[Blog Tour] Giveaway: Forever and Always by Jenny Thalia Faurine

Header banner Forever and Always

Well, kini tiba saatnya sesi yang dari tadi paling kalian tunggu-tunggu dong di blog ini, yaitu giveaway novel Forever and Always karya Jenny Thalia Faurine. Yeay! 😀

Tertarik dengan novel ini dan ingin membacanya? Okay, guys, ini kesempatanmu buat dapetin novelnya secara gratisss melalui giveaway di blog saya kali ini. Ya sudah, nggak usah banyak ba-bi-bu lagi, mending langsung aja, yuk, simak aturan mainnya di bawah ini.

* SYARAT DAN KETENTUAN *

1. Peserta tinggal di Indonesia atau punya alamat kirim di wilayah Indonesia.

2. Follow twitter @murniaya, @JennyThaliaF, dan @elexmedia.

3. Follow blog ini melalui akun (W) milikmu atau bisa juga via e-mail bagi yang tidak punya (W). Lihat di widget sidebar pojok kanan bawah.

4. Bagikan info dan link mengenai giveaway ini melalui media sosialmu. Terserah mau share di mana saja, formatnya juga bebas, tapi kalau share di twitter harus pakai hashtag #ForeverandAlways dan mention 3 akun twitter di atas.

5. Simak dan beri komentar di Review Forever and Always (wajib) serta ajukan minimal satu pertanyaan di Ask Author with Jenny Thalia Faurine (optional).

6. Tulislah jawabanmu di kolom komentar post ini dengan menyertakan nama lengkapusername twitter atau e-mail, domisili, dan link share. Pertanyaannya adalah:

“Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.”

Giveaway ini berlangsung selama satu minggu saja. Partisipasimu saya tunggu sampai tanggal 26 Februari 2016 pukul 23:59 WIB. Pengumuman pemenang insya Allah paling lambat 3 hari setelah giveaway ditutup. Pemenangnya nanti akan saya umumkan melalui blog ini dan dihubungi juga melalui twitter atau e-mail.

Hanya ada satu pemenang terpilih dan yang telah memenuhi semua syarat yang akan mendapatkan satu eksemplar novel Forever and Always persembahan Jenny Thalia Faurine dan Elex Media Komputindo secara gratis dan langsung meluncur ke rumahmu.

Jika masih ada yang bingung atau kurang jelas, for fast response silakan mention ke twitter saya di @murniaya. Tidak perlu sungkan, ya. Selamat mencoba dan jangan lupa berdoa! 😉

Advertisements

28 thoughts on “[Blog Tour] Giveaway: Forever and Always by Jenny Thalia Faurine

  1. nama lengkap: Auliyati
    twitter: @nunaalia
    e-mail: auliyati.online@gmail.com
    domisili: Serang
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/700863356308066305

    Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.

    Kalau jatuh cinta pada sahabat sendiri sih kayaknya nggak mungkin deh, karena sahabat-sahabatku cewek semua, dan aku cewek normal hahahaaa 😀

    Tapi aku punya pengalaman suka banget sama teman cowok yang memang cukup dekat karena satu kelas dan kami aktif di kegiatan yg sama. Sayangnya aku cuma bisa pendam perasaan aku sendiri, karena cewek yg suka dia banyak, bahkan sahabatku sendiri juga suka sama dia! Banyak banget kan saingannya! Dan yang bikin patah hati dia malah pacaran sama adik kelas! Hahahaa kalau diingat-ingat sekarang kayaknya konyol bgt.
    Tapi ada satu momen yg nggak pernah aku sangka nih. Waktu itu kami sudah lulus dan lama banget nggak ketemu karena dia kuliah di kota lain. Suatu hari kami (alumni) diundang pelantikan anggota Paskibra Kecamatan. Waktu itu acaranya malam. Dia jadi pemimpin upacara, dan aku kebagian jadi pembaca doa. Nah, setelah acara pelantikan dia ngajak aku ikut dengan dia. Aku lalu mendekati dia yg sedang ngobatin anak paskibra yg sakit. Dia nyuruh anak itu diam, lalu tanpa basa-basi dia bilang ke aku, “Kamu cantik banget sih!”
    Lha, saat itu aku jadi melongo mendengarnya. Kaget aja gitu dia tiba-tiba ngomong begitu, di depan orang lain lagi! Kesambet setan kecamatan kali ya…? Hahahaaa 😀

    Like

  2. Kazuhana El Ratna

    Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id
    Domisili : Jepara
    Link Share ; https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/700902229692149762

    Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.

    Kalau jatuh cinta sama sahabat sendiri, kemungkinan tidak mungkin. Soalnya sahabatku kan cewek-cewek. Tidak mungkin, dong jeruk makan jeruk hehh 😀 . Memang ada beberapa teman cowok dulu di sekolah zaman Aliyah, tapi nggak lah mereka adalah teman yang baik buat gila-gilaan bukan buat dijadikan pacar. hehh.

    Like

  3. Nama : Nyi Penengah Dewanti
    Twitter : @nyipenengah
    email: nyipenengahdewanti@gmail.com
    Domisili: Kaliwungu
    Link Shared: https://twitter.com/NyiPenengah/status/700902656290775040
    Jawaban:
    Sebesar intensitas kita berkomunikasi dengan dia. Saya pernah mengalami karena sering sharing akhirnya suka beneran, padahal hati udah nahan-nahan supaya nggak jatuh cinta. Namun akhirnya bisa juga menetralisir keadaan karena dia akhirnya melabuhkan hatinya, meski bukan dengan saya.

    Like

  4. nama lengkap: Ema Nurlita
    username twitter: @EmmaNoer22
    e-mail: amrelisha(at)gmail(dot)com
    domisili: Indragiri hulu
    link share:
    https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/700858436427370497?p=v

    Pertanyaan:
    “SEBERAPA BESAR SIH
    KEMUNGKINANNYA
    KAMU JATUH CINTA
    PADA SAHABAT KAMU
    SENDIRI?”

    Jawaban: 50% dari 100% kemungkinan, karena pada dasarnya aku belum pernah jatuh cinta pada seseorang yang sudah aku anggap sahabat. Lagi pula untuk status sebagai sahabat atau gebetan itu sendiri sudah dari awal aku klasifikasikan. Karena jatung gak bisa berbohong dari detakkannya. Ketika aku menyukai atau bahkan jatuh cinta detakan jantungku akan berulah. Sedangkan saat aku sudah menganggap seseorang (pria) sebagai sahabat maka untuk mencapai tingkat jatuh cinta akan sedikit lebih lama. Aku enggak suka menganggap sahabat sbg gebetan jadi biasanya saat mengenal seseorang (pria) dari awal pasti sudah ada kemungkinan dia akan jadi gebetan atau sekedar teman atau sahabat. Perlakuanku pun akan sangat berbeda. Aku type yg grogi kalau dekat2 dengan pria yg aku suka, jadi aku biasanya langsung tahu kalau orang ini kemungkinan bakal jadi gebetan dan aku bisa memulai dg jadi temannya untuk kemudian memulai langkah pendekatan. Kalau dari awal kenal aku sudah merasa santai dg seseorang itu kemungkinannya dia hanya akan jadi teman baik. Kalau pun teman baik berubah menjadi kekasih inilah yang disebut keajaiban waktu. Dapat mengubah perasaan seseorang.

