[BlogTour] Giveaway: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta by Suarcani

Hello, fellas!

Tibalah kita di post ke-2 dalam rangka blog tour novel SATU MATA PANAH PADA KOMPAS YANG BUTA persembahan Suarcani dan JOPH. Sudah pada baca review novelnya di post yang sebelumnya, kan? Kalau belum, silakan dibaca dulu deh biar kalian tambah yakin. Atau mau langsung ke bagian giveaway aja? Baiklah. Apa sih yang nggak buat kalian? 😄 Mari langsung capcus ke aturan mainnya di bawah ini.

Banner BT & GA SMPKB

Tersedia 1 eksemplar novel SMPKB dari JOPH buat 1 pemenang yang beruntung dari giveaway di sini. Bagi yang mau ikutan, silakan simak syarat dan ketentuannya di bawah ini:

1. Peserta berdomisili di Indonesia atau punya alamat kirim di wilayah NKRI.

2. Follow blog ini melalui akun (W) atau bisa juga lewat e-mail. Klik saja tombol di sidebar pojok kanan bawah.

3. Follow twitter @murniaya @alhzeta @JOPHouse.

4. Bagikan link post ini di media sosialmu. Bebas di mana saja. Pakai hashtag #SMPKB. Kalau kalian share di twitter, mention juga 3 akun di atas.

5. Simak dan tinggalkan jejak komentar mengenai bukunya di post Review: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta.

6. Cantumkan nama, twitter atau e-mail, domisili, dan link share kalian di kolom komentar di bawah ini. Jawab juga pertanyaan berikut:

SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.
ATAU
SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
COBA PILIH SALAH SATU DAN SERTAKAN ALASANNYA, YA!

Jawablah secara singkat dalam 7-8 kalimat saja. Nggak usah terlalu panjang, yang penting langsung ke intinya. 🙂

7. Akan dipilih 1 pemenang yang menurut saya jawabannya oke dan tentunya telah memenuhi semua syarat giveaway. Maka jawablah sebagus, sejujur, dan setulus mungkin.

Sudah. Itu saja syaratnya. Nggak susah kan? Nggak dong ya hehehe. Giveaway ini berlangsung selama 6 hari saja sampai tanggal 30 April 2016 pukul 23:59 WIB. Lewat dari jam itu, jawabannya nggak akan saya hitung.

Pengumuman pemenang giveaway akan dilakukan lewat akun @JOPHouse di penghujung blog tour pada tanggal 28 Mei 2016. Para pemenang dari semua host blog tour akan diumumkan secara bersamaan pada hari itu. Jadi, jangan lewatkan buat ikutan giveaway-nya dari setiap host agar kesempatan kalian dapetin buku ini secara gratis jadi semakin besar.

Pada tanggal 28 Mei 2016 juga akan ada sesi ASK AUTHOR Suarcani di akun @JOPHouse. Buat kalian yang masih penasaran dengan penulis asal Bali satu ini dan ada hal yang ingin ditanyakan pada beliau, silakan siapkan pertanyaan kalian.

Nah, tunggu apa lagi? Ayo segera ikutan dan jangan lupa banyak berdoa ya, gaes. Saya tunggu banget lho partisipasi dari kalian. Syaratnya mudah, bukunya bagus pisan. Kalau nggak ikutan kan sayang banget atuh. Hehehe.

Good luck! 😉


Note: bagi kalian yang berminat ingin memiliki novel ini secara langsung tanpa ikutan giveaway-nya dulu, kalian bisa beli dan pesan bukunya atau baca versi e-book melalui beberapa toko buku online yang tertera pada banner di bawah ini.

ORDER NOW!

banner jual SMPKB

Advertisements

33 thoughts on “[BlogTour] Giveaway: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta by Suarcani

  1. Nama : Markhamah
    Twitter:@ivedvedi
    email : ivedvedi@gmail.com
    Domisili : Kediri
    Link share : https://mobile.twitter.com/ivedvedi/status/724456372536926208

    Jawaban : SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    sebab, sesuai dengan pemakain ejaan yang sempurna. lebih ke baku.
    Bila, dibaca lebih enak dan nyambung. tidak berbelit.

