[BlogTour] Giveaway Winner: Forever and Always by Jenny Thalia Faurine

Header banner Forever and Always

Hai hai semuanya!

Apa kabar? Maaf ya atas keterlambatan pengumumannya. Beberapa hari lalu saya agak sibuk jadi nggak sempat nge-blog untuk umumin pemenangnya. 😀

Saya mau ucapkan terima kasih untuk semua peserta yang telah mengikuti giveaway ini serta meramaikan rangkaian blog tour yang sudah terselenggara. Total peserta yang ikutan di blog ini ada 28 orang. Lumayan rame juga, alhamdulillah. Tapi sayang sekali karena ada 3 peserta terdiskualifikasi karena tidak memenuhi semua syarat. Mungkin kelupaan atau terburu-buru sehingga ada poin yang terlewat untuk dilakukan. 😦 Jadi, hanya 25 peserta yang jawabannya bisa saya nilai.

Senang sekali membaca jawaban-jawaban kalian. Rasanya campur aduk, ada beberapa yang sama dengan kisah saya sendiri. Muahahaha! XD Terima kasih sudah mau berbagi opini dan kisah kalian. Jawabannya pada bagus-bagus, sampai saya pun jadi bingung lagi buat milih pemenangnya. Tapi, setelah saya timbang-timbang lagi, terpilih satu nama yang berhak mendapatkan 1 eksemplar novel Forever and Always dari Jenny Thalia Faurine. Siapa? Siapa? Siapa?

And the winner is...

Salsabilla Putri Adithiana
@sp_adithiana
Pacitan, Jawa Timur

Jujur. Curhat. Aku udah pernah ngalamin. Jadi kemungkinannya, yang semula kukira cuma 20%-an, berubah jadi 99,9%. Begini ceritanya *langsung curhat*

Waktu pendaftaran SMA, temen-temen aku lihat cowok yang asyik baca buku di kelas. Entah bagaimana mereka langsung jodohin aku sama dia, bilang kalau aku sama dia cocok, dll. Padahal kenal aja nggak. Aku berkali-kali lihat dia, tapi awalnya nggak ada sedikit pun perasaan kalau dia itu keren (well, teman-temanku bilang begitu) dan nggak ada acara jatuh cinta pada pandangan pertama apalah.

Selama kelas satu SMA, tanpa aku sadari ternyata kita berdua semacam perang dingin. Iya, karena dia diam-diam sebal padaku, begitu juga aku. Itu karena dia kalau ditanya nggak pernah jawab. Kita sama-sama gabung di OSIS. Bukan cuma satu kali aku tanya sama dia (baik itu di OSIS atau saat panggilan ketua kelas, kita sering ketemu di situ) dan dia cuma bersikap seolah-olah nggak dengar.

Saat kelas 11, kita satu kelas dan kenal. Aku yang memang blak-blakan bilang ke dia kalau aku pernah sebal sama dia, dan dia juga bilang begitu. Ternyata setiap aku tanya dulu itu dia benar-benar nggak dengar, dan dia bilang dia sebal sama aku karena aku juga begitu! Merasa lucu, akhirnya kita berteman. Dekat sekali. Aku memang universal sih kalau temenan, soalnya sisi femininku juga sedikit banget.

Tapi lama kelamaan aku jatuh cinta. Mungkin didukung unsur nyaman juga ya, soalnya dia baiiiiiiik banget dan kita hampir tiap hari ngobrol. Skip aja, pada akhirnya kita jadian. Cepat? Iya. Terlalu cepat malah. Dari sahabat yang sering curhat, tiba-tiba pacaran. Tapi sesuatu yang terlalu cepat itu nggak baik, ‘kan? Saat dia nembak aku aja, aku kaget. Aku seperti belum siap. Tapi, yah, karena aku udah suka sama dia, jadi aku terima ….

Walaupun pacaran, kita masih sama seperti waktu masih sahabatan. Relasi kita seperti nggak ada bedanya. Tapi suatu hari, ada suatu masalah yang menciptakan spasi nggak terlihat di antara kita. Walaupun pada akhirnya masalah itu selesai, tapi rasanya tetap nggak sama. Akhirnya suatu masa kita memutuskan untuk putus waktu kita naik ke kelas dua belas.

Sampai sekarang kita masih sekelas. Dan kita juga masih tetap sahabat. Awalnya sahabat, berakhirnya juga sahabat. Begitu prinsip kita (yang diajarkan guru biologi yang pernah jadiin kita berdua satu kelompok. Dia anak populer, jadi seantero sekolah plus guru-guru tahu waktu kita pacaran).

Teman-teman, jatuh cinta sama sahabat itu nggak salah. Menurutku, kalau kalian punya sahabat cowok, memang besar kemungkinan akan ada salah satu yang jatuh cinta. Bahkan ada yang bilang kalau di antara cewek sama cowok, nggak pernah ada persahabatan yang murni. Pasti akan ada salah satu yang jatuh cinta meski sekejap dan diam-diam. Tapi ada beberapa orang yang bahkan cuma bisa melihat seseorang menjadi sahabat sehingga terjadilah friendzone permanen, hehe ….

Yang dapat aku ambil dari pengalamanku ini, nggak semua proses saling jatuh cinta di antara dua sahabat itu berjalan sesua keinginan. Ada orang-orang yang ditakdirkan HANYA menjadi sahabat, dan itu adalah yang terbaik. Seperti aku dan dia. Aku suka, dia suka. Waktu jadian, nggak berjalan dengan baik. Pada akhirnya kita ‘terlempar’ kembali ke takdir menjadi sahabat, dan kita masih nyaman menjalaninya. Aku udah move on. Ternyata memang lebih nyaman menjadi sahabat daripada pacar. Sahabat itu tidak mengekang. Persahabatan itu bebas. Meski nggak bisa bersatu dengan nama cinta, kita masih punya ikatan sahabat. Kita masih saling mendampingi dan saling mendukung,

Jadi, kalau kalian pernah jatuh cinta sama sahabat, pacaran, lalu putus, jangan jadikan cinta sebagai kambing hitam, ya ^^ akui saja, pasti hal bernama cinta itu pernah membawa kebahagiaan buat kalian. Dan seperti aku dan dia, awalnya sahabat, berakhir pun tetap sahabat.

Ok! Good luck buat yang pernah atau lagi jatuh cinta sama sahabat!

Horeeeeeh! Selamat ya untuk Salsabilla, kamu akan segera menikmati naik turunnya kisah Ren dan Seva di novelnya. 🙂

Silakan segera kirimkan data dirimu berisi nama lengkap, alamat kirim, dan nomor telepon atau nomor handphone ke e-mail saya di ayamurning@gmail.com dengan subjek Pemenang Giveaway Forever and Always. Konfirmasimu saya tunggu paling lambat 2×24 jam ya. Kalau tidak mengabari sebelum batas waktu itu, maka saya akan pilih pemenang yang lain.

Untuk yang lain yang belum menang, jangan sedih dong. Ayo coba lagi di lain waktu. Oh ya, saat ini masih berlangsung loh blog tour dan giveaway Secret of Heart di blog ini hanya sampai tanggal 1 Maret 2016. Yuk buruan ikutan sebelum terlambat. Good luck! 😉

Advertisements

4 thoughts on “[BlogTour] Giveaway Winner: Forever and Always by Jenny Thalia Faurine

  1. wah nggak nyangka—-
    terima kasih banyak! segera konfirmasi~

    Like

  2. Panjang ya jawabannya haha. Selamat mbae, sukses terus kerja samanya sama penulis penulis ketje ituh.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s