    Like

  5. Nama: Dewi ayu ningsih
    Id twitter: @DewiiaeyuN
    email: dewiiayuningsih@gmail.com
    domisili: Kota tengah, Riau
    Link share: https://mobile.twitter.com/DewiiaeyuN/status/701248027256877057?p=v

    Peluang jatuh cinta keSahabat sendiri menurut saya lumayan besar, kira” 60% lah kak Aya (: …

    Kalau jatuh cinta keSahabat Lelaki saya belum pernah kak Aya..
    Tapi kalau hanya sekedar Suka saya sering mengalaminya 😉 ..
    Pada zaman dahulu…. Ehhh Salah salah..
    Dulu waktu aku masih Unyuk” *sekarangtambahUnyuk masih duduk dibangku SMP, aku pernah suka banget sama teman cowok sekelasku,, ganteng sih enggak tapi Manissss banget menurutku kak,
    namanya ‘G….’ dia ini punya senyum pipit terus giginya ada gingsulnya juga 😀 Huaaa senyum mario maurer pun kalah deh sama dia (: ..
    Awal cerita yg buat kita dekat itu malah menjengkelkan kak,, kita dekat karna dulu Ejek”an Nama orangtua *Ckckck, dari situ kita mulai sering main bareng, bolos senam pagi alasan masih bersihi kelas padahal ngerjai PR 😀 , Karna pertemana kita semakin dekat itulah timpul perasaan Suka, kalau dia gak masuk sekolah rasanya itu disekolah gak ada lagi yang sedap dipandang. Puncaknya waktu pelajran kesenian kan sama gurunya disuruh satu” nyanyi didepan kelas antara lagu pop sama lagu wajib, karna aku tiap maju selalu nyanyi wajib *HalohaloBandung 😛 jadi diPAKSA nyanyi lagu Pop , ya udah aku nyanyi lagu Vierra-Rasa Ini sambil ngeliati si’G ,, Ahhhh rasanya Muka ini udah kayak disiram air panas apalagi waktu si’G malah ‘Buang Muka’ pingin tak Brakot batok kepalanya itu *Grrrr…
    Seperti itulah kak salah satu cerita suka sama teman dari pengalamanku 🙂 ..
    Tapi sampai sekarang kalau kami jumpa bukan nanya kabar duluan yg diucapkan dia, Malah nama bapakku yg diingat duluan.. Mungkin dia mau jadi mantu bapakku mungkin yaa 😛

    Like

  6. Eris Andriani
    @RizAnNie88
    ayaseyis@gmail.com
    Kota Batu Jatim

    Jawaban:
    Sahabat itu adalah orang yg paling mengerti kita selain keluarga. Dan berbeda dengan teman yg hanya kenal trus yaudah.
    Jadi kemungkinan buat jatuh cinta sama sahabat tuh besar.
    Kadang sahabat cowok lebih pengertian dari sahabat cewek. Entah kenapa aku lebih nyaman untuk sharing ataupun curhat dengan sahabat cowok ku. Karena kebersamaan ini lah yg menyebabkan cinta bisa hadir. Terlebih lagi saat kamu tau tentang segala hal baik yg ada pada diri sahabat mu dan adanya rasa “NYAMAN”. Nggak mungkin cinta nggak hadir pasti hadir. Walaupun rasa cinta itu hanya sebatas kagum pasti ada. Karena cinta memang ditakdirkan hadir diantara dua orang yg terbiasa bersama, dengan bantuan cupid yg melesatkan panahnya lewat perhatian dan rasa nyaman.
    ^_^

    Like

  7. Nama lengkap : Shafa Salsabila Kurniawan
    Username twitter : @veliashafa
    E-mail : shfaa.salsabila@yahoo.com
    Domisili : Surabaya
    Link share : https://twitter.com/veliashafa/status/701259599278510080

    “Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.”

    Aku nggak punya sahabat, aku hanya punya teman. Aku termasuk orang yang selektif, makanya temanku cuma sedikit tapi benar-benar teman. Dan menurutku, sebagian orang yang punya dua kata, sahabat dan teman, itu munafik. Karena terlalu munafik untuk berpikir kau tak butuh teman dan terlalu naif untuk menganggap semua orang yang kau kenal adalah temanmu.

    Semua temanku cewek. Maka dari itu, kemungkinannya (mungkin) hanya 7%. Dan aku belum pernah jatuh cinta sama temanku sendiri (semoga nggak sampe). Tapi, andai suatu hari aku punya teman cowok, kemungkinan jatuh cintanya tergantung seberapa aku benci dia. Karena semakin aku benci seorang cowok, semakin aku jatuh cinta sama dia. Contohnya kayak dulu, waktu aku lagi jatuh cinta sama first love-ku, aku suka banget sama dia (baca: cinta), tapi aku setengah mati gak suka sama dia (baca: benci) karena dia sama sekali bukan tipeku: gak pinter, gak alim, gak baik hati. Tapi, ya, apa daya, aku bisa apa kalo hati sudah suka.

    Like

  8. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter & Email: @realdianmrani93 & dianmaharani833@yahoo.com
    Domisili: Kota Bengkulu
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/701457844172795905

    “SEBERAPA BESAR SIH KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA PADA SAHABAT KAMU SENDIRI?”
    Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, walaupun sahabatku cewek semua. Kata pepatah, ‘Tak Sayang maka Tak Cinta’. Karena aku menyayangi nduters-ku ini, jadi otomatis aku mencintai mereka. Cinta disini bukanlah cinta layaknya laki-laki dan perempuan. Apakah cinta hanya terjadi antara pria dan wanita? Tidak, kan? Aku jatuh cinta pada sahabatku sendiri sangat memungkinkan.
    Jika halnya persahabatan itu antara laki-laki dan perempuan, aku akan tetap memilih kemungkinan itu pasti terjadi, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Cinta ada karena terbiasa, terbiasa bersama, terbiasa berdua. Cinta semakin terasa setelah kehilangan, karena kebiasaan-kebiasaan itu akan dilakukan sendirian, dan saat itulah cinta menampakkan dirinya walau selama ini ia telah ada. Keberadaan cinta antara laki-laki dan perempuan seringkali tertutupi oleh keegoisan, perasaan masing-masing pe-rasa-nya, dan rasa takut akan kehilangan.
    Jika kemungkinan jatuh cinta pada sahabat harus dipersentasekan, persentase persahabatan untuk perempuan dan perempuan adalah 49%, sedangkan persentase persahabatan untuk laki-laki dan perempuan adalah 99%.