    Like

  2. Nama: Arien Prakasari
    Twitter: @Arrinn_Kka
    Email: arinprakasari@yahoo.co.id
    Domisili: Mojokerto
    Link Share : https://twitter.com/Arrinn_Kka/status/724461452568846336
    Saya lebih memilih SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL. Karena apapun yang terjadi hidup harus tetap berjalan dengan baik dan bebas tanpa adanya tekanan dari segi apapun dan jalani hal-hal yang ingin kita lakukan karena hidup itu singkat 🙂 just do it! 😉

    Like

  3. Fitriscia Jacilia

    Nama: Fitriscia Jacilia
    Twitter: @jacilpo
    Email: fitrisciajacilia@gmail.com
    Domisili: Jakarta
    Link Share: https://twitter.com/jacilpo/status/724474280713428992

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    Karena, lebih baik memiliki perasaan yang bebas, sehingga rasanya tanpa beban, daripada memiliki perasaan yang terasa seperti terkunci dan terasingkan dalam melakukan sesuatu, dimana dengan adanya perasaan ini malah akan menambah beban dalam beraktivitas dana khirnya menjadi tidak leluasa.

    Like

  4. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Email : kazuhanael[underscore]ratna[at]yahoo[dot]co[dot]id
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/724471709198225408

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL. Kalimat ini terasa lebih enak dan terkesan tetap merasa bahagia meski sedang terisolasi. Dalam artian kebebasan itu tetap bisa dinimati di mana saja asal selalu positif. Pikiran yang positif akan membuat perasaan menjadi baik juga. Melegakan dan menyenangkan.

    Like

  5. […] [Blog Tour] Giveaway: Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta by Suarcani […]

    Like

  6. Nama : Nyi Penengah Dewanti
    Twitter :@nyipenengah
    email : nyipenengahdewanti@gmail.com
    Domisili: Jawa Tengah
    Link Shared : https://twitter.com/NyiPenengah/status/724487575398920192

    Jawab:
    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.

    Semacam kita sedang berada di depan layar komputer, lalu dikurung tidak boleh ke mana-mana namun kita bisa menjelajah dunia dengan internet.

    Like

  7. Hana Fathimah
    Twitter : @hanafathimah
    DIY
    Email : mayyoseptia[at]gmail[dot]com
    https://twitter.com/hanafathimah/status/724491550315540480

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI. Secara lahir aku bebas, tapi batin tertahan oleh ekspektasi orang-orang.

    Like

  8. Arie Pradianita | @APradianita | Sukabumi

    https://twitter.com/APradianita/status/724522207007764480

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KEMANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.

    Terisolasi sama saja dengan dipenjara, tak ada bedanya dengan narapidana yang terisolir di lapas. Jasmani yang bebas, bisa pergi kemana saja dan melakukan apa saja. Kebebasan itu mahal harganya dan yang namanya perasaan itu selalu berubah-ubah seiring dengan berjalannya waktu.. 🙂 Perasaan terisolasi dapat dihilangkan dengan berbagai macam cara, asal ada keinginan yang kuat seperti kata pepatah keren “there is a will, there is a way”. Beberapa cara berikut ini dapat membantu teman-teman untuk menghilangkan perasaan terisolasi: 1) Berhentilah membandingkan kehidupan teman-teman dengan kehidupan orang lain; 2) Bicara tentang media, perhatikan apa yang teman-teman baca atau bagaimana itu mempengaruhi keyakinan dan perasaan teman-teman tentang kehidupan; 3) Belajarlah menikmati perasaan sepi; 4) Temukan sesuatu yang dapat teman-teman lakukan, sesuatu yang sangat teman-teman sukai; 5) Bersabar; 6) Berpartisipasi dalam kegiatan untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung; 7) Ubah pikiran negatif dengan rasa syukur; 8) Ingat, emosi itu seperti musim yang datang dan pergi dalam pikiran teman-teman; 9) Atasi perasaan iri, benci dan kemarahan dengan cara ikut konsultasi, meditasi yoga atau membawanya dalam doa; 10) Matikan komputer atau tinggalkan kesibukan teman-teman, mulailah berinteraksi dengan orang lain.

