[Review] Komodo Inside by Yuditeha

komodo

Judul: Komodo Inside
Penulis: Yuditeha
Penerbit: Grasindo
Editor: –
Desain kover & ilustrasi: Dhyna Hanjani Putri
Penata isi: Novita Putri
Cetakan: Pertama (Jakarta, 2014)
Tebal: 102 Halaman
ISBN: 978-602-251-599-3
Genre: Adventure, Friendship

BLURB

Di pulau komodo, Tunas dan kawan-kawan memulai penelitian. Mempertemukan mereka dengan Aida Mose, Labirin Leka (ranger), dan tim peneliti Kell Fraser. Terjadi banyak kisah, salah satunya penemuan serendipity di tengah musim kemarau basah yang dapat mengancam habitat komodo. Seperti pencarian yang akhirnya menuntun kepada perjumpaan, masing-masing kelompok mahasiswa dan kelompok peneliti menemukan takdirnya. Hingga salah satu pemuda bernama Hapsa mengalami kisah misteri dengan gadis bernama Eleanor, sosok yang mengingatkan cerita tentang legenda Pulau Komodo.

REVIEW

Hapsa diminta langsung oleh Tunas yang juga bersama lima orang rekannya untuk meneliti komodo dan akan ikut ke Pulau Komodo. Ternyata Hapsa dan Tunas adalah teman lama semasa SMP bahkan  dulunya sempat satu kelas. Hanya Tunas yang Hapsa kenal ketika akan berangkat ke Pulau Komodo. Hapsa sempat bertanya kepada Tunas bagaimana watak dan latar belakang teman-temannya Tunas itu satu persatu saat masih di dalam pesawat. Ada Ami, Iden, Kiara, Nala, dan Wenar.

“Bukankah sisi gelap memang selalu ada di setiap kehidupan seseorang?” — Hapsa (halaman 3)

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo, ternyata para turis dilarang datang ke sana termasuk jika ingin melakukan penelitian. Hanya orang-orang dengan kepentingan mendesak dan penduduk asli sana saja yang boleh datang. Akhirnya rombongan ini membuat siasat. Salah satu dari mereka menelpon temannya yang tinggal di Pulau Komodo, Aida namanya, untuk meminta bantuan dan bekerja sama dengan mereka. Sedangkan Tunas harus mau dijadikan ‘tumbal’ sebagai calon pengantin lelaki demi lolos dari penjagaan petugas. Rombongan ini beralasan akan mengantar saudara mereka (Tunas) yang akan menikah dengan penduduk asli Pulau Komodo (Aida).

“Orang yang mau menertawakan diri sendiri jiwanya lebih sehat dibandingkan orang-orang yang tidak bisa menertawakan dirinya sendiri.” — Ami (halaman 12)

Sesampainya di Pulau Komodo, mereka tak langsung begitu saja melakukan penelitian. Mereka diajak berkeliling dulu oleh seorang ranger bernama Labirin Leka untuk melihat komodo secara langsung di alam terbuka. Selama perjalanan itu Labirin sedikit/banyak menjelaskan tentang komodo. Tapi mereka juga melihat bahwa daerah tersebut sudah banyak yang tergenang oleh air, biasanya disebut dengan kemarau basah dan itu mengancam kelangsungan hidup para komodo.

Tidak hanya Tunas dkk. yang melakukan penelitian di sana. Ternyata rombongan peneliti dari Inggris yang dipimpin oleh Kell Fraser dan Emery Cayton juga sudah ada di sana untuk meneliti kekebalan tubuh komodo dengan bakteri-bakteri yang ada di tubuhnya sendiri.

Namun, ada satu kejadian yang membuat semuanya menjadi chaos. Dustin terkena gigitan komodo ketika ingin menyuntikkan serum ke tubuh komodo itu. Tapi berkat gigitan itu justru si penyakit parah yang levelnya 1 tingkat di bawah AIDS yang ada di tubuh Dustin malah hilang tanpa jejak. Hal itu malah mendorong Emery Cayton untuk mengancam Dustin supaya ikut bersamanya dan mengembangkan obat itu. Tetapi Dustin bersikeras untuk tidak mengkhianati Kell. Dustin diancam Emery akan ditinggalkan di dalam penangkaran komodo namun ketahuan oleh romobongan Tunas dkk yang sengaja mengendap-endap di balik semak, menguping pembicaraan Emery dan Dustin. Emery yang ditemani oleh Mahan dan Ewi justru menangkap Tunas dkk lalu mengurung mereka di dalam penangkaran bersama Dustin. Kiara nekat mencari teman-temannya itu dengan motor trail tapi di tengah perjalanan ia tersungkur, sempat diserang komodo yang lewat dan kakinya digigit.