    Like

  9. nama: Visca
    twitter: @Visca_Apr
    e-mail: apriliyantivisca@yahoo.com
    link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/701617046778486784
    “SEBERAPA BESAR SIH KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA PADA SAHABAT KAMU SENDIRI? ATAU KAMU PERNAH MENGALAMINYA? CERITAIN DONG! SILAKAN CURCOL SEPUASNYA.”
    Aku sebenarnya belum pernah jatuh cinta sama sahabat sendiri *sahabat aku cewek semua, masa mau jatuh cinta sama mereka, aku kan bukan penganut LGBT*
    Menurut aku hampir 80% dari orang-orang yang sahabatan *lawan jenis* pasti pernah merasakan jatuh cinta sama sahabatnya sendiri. Ada yang bilang kalo cinta itu bisa muncul karena kebersamaan. Dan mungkin itulah yang membuat orang-orang yang sahabatan bisa jatuh cinta sama sahabatnya sendiri. Taulah gimana kalo orang sahabatan apalagi kalo sahabatannya udah lama, pasti sering bareng-bareng, berbagi cerita, becandaan, saling ngasih perhatian *apalagi kalo dapet perhatian lebih dari sahabat ‘lawan jenis’ pasti ngerasanya agak gimana lebih dispesialin gitu*.
    Dan dari itu semua salah satu dari mereka/ dua-duanya ngerasa kayak nyaman gitu sama perlakuan sang sahabat. Dari rasa nyaman tersebut bisa jadi juga muncul sedikit demi sedikit benih-benih cinta diantara mereka *eaaak*. Tapi kebanyakan orang yang sahabatan terus ngerasa jatuh cinta sama sahabatnya, mereka teralu takut untuk mengungkapkannya, terlalu takut untuk ditolak, terlalu takut persahabatan yang telah mereka jalani sekian lama menjadi hancur/ saling merasa canggung. Dan kebanyakan dari mereka lebih memilih diam dan terjebak dalam friendzone *nyesek*

    Like

  10. Nama : Asri Rahayu MS
    Twitter : @princessashr
    Email : peekthebook@gmail.com
    Share : https://twitter.com/PrincessAshR/status/701652763592118272

    “Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.”

    Jawaban :

    Nanti dulu, sahabat yang cewek atau yang cowok nih? Kalau sama sahabat cewek, nggak mungkin banget kan yaa, I’m still normal *ketawa ala ibu tiri*. Kalau sama sahabat cowok kemungkinannya bisa besar bisa kecil. Depends on his personality sebenarnya. Ada yang sahabatan sama cowok karena pingin buat have fun aja, tapi ada juga yang karena kenyamanan dan betah berada di sisi dia *ceileh bahasanya*. Jadi, kalau si cowok nggak bisa memberikan rasa nyaman maka kemungkinan buat jatuh cinta itu kecillll banget. Tapi, kalau si cowok bisa bikin tu sahabat ceweknya nyaman dan betah buat berada disisi dia, selalu berharap be the hero, ada di sampingnya, selalu ada buat dia, bakalan kemungkinan itu guede banget.

    Like

  11. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Email: syaputradiddy@gmail.com
    Domisili: Tembilahan, Riau
    Link Share: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/701634838688739328?p=v

    Sebesar kedekatan yang terjalin satu sama lain. Yap, selain kedekatan dalam persahabatan yang sekedar teman berbagi, nggak jelas kenapa kedekatan seringkali membuat Saya jatuh cinta pada sahabat sendiri, juga tentu dengan kenyamanan yang diberikan, yah mungkin karena sebagian kecil sahabat-sahabat Saya berjenis kelamin perempuan, karena memang Saya nggak pernah memberi batasan jenis kelamin dalam jalinan persahabatan. Dan jujur saja, Saya seringkali mengalami jatuh cinta pada sahabat sendiri, dan terakhir kalinya pada sekitaran tahun 2012 saat masih berseragam Madrasah Aliyah. Bisa dibilang FREIND ZONE tak berbalas, lebih tepatnya tak mungkin dibalas sebab dia nggak pernah tau perasaan Saya.

    Jatuh cinta memang terdiri dari banyak tipe; Diam-diam menyukai, Terang-terangan menyatakan, Hanya bisa berkoar, terakhir Mematahkan sendiri cinta dan hatinya. Saya waktu itu memilih tipe pertama, hanya berani mencintai diam-diam. Yah meskipun Saya sadar mencintai diam-diam pada akhirnya memang selalu menuntut keharusan untuk lebih siap merelakan. Dan Saya melakukan ini bukan nggak berdasar, Saya mencintai seorang sahabat yang juga mencintai orang lain, dan parahnya orang tersebut juga sahabat Saya. Bahkan yang lebih memaksa Saya untuk hanya mencintai diam-diam adalah karena sahabat yang Saya cintai memilih Saya untuk merekatkan mereka berdua. Sangat dilematis. Tapi demi persahabat Saya siap melakukan apapun termasuk jadi comblang buat cintanya dia. Saya juga sering mikir, kalau pun akhirnya sebelum mereka berdua sah pacaran, dan Saya mengutarakan perasaan Saya saat itu serta diterima, Saya nggak bisa jamin cinta kita akan utuh sampai akhir, Saya terlalu takut, Saya lebih ingin persahabatan dan lebih memilih menyimpan cinta dalam diam. Mungkin bagi sebagian orang ini akan terkesan dibuat-buat. Tapi yang pasti ini realitas. Sampai sekarang pun setelah dia melanjutkan kuliah di Universitas Riau, Saya tetap memilih bungkam, Saya sangat yakin meskipun Saya nggak bisa mendapatkan hatinya untuk dicintai setidaknya cukuplah Saya dapatkan hatinya untuk kebersamaan dalam jalinan persahabatan. Singkatnya, Saya bukan tipe orang yang mengagungkan LOVE AT THE FIRST SIGHT. Meskipun percaya pada ungkapan tersebut namun seringkali Saya lebih memilih (mudah) mencintai orang yang selalu dekat dengan Saya, yang tiap apapun yang terdapat pada dirinya terekam di memori Saya.

    Terima kasih!

    Like

  12. Nama : Pida Alandrian
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Email : shafrida.alandrian@gmail.com
    Domisili : Aceh
    Link share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/701698374945222656

    “SEBERAPA BESAR SIH KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA PADA SAHABAT KAMU SENDIRI? ATAU KAMU PERNAH MENGALAMINYA? CERITAIN DONG! SILAKAN CURCOL SEPUASNYA.”

