[BlogTour] Giveaway: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta by Suarcani

Hello, fellas!

Tibalah kita di post ke-2 dalam rangka blog tour novel SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA persembahan Suarcani dan JOPH. Sudah pada baca review novelnya di post yang sebelumnya, kan? Kalau belum, silakan dibaca dulu deh biar kalian tambah yakin. Atau mau langsung ke bagian giveaway aja? Baiklah. Apa sih yang nggak buat kalian? XD Mari langsung capcus ke aturan mainnya di bawah ini.

Continue Reading

[BlogTour] Review: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta by Suarcani

Hai, kawan-kawan!

Selamat datang kembali di blog saya dalam rangka pelaksanaan blog tour novel SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA karya penulis Suarcani yang diterbitkan oleh Jendela O’ Publishing House. Dalam kesempatan kali ini, saya selaku host ke-3 akan berbagi resensi sekaligus 1 buah novel SMPKB buat kalian sebagai salah satu peserta beruntung.

Post blog tour dibagi dua: yang pertama adalah post review dan selanjutnya menyusul post giveaway pada pukul 11:00 WIB nanti buat yang mau dapetin novel ini secara gratis. Pokoknya pantengin aja terus, ya! 😉

Sekarang mari kita simak dulu yuk bagaimana isi buku dan ceritanya melalui resensi dari saya di bawah ini. Check this out!

COVER SMPKB

Judul: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta
Penulis: Suarcani
Penerbit: Jendela O’ Publishing House
Penyunting Naskah: Yenita Anggraini
Penyelaras Aksara: Deasy Serviana
Perancang Sampul: eSLC Project
Penata Letak: Refa Annisa
Cetakan: Pertama
Terbitan: Maret 2016
Tebal: vii + 226 Halaman
Genre: Slice of Life

ORDER NOW!

banner jual SMPKB

BLURB

Kompasmu, apakah kamu memperhatikannya? Ada dua arah di sana. Utara dan selatan. Sama halnya seperti matamu sendiri, arah itu menyelamatkanmu dari kesesatan. Tapi kompas milikku buta. Tidak ada utara selatan dalam hidupku, semua hanyut dalam ketakutan dan masa lalu. Lima belas tahun penjara mencuri jarum kompasku dan setelah bebas, aku pun masih belum tahu ke mana arah hidupku.

Aku pembunuh, korban hasrat yang menyimpang. Dunia luar menungguku, berpura-pura menyambutku dengan semarak, untuk kemudian kembali meremukkanku dalam ketakutan.

Aku butuh jalan, butuh mata kompasku. Apakah kamu bisa membantuku menemukannya?

Aku Ravit, bekas tahanan yang kini kembali terpenjara rasa takut.

Continue Reading