***

Novel ini kudapat langsung dari Grasindo sebagai hadiah pemenang #FridayTalkQuiz

Novel ini kudapat langsung dari Grasindo sebagai hadiah pemenang #FridayTalkQuiz

102 halaman, termasuk tipis untuk ukuran novel. Melalui novel ini saya jadi dapat beberapa pengetahuan tentang komodo, habitat komodo di Pulau Komodo, legenda asal mula komodo, dan lain-lain. Tapi, merujuk pada tipisnya buku, terasa sekali banyak plot yang ‘kosong’ atau dengan kata lain terlalu jauh melompat sehingga detilnya tidak terasa.

Misalnya rencana rekayasa itu rasanya kurang jelas. Buru-buru sekali dalam mendeskripsikan serta mengakhirinya. Aida diminta untuk pura-pura jadi calon pengantin wanita sedangkan Tunas yang pura-pura jadi calon pengantin lelaki. Nah, yang membuat saya bertanya-tanya adalah apa kontribusi Aida untuk menolong Tunas dkk. sehingga bisa lolos dari penjagaan di bandara dan terbang ke Pulau Komodo? Aida kan sedang ada di Pulau Komodo. Tidak dijelaskan apakah Aida menelpon pihak bandara tempat Tunas dkk. masih ‘terkurung’ atau Aida punya teman ‘orang dalam’ yang bisa meyakinkan untuk meloloskan mereka atau apa? Kalau sekedar pura-pura sebagai calon pengantin wanita, ya dia tidak perlu mengaku ke siapa-siapa toh?

Ada juga kronologi ketika Dustin digigit oleh komodo. Bagaimana bisa? Ini juga tidak dijelaskan detilnya. Saya pernah menonton acara semacam ekspedisi yang berlokasi di Pulau Komodo di mana mereka ingin menangkap dan mendata seberapa besar fisik komodo yang ada di sana. Hal yang penting ketika menangani komodo itu tidak jauh seperti menangkap ular piton, yaitu mulut mereka harus segera diplester supaya tidak sampai menggigit orang lain. Lalu kenapa bisa Dustin digigit? Tidak mungkinlah kalau komodo yang ditangkap itu mulutnya tidak diplester dulu. Alangkah cerobohnya si penangkap dan si peneliti itu. Ini jadi terasa agak janggal.

Novel ini tipis, tapi tokohnya banyak sekali. Saya sampai nggak hafal-hafal nama mereka satu persatu. Saya juga nggak ingat yang mana saja yang masuk rombongan Tunas dan rombingan Kell Fraser. Bahkan jika nama mereka dibalik-balik pun rombongannya mungkin saya nggak akan notice kalau itu salah orang.

Perwatakan mereka juga jadi tidak ada yang menonjol. Malah sudah disiasati oleh penulis ketika di awal buku. Ia mendeskripsikan satu persatu watak dan latar belakang dari teman-teman Tunas. Kalau di dalam ceritanya sendiri terasa agak hambar. Paling-paling Iden dan Kiara yang sempat diberikan 1 spot khusus yang berisi scene mereka berdua saja. Di situ menegaskan kalau watak Iden memang seperti itu, keras kepala.

Love line yang dibuat juga terkesan buru-buru. Kurang terasa momen kebersamaan mereka untuk segera menumbuhkan rasa cinta itu. Kurasa terlalu cepat untuk menyimpulkan itu adalah cinta hanya dari 1 tatapan yang dalam. Tapi ya sah-sah saja sih. Toh karena di bagian lain memang plotnya ada yang terasa jauh melompat, jadi kuanggap saja kalau seiring waktu para tokoh inu sudah sangat dekat satu sama lain.

Oh ya, satu lagi, sosok Eleanor adalah salah satu bagian yang paling kutunggu kehadirannya di novel ini. Tapi, aku sangat tidak menyangka jika kehadirannya hanya sebatas itu. Hanya dua kali muncul, itu pun tidak jelas identitasnya siapa. Mungkin lebih baik jika kisah Eleanor dan Hapsa ini dilanjutkan dalam buku tersendiri. Itu pun jika sang penulis bersedia karena Eleanor ini masih sangat misterius.

Kesimpulannya, buku ini cocok untuk dibaca sekali duduk karena memang tidak terlalu tebal, berisi beberapa informasi yang bermanfaat tentang komodo dan sekitarnya, serta menawarkan beberapa teka-teki yang ingin dipecahkan termasuk sosok Eleanor. Namun, masih banyak yang harus dibenahi yaitu dari segi kedetilan plot cerita dan penokohan masing-masing. Alangkah baiknya jika tidak perlu menyuguhkan tokoh sebanyak itu supaya pembaca tidak bingung. Hehe ^^’

OVERALL RATING

★★☆☆☆

Advertisements

2 thoughts on “[Review] Komodo Inside by Yuditeha

  1. masih penasaran sama kisah Eleanor cerita nya menggantung … Saran dari saya lanjutin aja kisah Hapsa sama Eleanor di buku daru

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s