    > Menurut aku 95% dan bisa saja menjadi 98%. Kenapa? Karena sosok sahabat itu yaa pasti yang paling dekat dgn kita. Keseharian kita 50% dengan sahabat. Tau seluk beluk kehidupan kita bagaimana. Tau perjalanan hidup kita bagaimana. dan yang pasti tau kapan kita sedih, senang, lagi pengin apa, pasti sahabat kita tau semuanya.
    Setiap hari bersama, melalui hari-haripun bersama. Kalau misal tidak ada sahabat dalam sehari saja rasanya hidup kita sepi tidak semenyenangkan biasanya. Maka dari itu semua lambat laun timbullah rasa cinta tanpa kita sadari.
    Karena jatuh cinta itu bukan kita yang menentukan kepada siapa kita akan jatuh cinta, tetapi hatilah yang memilih dan menentukan kepada siapa kita jatuh cinta.
    Jadi yaa untuk jatuh cinta dengan sahabat kemungkinan relatif besar.

    Sekian.
    Salam Pida Alandrian 😉

    Like

  13. Nama: Ismaa Nurul Walijah
    username twitter: @ismaanw
    e-mail: ismaanurulw08@gmail.com
    domisili: Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Masih mau dilanjutin? Jawa, Indonesia, Asia Tenggara, Asia, dan stop, sampe sini aja, wkwkwk.
    link share: https://twitter.com/ismaanw/status/701795728830500864

    “Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.”

    Please, beb! Lo bikin gue keinget masa laluuuuuuu *nangis di pojokan*

    Okay, kemungkinan gue suka–lebih tepatnya jatuh cinta ke sahabat gue itu … bisa dibilang ya, sekitar 98% lah~

    Kenapa? Oke, ini gue bicara tentang sahabat gue ya, terlepas sebenernya kita jatuh cinta ke sahabat sendiri itu tergantung dengan sifat/pribadi orang itu sendiri.

    Nah, sahabat gue ini baiiiiiiiiiik banget nget nget nget! Keren? Pasti! Cogan? Jangan ditanya! Kagak! /salah maksudnya, dia itu termasuk cogan abis! Nggak kuku deh jadinya.(kuku:kuat)

    Nah, entah kenapa, sejak kapan dan di mana, timbul rasa suka gue ke dia! asdfghjkl banget, kan? Yap! Itu gegara dia pernah nolongin gue waktu gue tenggelem–biasa, orang gak bisa renang tapi sok–di sungai. Nggak elit banget kan yak? emang. /plak

    Wajarin aja deh. Tapi sungainya bukan kali cliwung yak. Itu sungainya masih bersih, airnya jernih, belum ternoda /eaaak

    Nah, sejak saat itu … tiba-tiba cinta datang kepadaku~ *nyanyi sendiri*

    Tapi tapi tapi … setelah entah berapa tahun gue suka ke dia, hubungan gue jadi renggang beb :’) Gue jadi suka berantem sama dia. Kalau ketemu, adu mulut mulu deh kerjaannya. Kesel, banget. Tapi, gue sedih juga karena hubungan kami nggak seerat dulu lagi….

    Entah karena apa, gue rada lupa sih. Tapi kalau gak salah, itu gegara cewek lain. Dia lebih mentingin cewek itu daripada gue, bebs! Banyangin gimana sakit hatinya gue, beb! Bayanging! Bayangkan, rasakan~ *nyanyi lagi*

    Dan dan dan … ya udah, kami lost contact. Kalau ketemu pun, nggak nyapa. Liat doang alis ngelirik sebentar. Tapi … rasa itu keknya masih ada deh :’) Abisnya, gue masih tetep deg deg serr gitu kalau liat dia. Ah, jadi keinget lirikan matanya waktu itu…. Lirikan matamu, menarik hati~ *lagi-lagi nyanyi*

    Eh tapi… kalau rasa itu masih ada, artinya rasa suka gue ke dia seujung kuku dong? Kecil sih, tapi tumbuh mulu, nggak mau berhenti /eaak

    Gue curcol abis nggak sih, beb? Kalau kebanyakan maaf yak! Ya udah, byee my bebs~

    Salam ketje, ketjup cantik, Ismaa. *tebar lope-lope*

    p.s: plis, kasih gue novelnya ya beb. wkwkwk. /muka ngarep banget/

    Like

  14. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta/rinspiration95@gmail.com
    Karangasem, Bali

    Hingga saat ini, aku belum pernah punya sahabat cowok. Temen cowok sih banyak, tapi yang statusnya sahabat (dan jadi cinta) belum ada. Kedekatan dengan cowok yang akan jadi gebetan/ pacar biasanya tidak melewati tahapan itu.
    Menurutku kemungkinan jatuh cinta dengan sahabat itu sangat besar. Yang namanya sahabatan pasti sering jalan bareng, sering ngobrol, sering sharing tentang apapun. Yaa tentunya, makin sering berinteraksi kita akan semakin mengenalnya dan merasa nyaman ketika bersamanya. Aku juga percaya, tidak ada persahabatan antara laki- laki dan perempuan yang murni, tanpa perasaan cinta.
    Yang ada, sahabat yang mencintai dalam diam tanpa mengungkapkan. Sahabat yang merelakan sahabatnya pacaran dengan orang lain. Atau bahkan sahabat yang mengungkapkan perasaan cinta lalu menghilang, karena berdosa telah merusak ikatan persahabatan yang dijalani.

    Like

  15. Nama : Faiz Istighfara
    Twitter : @lisyaann
    Email : faiz.istighfara@gmail.com
    Domisili : Sidoarjo, Jatim
    Link share : https://twitter.com/lisyaann/status/701788939980386308

    “Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.”

    Kalau tentang kemungkinan jatuh cinta sama sahabat sendiri, itu kemungkinannya besar banget! Karena sekarang, aku juga sedang jatuh cinta dengan sahabatku sendiri. Gimana nggak bisa jatuh cinta, kalo sahabatku sangat pengertian, baik, selalu mendukung apapun keputusanku, care, dan suka ngasih contekan PR *eh.

    But first, fyi, sahabatku cewek lho. Lah, LGBT dong? Noooo. Aku masih normal. Hanya saja, cinta tidak hanya melulu tentang perasaan khusus antara lelaki dan perempuan, bukan? Cinta pada keluarga, pada teman, pada kakak, pada sahabat, itu juga masih bisa disebut dengan cinta, bukan?

    Jadi, aku sangat jatuh cinta pada sahabatku karena segala sifat dan kenyamanan yang aku dapat saat menghabiskan waktu bersamanya. Aku jatuh cinta kepadanya sebagai seorang sahabat. Lagipula aku juga belum pernah punya sahabat cowok, kak. Jadi belum pernah ngerasain jadi korban friendzone. Kudu bersyukur atau nggak ini? *digeplak. Tapi kayanya seru juga kalo ngalamin XD. Ren ku dimanaaa??