    Like

  9. Nama : Princessa Ayudha

    Twitter atau e-mail : @cheesychesa / Cessa.ayudha@gmail.com

    domisili : Pekanbaru

    Link share : https://mobile.twitter.com/cheesychesa/status/724549962361491463

    Jawaban :

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.

    Karena saya merasa punya tanggung jawab pada diri saya sendiri dan masa depan saya. Tidak ada yang melarang saya melakukan apa saja dan kemana saja asal saya tau diri. Merasa terisolasi karna tersadar akan apa yang saya lakukan dan juga terpikir lebih banyak manfaat atau dampaknya.

    Like

  10. Nama: Annisa Hanako Nurfarah Cayani
    Twitter: @AnnisaHanako
    Domisili: Pekanbaru
    Link share: https://twitter.com/AnnisaHanako/status/724644871688998913
    Jawaban:

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS MELAKUKAN BANYAK HAL
    Alasan: Karena, bukankah percuma saja raga hidup, tetapi jiwanya mati? Dan terus menuntut banyak hal, tanpa tahu jiwa yang ada sudah mati, tanpa adanya tanda-tanda kehidupan? Ya, itu sangatlah percuma.
    Karena saya berpikir, biarlah raga saya seperti terisolasi, atau mungkin bisa dibilang terkekang. Asalkan jiwa saya bebas dalam menentukan banyak hal yang saya inginkan.

    Like

  11. Oktabri | http://twitter.com/0ktabri / oerwandra@gmail.com | Prabumulih, Sumsel | https://twitter.com/0ktabri/status/724829312835309572

    Sejujurnya saat ini aku sedang dalam keadaan sedang bebas, bisa pergi ke mana saja dan melakukan apa saja, tapi merasa terisolasi. Terisolasi pada apa? Banyak hal, di antaranya yaitu kondisi keluarga yang memengaruhi pekerjaan saat ini yang berdampak pada keadaan finansial. Karena keadaan keluarga sedang tidak baik, aku terhalang untuk mencari pekerjaan baru yang bisa memperbaiki keadaan finansialku sehingga aku bebas membeli buku, membeli bensin, pulsa dan paket data, sampai membahagiakan adik-adik dan ibuku dengan memanjakan mereka.
    Karena itu jelas aku ingin memilih keadaan sebaliknya, terisolasi tapi merasa bebas bisa melakukan banyak hal. Aku menginginkan pekerjaan yang membuatku sukarela terisolasi dan tak bebas bergerak, tetapi aku dapat terus menjaga baik-baik kondisi keluargaku dan memiliki dukungan finansial yang lebih dari cukup untuk membebaskanku membeli buku sebanyak apa pun, mengirim adik-adikku ke kampus dan sekolah yang baik, juga membahagiakan ibu.

    Like

  12. Nama :Rissya Mutya Prima
    Twitter : @RMP2982
    Domisili : Bandar lampung
    Link Share : https://twitter.com/RMP2982/status/724872857075998720

    Jawaban :
    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.

    Karena kita semua memiliki kebebasan yang hakiki dalam diri kita untuk menentukan apa yang ingin kita lakukan, punya dua kaki yang bebas untuk melangkah kemana saja. Itulah diri dan jiwa kita yang memiliki kebebasan. Namun, kebebasan itu terisolasi memiliki batas yang dinamakan logika, prinsip, RAS, dan kehendak. Baik kehendak diri yang membatasi, kehendak orangtua yang mengadili, dan kehendak Tuhan yang mengakhiri.

