerus memburu Dandre. dan masih banyak lagi.
saya hanya memberi 1 bintang. I’m sorry, I don’t like it.

saya memutar otak, mencoba menayangkan kembali kilas balik kenapa saya dulu menyabet novel ini dan membelinya. sebenarnya cover dengan judulnya itu tidak ada kaitannya sama sekali menurut saya. tapi karena itu metropop, stoknya tinggal 1 buah, judulnya terdengar agak unik, dan jumlah halamannya lumayan tipis dari metropop biasanya, jadi saya ambil saja karena saya saat itu sedang ingin membaca bacaan metropop yang agak ringan namun tetap bagus dan bisa cepat ditamatkan. dan nyatanya memang tidak berat dan cepat selesai tapi… ini bukan cerita metropop yang biasanya kukenal. 😦

mungkin semua ini kembali kepada selera masing-masing pembaca, ya. sedangkan untuk saya sendiri, jujur saya tidak ‘klik’ dengan cerita ini. terutama pada tokoh si Karuna Mae alias Runa.

novel ini memuat pikiran-pikirannya (Lusiwulan) tentang menjadi wanita. wanita yang berhak atas pilihan di antara garis-garis normatif yang mendoktrin. ia mengajak pembaca untuk merenungkan kembali makna “wanita seutuhnya”. menurutnya, wanita yg memiliki ruang untuk memilih, itulah wanita seutuhnya.

bagi saya, wanita seutuhnya adalah wanita yang mau mengandung dan melahirkan darah dagingnya sendiri. kalau pun dalam kasusunya si wanita ini tidak bisa mengandung, at least wanita seutuhnya adalah wanita yg dapat mengasuh dan membesarkan anaknya, misalnya anak adopsi.

sedangkan seorang Karuna Mae, jauh dari itu. saya sempat berfikir, sebenarnya buku ini menceritakan siapa? banyak tokoh berseliweran yg ikut diceritakan. seperti Tasy, Giya, Niti, Javin, Molly, Noza. seolah penulis tidak begitu konsisten menentukan kisah utamanya ada pada siapa, atau mungkin penulis kehabisan topik untuk dieksplor? mengingat buku ini tidaklah terlalu tebal kendati kisah dari masing-masing tokoh tersebut sudah ikut dibeberkan.

OVERALL RATING

☆☆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s