    Like

  16. Hai kak Aya. Ikutan giveawaynya yaa…

    Nama: Hikmawati Cahyaning Tyas
    Twitter: @tyashc
    Email: tyashc@gmail.com
    Domisili: Kota Pekalongan
    Link share: https://twitter.com/tyashc/status/702254841041539072

    Jatuh cinta pada sahabat sendiri? Pernaaah.

    Aku tipe orang yang suka sama seseorang karena sering bersama. Dalam pepatah jawa disebut witing tresno jalaran soko kulino, jatuh cinta karena terbiasa bersama. Kalau dengan sahabat sendiri yang sering bareng, pasti pernah. Nggak cuma sekali, tapi tiga kali. *tutup muka, malu.

    Jatuh cinta dengan sahabatku yang satu ini terbilang unik. Aku pernah membencinya karena sahabatku pernah disakiti sama dia. Kemudian, aku satu kelas sama dia. Ternyata anaknya asik diajak ngobrol, nyambung sama aku. Dia supel dan banyak teman, tapi sayangnya dia ramah dengan banyak perempuan.

    Kebersamaan kita yang intens, ternyata menumbuhkan rasa yang berbeda. Aku menyadari, aku suka sama dia. Aku nggak pernah ngomong, karena sadar diri. Tapi nggak tahu gimana ceritanya, dia tahu kalau aku suka sama dia. Sikap cewek yang suka sama cowok mungkin kelihatan ya. Dia nggak berusaha menhindariku, malah kita lebih dekat. Tapi dia selalu bersikap dan memposisikan aku sebagai sahabatnya. Sampai sekarang kita masih bersahabat dan sering double date dengan pasangan masing-masing.

    Ehh, aku beneran curcol. Maaf ya kak Aya 🙂 Wish me luck…

    Like

  17. Nama : devira andrawina
    domisili : bekasi
    email : devirandrawina@gmail.com
    link share : https://twitter.com/Devirandra/status/702167108310794240

    pertanyaan : “SEBERAPA BESAR SIH KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA PADA SAHABAT KAMU SENDIRI? ATAU KAMU PERNAH MENGALAMINYA? CERITAIN DONG”

    Jawaban : Seumur-umur aku gak pernah ngalamin jatuh cinta sama sahabat sendiri, karena memang rata rata sahabat ku cewe hehe xD aku itu biasanya suka/tertarik sama seseorang yang bisa bikin aku penasaran, jadi kalau sahabat sendiri kan selalu terbuka, jadi gak bikin penasaran gitu hehe.

    terimakasih, wish me luck^^

    Like

  18. Nama: Novi Andriyani
    Kota: Bandung
    Twitter: @nvandryn
    E-mail: noviandryn@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/nvandryn/status/702515281432739840?s=09

    Jawaban:
    Jujur sih, belum pernah jatuh cinta sama sahabat sendiri tapi kemungkinan besar kalo punya sahabat cowok yang udah kenal kita dari kecil 99% pasti bakalan ada perasaan apalagi sejak mereka berteman selalu bersama ga pernah pisah, misalnya dari SD sampe SMA satu sekolah dan satu kelas trus selalu sama2.
    Udah kenal lama berarti udah tau kebiasaannya dan tau segalanya karena sering bertukar cerita lalu akhirnya merasa nyaman satu sama lain dan tidak menutup kemungkinan bisa jatuh cinta sama sahabat sendiri karena memang sudah lama bersama2.

    Like

  19. Nama Lengkap : Muhammad Ichsan
    Username Twitter : @ichsan_kaira
    Email : muhammadichsan2657@yahoo.com
    Domisili : Bogor
    Link Share : https://twitter.com/ichsan_kaira/status/702394985178595328

    Pertanyaannya adalah:
    “SEBERAPA BESAR SIH KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA PADA SAHABAT KAMU SENDIRI? ATAU KAMU PERNAH MENGALAMINYA? CERITAIN DONG! SILAKAN CURCOL SEPUASNYA.”

    Jujur saya pernah menyukai sahabatku, tetapi aku takut hubungan yang kita jalin menjadi jauh ketika kita menjadi pacar. Tak tau harus bercerita apa karena ketika saya bertemu dia di kampus dia selalu ada ketika saya sedang membutuhkannya, dia selalu baik dan perhatian kepadaku mungkin karena aku sahabatnya tetapi terus menerus aku mengenalnya aku jadi nyaman didekatnya.

    Perasaan suka aku muncul ke dia ketika dia meminta bantuanku untuk mengerjakan tugas kampus, dan aku senang banget baru kali ini dia meminta bantuan kepadaku,aku semangat kerjain tugas dia.

    Tapi tahu gak ternyata dia ingin curhat aja kalo dia suka sama seseorang dikampus, wajahku jadi berkaca-kaca dong pasti aku yang dia suka. ternyata buka dia suka sama kakak kelas di kampusnya.

    rasanya tuh sakit banget hatiku, kayak ditusuk-tusuk apakah ini yang dinamakan sakit hati. aku dulunya takut kalo aku jadian sama dia nanti persahabatan kita akan putus. mungkin itu sudah menjadi komitmenku kalo aku ingin menjadi sahabatnya selamanya jadi aku merelakan dia bersama dengan yang lain.

    Sekian, cerita dari saya mungkin ini jadi pengalaman hidupku dan untuk yang lain kalo kamu sudah suka sama seseorang walaupun itu sahabatmu, lebih baik kamu katakan saja kalo kamu suka sama dia, jangan sampai menyesal seperti saya.. ;'(

    Like

  20. nama: Ulfa Nursyifa
    twitter:@ulfaminha
    E-mail: ulfansyifa@gmail.com
    domisili: Purwakarta
    link share: https://mobile.twitter.com/ulfaminha/status/702682543615639553?p=v

    “SEBERAPA BESAR SIH
    KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA
    PADA SAHABAT KAMU SENDIRI? ATAU
    KAMU PERNAH MENGALAMINYA?
    CERITAIN DONG! SILAKAN CURCOL
    SEPUASNYA .”

    Aku sih belum pernah ngalamin, karena aku ngga punya sahabat laki-laki, adanya hanya teman. Tapi menurutku sih kemungkinannya cukup besar, sekitar 75% kayanya. Kenapa? Karena yang namanya sahabat, kita sering terbiasa bersama, dan ketika kita menjalin persahabatan itu artinya sudah merasakan kenyamanan satu sama lain. Dan cinta sering kali hadir karena terbiasa. Cinta juga hadir karena kenyamanan. Jadi, besar kemungkinan kita jatuh cinta sama sahabat (lawan jenis).