    Like

  13. Putri Prama A.
    @putripramaa
    anantaprama@yahoo.co.id

    Aku memilih SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI karena aku hanya ‘merasa’ terisolasi padahal faktanya aku bebas. Aku bisa melakukan apa saja yang aku suka dan aku bisa pergi ke mana saja, dan aku bisa membuat diriku TIDAK MERASA TERISOLASI lagi dengan melakukan apa saja yang aku suka dan pergi ke tempat yang aku suka. Jiwa dan raga bagiku menyerupai sistem, kalau kita benar-benar mau maka akan ada effort yang kita lakukan untuk mewujudkannya, sedangkan jika kita tidak benar-benar mau maka nggak akan ada effort yang kita lakukan. Dengan aku bebas, maka aku bisa berusaha agar hidupku lebih baik lagi selama kita bisa memilih jalan yang pas untuk hidup kita.

    Like

  14. Nama : Heni Susanti
    Akun : @hensus91
    Email : henis_minozz@yahoo.com
    Domisili : Pati – Jawa Tengah
    Link Share : https://twitter.com/hensus91/status/725196084176404481

    Aku pilih SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    Alasannya karena jika aku bisa bebas melakukan banyak hal terutama kegiatan-kegiatan yang aku sukai maka walaupun sedang terisolasi hal itu tetap tidak akan terasa. Aku tetap akan bisa merasa bahagia. Perasaan terisolasi pastilah hanya fatamorgana. 😀 Ibaratnya terisolasi itu bukan masalah tempat atau lingkungan sih, tapi lebih kepada bagaimana kita menyikapi keadaan.

    Demikian dan terima kasih kesempatannya 🙂

    Like

  15. Nama : Humaira
    Twitter : @RaaChoco
    E-mail : humairabalfas5@gmail.com
    Domisili : Purwakarta – Jawa Barat
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/725309752318681088?p=v

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.

    Semua tindakan ada batasannya. Apa yang menurut aku baik belum tentu dengan pendapat keluarga. Sebenarnya mungkin bukan terisolasi, tapi terkekang. Jadi setiap melakukan hal dan kemana pun pergi, pikiranku selalu terkunci pada aturan keluarga dan stigma masyarakat.

    Like

  16. Nama :: Siti Elmanah
    Twitter :: @Araharuu
    email :: Sitielmanah4@gmail.com
    link share :: https://mobile.twitter.com/AraHaruu/status/724943159147433984?p=v

    Jwb ::
    Aku memilih pilihan Kedua, karena aku melihat dari sudut lebih baik ‘Sedang terisolasi (yang ibaratnya aku bekerja tapi tidak punya waktu di rumah) tapi merasa bebas (karena kewajiban aku terpenuhi). Karena bebas bukan hanya sekedar ‘Pikiran dan berkelana lalu bebas melakukan apapun’… Lebih spesifiknya *versiaku* bebas itu saat hati tentram karena semua tagihan sudah dibayar :’3 *curhatdikit*

    Like

  17. Nama: Wulan Kharisma
    Twitter: @wulankha
    E-mail: wulankharisma30@gmail.com
    Domisili: Jakarta
    Link share: https://twitter.com/wulankha/status/725374483989553152

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.

    Seperti seseorang yang raganya hidup, tetapi jiwanya mati. Ia tidak bisa menikmati arti kehidupan yang sesungguhnya. Contohnya saja seorang anak yang hidup bergelimang harta, ia bebas membeli apa saja yang ia mau dengan uang yang ia punya, tetapi tidak pernah mendapat kasih sayang dari orang tuanya. Buat apa banyak uang tetapi hanya raganya saja yang senang namun jiwanya tidak. Lebih baik hidup di dalam kesusahan namun mendapatkan limpahan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Karena arti hidup yang sesungguhnya ialah memuaskan jiwa, bila jiwa kita merasa bebas maka semua beban pun akan terangkat. Karena nantinya yang akan mati itu raga bukanlah jiwa.

    Like

  18. Nama: Nur Annisa
    Twitter: @YoshikuniNhora
    Domisili: Samarinda
    Link share: https://twitter.com/YoshikuniNhora/status/725546641344733184
    Jawaban:
    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.
    Karena bisa pergi dan melakukan banyak hal nyata adalah kenikmatan dari suatu kebebasan. Kalaupun merasa terisolasi, bukan berarti rasa terisolasi itu tidak bisa dirubah. Dengan pergi ke mana saja dan melakukan apa pun, bisa saja rasa terisolasi itu perlahan akan hilang. Setidaknya kita bisa melakukan hal yang benar-benar real untuk mengatasi rasa terisolasi tersebut. Dibanding dengan hanya berandai-andai tentang kebebasan tapi kenyataannya tidak.