    Like

  21. nama lengkap : Salsabilla Putri Adithiana
    twitter : @sp_adithiana
    e-mail: salsabillaputria30@gmail.com
    domisili : Pacitan, Jawa Timur
    link share : https://twitter.com/sp_adithiana/status/702765333854031872
    Jawaban:

    Jujur. Curhat. Aku udah pernah ngalamin. Jadi kemungkinannya, yang semula kukira cuma 20%-an, berubah jadi 99,9%. Begini ceritanya *langsung curhat*

    Waktu pendaftaran SMA, temen-temen aku lihat cowok yang asyik baca buku di kelas. Entah bagaimana mereka langsung jodohin aku sama dia, bilang kalau aku sama dia cocok, dll. Padahal kenal aja nggak. Aku berkali-kali lihat dia, tapi awalnya nggak ada sedikit pun perasaan kalau dia itu keren (well, teman-temanku bilang begitu) dan nggak ada acara jatuh cinta pada pandangan pertama apalah.

    Selama kelas satu SMA, tanpa aku sadari ternyata kita berdua semacam perang dingin. Iya, karena dia diam-diam sebal padaku, begitu juga aku. Itu karena dia kalau ditanya nggak pernah jawab. Kita sama-sama gabung di OSIS. Bukan cuma satu kali aku tanya sama dia (baik itu di OSIS atau saat panggilan ketua kelas, kita sering ketemu di situ) dan dia cuma bersikap seolah-olah nggak dengar.

    Saat kelas 11, kita satu kelas dan kenal. Aku yang memang blak-blakan bilang ke dia kalau aku pernah sebal sama dia, dan dia juga bilang begitu. Ternyata setiap aku tanya dulu itu dia benar-benar nggak dengar, dan dia bilang dia sebal sama aku karena aku juga begitu! Merasa lucu, akhirnya kita berteman. Dekat sekali. Aku memang universal sih kalau temenan, soalnya sisi femininku juga sedikit banget.

    Tapi lama kelamaan aku jatuh cinta. Mungkin didukung unsur nyaman juga ya, soalnya dia baiiiiiiik banget dan kita hampir tiap hari ngobrol. Skip aja, pada akhirnya kita jadian. Cepat? Iya. Terlalu cepat malah. Dari sahabat yang sering curhat, tiba-tiba pacaran. Tapi sesuatu yang terlalu cepat itu nggak baik, ‘kan? Saat dia nembak aku aja, aku kaget. Aku seperti belum siap. Tapi, yah, karena aku udah suka sama dia, jadi aku terima ….

    Walaupun pacaran, kita masih sama seperti waktu masih sahabatan. Relasi kita seperti nggak ada bedanya. Tapi suatu hari, ada suatu masalah yang menciptakan spasi nggak terlihat di antara kita. Walaupun pada akhirnya masalah itu selesai, tapi rasanya tetap nggak sama. Akhirnya suatu masa kita memutuskan untuk putus waktu kita naik ke kelas dua belas.

    Sampai sekarang kita masih sekelas. Dan kita juga masih tetap sahabat. Awalnya sahabat, berakhirnya juga sahabat. Begitu prinsip kita (yang diajarkan guru biologi yang pernah jadiin kita berdua satu kelompok. Dia anak populer, jadi seantero sekolah plus guru-guru tahu waktu kita pacaran).

    Teman-teman, jatuh cinta sama sahabat itu nggak salah. Menurutku, kalau kalian punya sahabat cowok, memang besar kemungkinan akan ada salah satu yang jatuh cinta. Bahkan ada yang bilang kalau di antara cewek sama cowok, nggak pernah ada persahabatan yang murni. Pasti akan ada salah satu yang jatuh cinta meski sekejap dan diam-diam. Tapi ada beberapa orang yang bahkan cuma bisa melihat seseorang menjadi sahabat sehingga terjadilah friendzone permanen, hehe ….

    Yang dapat aku ambil dari pengalamanku ini, nggak semua proses saling jatuh cinta di antara dua sahabat itu berjalan sesua keinginan. Ada orang-orang yang ditakdirkan HANYA menjadi sahabat, dan itu adalah yang terbaik. Seperti aku dan dia. Aku suka, dia suka. Waktu jadian, nggak berjalan dengan baik. Pada akhirnya kita ‘terlempar’ kembali ke takdir menjadi sahabat, dan kita masih nyaman menjalaninya. Aku udah move on. Ternyata memang lebih nyaman menjadi sahabat daripada pacar. Sahabat itu tidak mengekang. Persahabatan itu bebas. Meski nggak bisa bersatu dengan nama cinta, kita masih punya ikatan sahabat. Kita masih saling mendampingi dan saling mendukung,

    Jadi, kalau kalian pernah jatuh cinta sama sahabat, pacaran, lalu putus, jangan jadikan cinta sebagai kambing hitam, ya ^^ akui saja, pasti hal bernama cinta itu pernah membawa kebahagiaan buat kalian. Dan seperti aku dan dia, awalnya sahabat, berakhir pun tetap sahabat.

    Ok! Good luck buat yang pernah atau lagi jatuh cinta sama sahabat!

    Like

  22. Nama lengkap: Putri Prama Ananta
    Twitter: @putripramaa
    e-mail: anantaprama@yahoo.co.id
    domisili: Probolinggo
    Link share: https://twitter.com/PutriPramaa/status/702458298549686272
    “SEBERAPA BESAR SIH KEMUNGKINANNYA KAMU JATUH CINTA PADA SAHABAT KAMU SENDIRI? ATAU KAMU PERNAH MENGALAMINYA? CERITAIN DONG! SILAKAN CURCOL SEPUASNYA.”
    3/5
    Kemungkinan seorang sahabat akan jatuh cinta pada sahabatnya sendiri adalah 1/2. Aku akan menjelaskannya dengan konsep matematika, seperti yang kita tahu perasaan bukanlah ilmu pasti, jadi agar perasaan tersebut ‘pasti’ kugunakan matematika yang merupakan ilmu pasti. Yuk simak jawabanku 😀
    Peluang 1/2 didapat dari n(a)/n(s), dimana n(a) merupakan salah satu dari dua orang yang bersahabat tersebut dan n(s) merupakan dua orang yang bersahabat tersebut. Klasik, sih, satu orang jatuh cinta pada sahabatnya, begitulah maksud kasar dari peluang 1/2 itu. Bener tuh kalau peluangnya 1/2, sebagian besar peluang awalnya itu 1/2 namun di akhir bisa menjadi 0/2=0 yang berarti there is not love atau 2/2 yang berarti keduanya saling mencintai. Semua pasti berawal dari peluang 1/2.
    Tapi, faktanya, kebanyakan yang terjadi adalah kemungkinan 3/5. Kenapa bisa 3/5?
    3/5 = n(a)/n(s), 3 untuk n(a) dan 5 untuk n(s). 3/5 tersebut merupakan peluang dari sifat-sifat sahabat yang seringkali bikin baper si sahabat. n(s) tersebut terdiri dari:
    1. Perhatian. Sahabat pastilah orang yang perhatian pada kita, gimana-gimana gelar sahabat ini juga dinilai dari perhatiannya.
    2. Pengertian. Sahabat pastilah orang yang pengertian pada kita, maksud dari pengertian adalah sahabat ini nggak bakal sungkan buat ngomentarin dan beri saran.
    3. Enak diajak ngobrol. Percaya deh, seorang sahabat pasti orang yang enak buat diajak ngobrol oleh kita. Meskipun gak jelas, gak penting, tetap aja seru untuk jadi teman ngobrol.
    4. Udah kenal banget, yang artinya segala sifat-sifatnya sudah kita ketahui, jadi nggak akan ada yang namanya ‘eh ternyata sifatnya gitu ya’.
    5. Nggak sungkan lagi. Sahabat itu orang yang udah nggak kita sungkani lagi. Jadi, berasa plong dan bebas kalau sudah di depan sahabat.
    Nah, poin 1, 2, dan 4 itu merupakan si n(a), n(a) ini hal yang paling mungkin untuk membuat jatuh cinta. Kalau si 3 dan 5 itu bisa aja dirasakan ke temen biasa.
    Alasan lain kenapa aku menulis peluang 3/5 adalah karena terkadang secara tak langsung ada sesuatu yang membuat hati bergetar. Pasti pernah, jangan ngeles deh, entah itu sifatnya yang terkadang bikin merasa istimewa lah, atau yang lainnya. Jadi probabilitas 3/5 itu sangat mungkin terjadi teman-teman, permasalan itu akan berkurang menjadi 2/5, 1/5 atau 0 itu lihat bagaimana ke belakangnya. Bisa juga kemungkinan untuk jatuh cintanya menjadi 4/5 atau justru 5/5 karena si sahabat adalah sosok idaman, bisa looh! Bisa banget.
    Untukku sendiri sih aku termasuk yang 3/5 teman-teman karena pertama sahabatku ini seru banget, tapi aku sukanya lumayan lama sih.
    Saranku sih, kalau udah jatuh cinta ke sahabat, mending diungkapin, sahabat itu nggak suka dibohongin, guys. Ungkapin aja dan kamu bersikap seperti selayaknya aja, masalah dianya menjauh atau justru biasa aja itu urusan belakangan. Yang penting jujur dulu dan buktikan kalau kalian adalah sahabat yang baik.
    Hmm, terima kasih untuk giveawaynya, semoga aku beruntung dengan probabilitas yang kuungkapin di atas. ^^

    Like

  23. nama : Whella Nurlela
    alamat email : whelladwinurlela@gmail.com
    ID Twitter : @whella_ND
    link promos tweet : https://twitter.com/whella_ND/status/703080493361733632

    Jawaban :
    Sungguh, ini pernah saya alami.
    aku mencintainya dalam diam. suatu kala temanku curiga atas wajahku yang berseri ketika ada di dekatnya. temanku tahu tentang cinta ini. sednagkan. si dia–yangkucintai– tengah mencintai gadis lain, dan telah mengutarakannya. pedih, itu yang kurasakan. tapi aku tidak berharap lebih. sebenarnya aku memilih berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat. namun Tuhan berkehandak lain, temanku mengutarakan isi hatiku kepadanya, tanpa sepengetahuanku. aku tersentak. dan akhirnya dia sadar, aku memendam cinta dalam diam. akibatnya aku lebih dekat dengan, sungguh dekat. aku lupa kami hanya sebatas sahabat. seiring waktu berjalan, dia mengatakan cinta padaku. antara nyata dan palsu?, aku tidak tahu. tapi aku percaya, dia tidak akan semudah membalik tangan untuk tidak mencinta si Gadis. lambat laun, aku tersadar lagi, aku hanya sahabat. dan dengan peristiwa itu persahabatan kami pecah. aku sangat tidak ingin membuatnya kembali utuh, sebab aku tahu mengembalikan pecahan gelas yang sangat kecil itu sangat tidak mungkin.
    semoga kalian…. tidak merasakan pedihnya cinta sahabat :))

    Like

  24. Nama Lengkap: SIROTUN NABAWIAH
    Username Twitter : @yuppicandy
    E-mail : nabawi.ro29@gmail.com
    Domisili : SEMARANG
    Link Share : https://twitter.com/yuppicandy/status/703185639315865600

    “Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya?

    Jawab :
    Kemungkinan aku untuk jatuh cinta pada sahabatku adalah 75%, karena “witing tresno jalaran soko kulino.” Cinta tumbuh karena terbiasa, terbiasa curat bareng, terbiasa jalan bareng, terbiasa makan sekaligus nongkrong bareng, terbiasa bertukar perhatian dan terbiasa- terbiasa lain yang ujung-ujungnya bikin baper. Semakin lama “terbiasa- terbiasa yang bikin baper” di jalanin, si-bibit cinta semakin tumbuh subur, karena itulah kemungkinan aku untuk jatuh cinta pada sahabat ku bisa mencapai 75%, bahkan mungkin lebih.

    Jika ditanya “pernah mengalaminya?.” Pasti 100% jawabannya PERNAH. Dan sialnya, jatuh cinta pada sahabat itu tengah kurasakan sekarang, saat ini dan detik ini juga, padahal kita sudah lama pisah, bakan beda pulau pula. Tapi tetap saja, rasa sialan itu tak mau hilang. Benar kata Dave Matthew “ A guy and a girl can be just friends, but at the point or another, they will fall for each other. Maybe temporarily, maybe at the wrong time, maybe too late, or maybe forever”

    Hufft … capek tau, berada di zona yang bernama “friendzone.”

    Like

  25. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Domisili : Medan
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/703216694609707008

    Kalau dihitung pake persentase, besarnya kemungkinan saya jatuh cinta pada sahabat saya sendiri adalah 90%. Alasan paling logis karena kebersamaan kami yang bisa dibilng kayak pengguna smartphone dengan smartphonenya. rasanya kalau gak ada tuh kayak ada aja yang kurang… hehe. Yah, seperti yang sering disebutkan cinta berawal dari keterbiasaan, terbiasa bersama bisa menumbuhkan benih-benih cinta karena tanpa sadar kita selalu bersama dia, saling perhatian satu sama lain, dan itu tuh yang buat benih cinta tumbuh. Dan satu lagi, rasa nyaman. Kita udah terlanjur nyaman dan juga aman dengan dia. Pokonya kita merasa kalau sama dia tuh semua akan baik-baik aja. Tapi ya itu tadi, kalau udah jatuh cinta ma sahabat repot urusannya. Kalau diomongin, ntar dianya malah jauh, gak diomongin malah bikin nyesek. Tapi yah mau gimana lagi, cinta sudah terlanjur ada. Tinggal sayanya deh yang mutusin, pilih diungkapin atau ditahan… Repot ya… hehe. 😀

    Terima kasih Aya ^^

    Like

  26. nama lengkap: Daisy
    twitter: @daisy_skys
    e-mail:Stupidliar367@gmail.com
    domisili: Semarang
    link share:

    Seberapa besar sih kemungkinannya kamu jatuh cinta pada sahabat kamu sendiri? Atau kamu pernah mengalaminya? Ceritain dong! Silakan curcol sepuasnya.