    Like

  19. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    e-mail: auliyati.online@gmail.com
    domisili: Serang
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/725570621061521408

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    Aku memang tipe orang pendiam yg suka menyendiri. Kadang aku sibuk sendiri dengan duniaku, dan aku menikmatinya. Jadi tidak masalah jika berada di tempat yg terisolasi, dan jika bisa merasa bebas bisa melakukan banyak hal itu akan sangat menarik karena bisa lebih membuat aku kreatif. Terkadang hidup memang membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri, lepas dari kepenatan dan rutinitas hidup, dan saat itu kita bisa menjadi bebas.

    Like

  20. Nama: Vanissa SMF
    Twitter/e-mail: @vanissasmf / vanissasmf@yahoo.com
    Domisili: Cirebon, Jawa Barat
    Link share: https://twitter.com/vanissasmf/status/725640306524229632

    Saya lebih memilih untuk menjawab SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    Kenapa? Awalnya memang akan terasa penat sekali karena terisolir. Tapi, lambat laun, dengan rasa bebas yg muncul, saya akan dapat menikmati hal apapun yg saya lakukan, yg pastinya dapat membuat saya bahagia meskipun saya sedang terisolir. Keluar dari yg tadinya saya asumsikan sbg (not so) comfort zone saya saat terisolir, justru akan membuat saya lebih merasakan kehidupan. Bahkan, dengan secuil apapun rasa kebebasan yg dapat saya rasakan itu, dapat membuat saya terbebas dari rasa terisolir, till there’s no more isolation.
    Live boldly.

    Like

  21. Nama : Dhita Ayu Pramesti
    Twitter : @dditayp
    E-mail : pramudhitay21@gmail.com
    Domisili : Cimahi
    Link share : https://twitter.com/dditayp/status/725784610408267776

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.

    Jika raga yang hanya bisa bebas menjalani kehidupan tetapi batin terbelenggu rasa terikat yang tidak nyaman, untuk apa? Dari batin yang terbelenggu/terisolasi apa bisa seorang manusia bebas merasakan nikmat kehiduoan yang sebenarnya? Sayapun ragu untuk menjawab ya karena kebebasan yang fana ada pada rasa puas yang dirasakan di fisiknya saja, tidak dengan batinnya. Sedangkan kebebasan yang abadi adalah rasa yang dirasakan seseorang dengan ketenangan batin yang akhirnya ia rasakan meskipun pada keyataanya fisiknya tidak bisa bebas. Percayalah, jika batin manusia ada perasaan yang mengganjal, tidak nyaman, atau bahkan sampai “sakit”, maka mau tidak mau fisiknya pun perlahan akan mengikuti, karena batin/jiwa manusia adalah cerminan dirinya sendiri. Meskipun nantinya akan tersadar jika dia sedang terisolasi, tapi itu jauh lebih baik.

    Like

  22. nama : Tanya Fransisca
    twitter : @TanyaFcsh_
    domisili : Tangerang
    link : https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/725598266000175108

    SEDANG TERISOLASI , TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    krn pada dasarnya kita memang sudah terisolasi.
    Terisolasi pada tubuh yg fana ini. Tapi Tuhan masih sangat baik dgn memberi kita kebebasan utk melakukan sesuatu.
    Kalimat itu terasa mengajarkan utk slalu bersyukur.
    Dimanapun kita ada yg penting merasa nyaman bukan?
    Dan kebebasan itu salah satu kenyamannya yg bisa kita dapatkan

    Like

  23. Fetreiscia Frida

    Nama: Fetreiscia Frida
    Twitter: @fetreisciafrida
    Email: fetreisciafrida@gmail.com
    Domisili: Jakarta
    Link share: https://twitter.com/fetreisciafrida/status/725856931554856961

    SEDANG TERISOLASI , TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    Karena disini jiwa kreatifmu akan bekerja, ga harus pergi kemana saja untuk bisa mengerjakan banyak hal. Dengan berada di satu tempat/daerah kita juga bisa membuat banyak hal. Memanfaatkan segala yag ada disekitar kita, internet, dan pengetahuan kita bisa melakukan apapun. Kita jadi bisa belajar bawa ang ada di sekitar kita yang kita miliki itu berharga dan bernilai.