    Sebesar perhatian yang ia berikan semakin besar maka akan memberikan kemungkinan yang lebih besar.

    Pertanyaan ini serasa menohokku . Aku baru memikirkan hal ini beberapa hari yang lalu mengenai cinta dan persahabatan . Ada seorang cowok berkaca mata di kelasku kami melewati 3 semester bersama sama hingga hari ini di kelas 2 SMA . Dia yang sangat tergila – gila pada fisika dan matematika sementara aku yang sangat payah dalam mapel itu . Aku selalu menyerah ketika dia mengajariku . Tapi ternyata orang seperti dia begitu payah dalam bahasa inggris dan bahasa jepang dan disitulah peranku,mengajarinya . Wali kelas kami pernah berkata kalau kita ini jodoh . Konyolkan ? Katanya Dia dan aku seperti saling melengkapi . Dan saat itu juga satu kelas setuju dan mengamini . Mereka memang gila . Tapi mungkin itu benar .

    Bersamanya belajar terasa menyenangkan , Tanpa canggung aku tertawa bersamanya, saling menceritakan rahasia masing – masing . Bahkan aku pernah berkata padanya seandainya aku juga cowok pasti tidak ada batas yang terlalu jelas .Aku bisa menginap dirumahnya , menonton film bersama dihari libur . Tapi karena aku seorang cewek , buang jauh jauh rencana itu dari pada nanti jadi fitnah .

    Saat dia membahas cewek lain aku seakan akan tidak terima . Aku merasa dia hanya boleh denganku bukan yang lain . Aku merasa cemburu .Tapi hey kita cuma sahabatan tidak lebih dari itu . Sekarang yang kurasakan bukan hanya sekedar kagum , suka , ataupun tertarik . Lebih tinggi dari semua perasaan itu .Perasaan itu cinta.

    Lebih mudah memang mengubah persahabatan menjadi cinta, daripada mengubah cinta menjadi persahabatan. Ternyata persahabatan antara cowok dan cewek memang tidak bisa murni . Entah dia juga merasakan hal yang sama atau tidak , aku cuma bisa diam . Nggak mungkin kan aku tanya ke dia , Kamu cinta aku nggak ? Apalagi ngomong frontal ” Aku cinta kamu ” .Aku menyimpannya sendiri . Itulah nggak enaknya cewek cuma bisa diam dan menunggu . Kalau yang ditunggu ngerti sih nggak apa apa tapi kalau nggak paham kan jadinya sakit sendiri . Tapi aku nggak menginginkan hubungan pacaran kok , bagiku sudah cukup kalau dia juga punya rasa yang sama . Aku lebih suka ta’aruf . Cinta yang islami.

    Like

  27. Nama: Eka Sasining Putri
    Akun Twitter: @cha_ichie
    e-mail: ekasasining@gmail.com
    Domisili: Kediri Jawa Timur
    Link share: https://twitter.com/cha_ichie/status/703238418822619136
    Jawaban: Besar. Kemungkinannya sangat besar. Kalau dipersenkan, entah berapa nilai maksimumnya. Yang jelas, ada peluang yang terbuka lebar-lebar bagiku untuk jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Sayangnya, aku tidak mengalaminya. (Mendadak merasa bersalah)
    Bagaimanapun, teman-temanku memang kebanyakan perempuan, karena sejak SMP aku cenderung bersikap sangat kasar pada laki-laki. Demi Tuhan, tidak ada gadis yang sekeji dan sesadis aku saat bersikap dingin pada mereka. Meski begitu, tidak sedikit teman pria yang kupunya, mungkin ini juga dipengaruhi sifatku yang jauh berbeda dari gadis-gadis kebanyakan. Aku memiliki kecenderungan untuk bersikap baik pada perempuan, dan sinis pada laki-laki. Ini bukan karena aku mengalami disorientasi atau apa, latar belakang kehidupanku membuatku menghargai wanita melebihi rasa hormatku pada kaum laki-laki. Namun aku justru mampu bergaul dengan lawan jenis lebih mudah. Kupikir, ini karena efek ‘jaga sikap’ ku terhadap perempuan, sehingga aku tidak mampu leluasa bertindak semauku.
    Teman lelaki sejak SMP -ku menjadi salah satu sahabat konyol yang masih sering berkunjung meski kami berbeda SMA dulu. Sampai sekarang dia tetap merecokiku dengan kebutuhannya pada bacaan dan sedikit celoteh tentang kehidupan. Sementara itu, ada pula sahabat semasa SMA yang sudah kuanggap sebagai soulmate-ku sendiri. Karena, ya Tuhan.. ke manapun kami selalu pergi bersama. Bahkan aku terlambat sadar bahwa aku sering mengajaknya menemaniku ke toilet (T T). Mereka berdua lelaki yang paling dekat denganku selama masa remajaku, sekaligus dua lelaki yang memiliki peluang paling besar untuk kucintai. Tapi aku tidak pernah melakukannya. Rasanya aneh jika benar aku jatuh cinta pada mereka. Dengan segala kebiasaan mereka yang kutahu, dan sifat-sifat burukku yang mereka pahami, aku ragu jika aku sungguh-sungguh menyukai salah satu di antara mereka.
    Kami, aku—teman SMPku dan aku—teman SMAku, hanya saling menggoda sebagai lelucon ketika kami sadar bahwa kami berbeda jenis. Lebih sering aku tidak merasa bahwa aku adalah perempuan selama bersama dua orang yang tidak saling mengenal itu. Aku dan dua sahabat laki-lakiku justru sering sharing tentang kehidupan sehari-hari kami atau percintaan yang sedang kami jalani bersama orang lain. Kami bahkan terbiasa membicarakan masalah seksualitas antara perempuan dan laki-laki, dengan lakonku yang masih tidak sepenuhnya sebagai perempuan yang harusnya merasa kikuk terhadap topik semacam itu. Aku, yang pada dasarnya memang blak-blakan, juga sering mencari jawaban atas rasa penasaranku terhadap laki-laki pada mereka. Sungguh.. tidak ada dugaan lebih besar lagi bagaimana mungkin aku dan sahabat lelakiku yang saling mengerti sifat, kebiasaan, dan keburukan kami, bisa berakhir pacaran. Tidak.. tidak. Aku bahkan berkali-kali menjadi konsultan cinta bagi sahabat lelakiku, mengesampingkan bahwa pengalamanku dalam pacaran tidak bisa dibanggakan.
    Jadi, yah.. sayang sekali, aku tidak membuka sendiri kemungkinan untukku jatuh cinta pada sahabatku sendiri. Mereka bahkan lebih sering tidak mengganggapku sebagai perempuan (T T).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s