    Like

  24. Nama: Shelly
    Twitter : @shelly_fw
    Domisili : Bandung
    Link share: https://twitter.com/shelly_fw/status/725906074163761152

    Jawaban:
    Sedang terisolasi, tapi merasa bebas bisa melakukan banyak hal adalah pilihan saya. Bagi saya, imajinasi yang bebas adalah segalanya. Kebebasan yang hakiki bagi saya adalah kebebasan batin dan juga kebebasan berimajinasi. Saya sering merasa seperti ini dan saya nyaman-nyaman saja dengan keadaan begini. Untuk apa terisolasi secara batin? Bagi saya itu menakutkan. Jadi saya pilih sedang terisolasi, tapi merasa bebas bisa melakukan banyak hal.

    Like

  25. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com
    https://twitter.com/RiniCipta/status/726073634708549635

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    Anggap saja, terisolasi itu hanya diam di rumah dan tidak pergi kemanapun. Aku tipikal orang yang bisa nyaman dengan keadaan ini. Seharian tanpa keluar rumah bisa ku lakukan, karena memang rumah adalah tempat terbaikku untuk menyepi. Di rumah nggak pernah membuatku bosan karena ada banyak hal yang bisa dilakukan. Cukup berikan aku buku, alunan musik dan tempat yang tenang atau biarkan aku berinteraksi dengan anggota keluargaku. Hal-hal itu sudah cukup 🙂

    Like

  26. Nama : Agatha Vonilia M.
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    E-mail : agathavonilia@gmail.com
    Domisili : Jember
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/726274640532774912

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI

    Berpetualang dan mencari potensi serta jati diri baru aku akan terlepas dari kukungan yang terasa menjerat. Seperti Ravit yang akhirnya berpetualang ke Bali meskipun hati masih terisolasi, di Bali lah Ravit menemukan kunci yang benar-benar akan membebaskannya. Terkadang satu mata panah tidak menembus jantung. Terkadang kompas yang buta malah akan menunjukkan jalan. Terkadang hal yang kita takutin malah akan membantu kita untuk menemukan harapan baru. Satu mata panah pada kompas yang buta membukakan jalan bagiku untuk terus melangkah dan memantapkan diri bahwa Tuhan telah menunjukkan jalan yang benar.

    Like

  27. Wardah
    @missfiore_
    Jogja

    Saya pilih yang kedua: SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL

    Alasannya? Bagi saya bebas itu masalah hati, masalah pikiran, masalah jiwa, masalah nonfisik. Kebebasan yang sejati bukanlah bisa ke mana saja dan melakukan apa pun tanpa dikendalikan, tetapi kebebasan itu sejatinya ada dalam diri. Diri yang bebas, meski berada dalam kondisi terjepit, terisolasi, pasti tetaplah diri yang bebas. Diri yang bebas tidak terikat hal-hal fisik berupa ruangan gelap, rumah kecil, dll maupun hal-hal duniawi macam karir, prestise, gengsi, tradisi, dll. Diri yang bebas berarti “memiliki dirinya sendiri”.

    Like

  28. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    E-mail : triwahyuni.irawan3@gmail.com
    Domisili : Ciamis
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/726406827252936704

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.

    Yah, saya pilih point itu. Kebebasan buat saya adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Untuk saya pribadi, hidup yah berarti kamu boleh melakukan apa pun sesuai maumu tanpa ada yang larang-larang walau tentu catatannya perlu ada batasan yang mesti sudah dipahami oleh diri sendiri. Problem merasa terisolasi sebenarnya bukan suatu masalah besar bagi saya karena sejauh ini beberapa kali saya pernah berada dalam kondisi macam begitu. Tidak enak memang, di anggap transparan, tidak di dengar dan di ragukan tapi toh selain mendapatkan apa yang kita inginkan kadang kita juga harus rela kehilangan beberapa hal. Ini jelas tidak mudah, namun bukankah dengan menjadi bebas pola pikir juga bisa lebih terbuka? Merasa terabaikan sedikit atau banyak pun anggap saja itu bayaran karena sudah diijinkan untuk menjadi diri sendiri.

    Like

  29. Nama: Thia Amelia
    Twitter: @Thia1498
    e-mail: thia.amelia18@yahoo.co.id
    link share: https://twitter.com/Thia1498/status/726412780966797312

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.
    ATAU
    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.
    COBA PILIH SALAH SATU DAN SERTAKAN ALASANNYA, YA!

    Saya memilih SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL. Bebas adalah salah satu hal yang akan membuatmu bahagia hidup didunia ini. Walaupun terisolasi, jika jiwamu bebas maka tetap saja kebahagiaan akan datang menghampiri. Saya sudah sering merasakan sedang bebas, bisa pergi kemana saya dan melakukan apa saja tapi merasa terisolasi. Dan itu tidak enak, perasaan seperti sedang dihantui selalu muncul dalam benak saya, melihat pemandangan alam yang indah, tapi pemikiran sedang ada di tempat lain, dan itu membuat saya stres. Tapi, jika pikiran mu plong walaupun ditempat yang hanya itu-itu saja, kita akan merasakan kebahagiaan. Jadi, saya memilih SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.

    Like

  30. Nama : Ratih M
    Twitter : Jju_naa
    Domisil : Palembang
    Link : https://mobile.twitter.com/Jju_naa/status/726414852827152384?p=v

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.

    Menurut aku, lebih baik fisik yg terkurung tapi pikiran bisa bebas dari pada fisik bebas berkeliaran tapi selalu dihantui perasaan was-was setiap mau melakukan sesuatu.

    Karena saat pikiran/perasaan kita yang terkurung, itu lebih melelahkan karena kita enggak bisa bebas, sekalipun bebas bawaannya itu ga tenang. Imbas juga ke kegiatan -bebas- yg sedang kita lakuin. Semuanya berasa salah. Kaya Beban, tapi ga tahu harus di apain.
    Aku ga bisa hidup dalam kecemasan, aku butuh ketenangan.
    Hidup dengan tenang itu lebih menyenangkan.

    Like

  31. Nama : Ratih M
    Twitter : Jju_naa
    Domisil : Palembang
    Link : https://mobile.twitter.com/Jju_naa/status/726414852827152384?p=v

    SEDANG TERISOLASI, TAPI MERASA BEBAS BISA MELAKUKAN BANYAK HAL.

    Menurut aku, lebih baik fisik yg terkurung tapi pikiran bisa bebas dari pada fisik bebas berkeliaran tapi selalu dihantui perasaan was-was setiap mau melakukan sesuatu.

    Karena saat pikiran/perasaan kita yang terkurung, itu lebih melelahkan karena kita enggak bisa bebas, sekalipun bebas bawaannya itu ga tenang. Imbas juga ke kegiatan -bebas- yg sedang kita lakuin. Semuanya berasa salah. Kaya Beban, tapi ga tahu harus di apain.
    Aku ga bisa hidup dalam kecemasan, gabisa konsen, semuanya bisa buyar, jadi aku butuh ketenangan.
    Hidup dengan tenang itu lebih menyenangkan.

    Like

  32. nama : mukhammad maimun ridlo
    twitter : @MukhammadMaimun
    e-mail : maimun_ridlo@yahoo.com
    domisili : sleman
    link share : https://twitter.com/MukhammadMaimun/status/726418227262197760

    SEDANG BEBAS, BISA PERGI KE MANA SAJA DAN MELAKUKAN APA SAJA, TAPI MERASA TERISOLASI.

    Kelihatan bebas ngapain aja, kemana aja kelihatannya enjoy. Tapi merasa banget kalau terisolasi karen ga ada yang nyapa, ga ada yang kenal, ga ada yang peduli.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s