[Review] Delicious Marriage by Indah Hanaco

Judul: Delicious Marriage
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Grasindo
Editor: Anin Patrajuangga
Desainer kover: Chyntia Tedy
Penata isi: Putri Widia Novita
Cetakan: Pertama
Terbitan: Februari 2015
Tebal: VI + 234 Halaman
Genre: Romance

BLURB

Milly Regitha

Sangat tahu bagaimana rasanya tatkala cinta berubah menyakitkan. Terluka dan sulit memercayai orang lain, hingga bertemu seorang lelaki lamcang.

Keith Bertram

Semua kisah asmara di masa lalunya mendadak tak lagi bermakna saat bertemu perempuan bermata muram itu. Dorongan tak tertahankan yang ganjil membuatnya ingin menjadi penyembuh apa pun risikonya.


Milly akhirnya membuka hati saat menyadari bahwa hidupnya memang penuh risiko. Cinta pun bertumbuh tanpa bisa dicegah. Namun, bahkan di minggu pertama pernikahan mereka, badai mulai bergulung. Keith harus bersabar tapi Milly terlalu muak dengan orang-orang yang ingin mencampuri hidupnya. Mungkinkah sentuhan cinta bisa jadi penawar untuk segalanya?

REVIEW

“Kenapa susah buatmu untuk percaya kalau aku benar-benar tertarik padamu, Mil? Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan trauma berkepanjangan.” — Keith (hlm.5)

Sebagai konsultan bridal di Maharani, Milly sangat menikmati hari-harinya dengan pekerjaannya itu, walau pun kini dengan status sebagai janda. Ia telah bercerai dengan Adam–mantan suaminya–sejak beberapa tahun yang lalu dan belum sempat memiliki anak. Kegagalannya berumah tangga membuat Milly sungkan memulai hubungan kembali dengan lelaki. Namun, ketenangan hidup Milly tak berlangsung lama karena ada seorang lelaki yang tiba-tiba selalu muncul di hadapannya.

“Seorang playboy tetaplah playboy. Mungkin saat itu kau cuma sedang bosan. Kebiasaan yang sudah mendarah daging nggak akan pernah benar-benar hilang.” — Milly (hlm.5)

Keith merupakan pemilik resto bernama Premier yang tak jauh dari Maharani. Lelaki itu tak hentinya mendekati Milly karena ia penasaran apa sebab yang membuat wanita itu terlihat murung lewat pancaran matanya. Keith yang selama ini dikenal playboy itu tiba-tiba hatinya tergerak ingin membahagiakan Milly. Bahkan pada pertemuan pertama mereka, Keith tak ragu langsung meminta Milly untuk makan malam dengannya, tetapi langsung Milly tolak karena ia tak kenal sama sekali dengan lelaki setengah bule itu.

“Kau nggak boleh menolakku berkali-kali, itu nggak manusiawi. Murah hati sedikit ya, Mil? Satu kesempatan saja, aku cuma minta itu.” — Keith (hlm.13)

Berbagai cara Keith lakukan agar permintaannya diterima dan Milly tak lagi mengusirnya. 4 bulan penolakan, suatu hari Milly justru menerima tawaran Keith untuk menemaninya datang ke acara pernikahan Keke–adiknya Adam, mantan adik iparnya yang masih akrab hingga sekarang.

“Aku tahu, kau nggak berniat mengajakku. Aku yang menawarkan diri untuk menemanimu. Kau sendiri yang bilang, pasti datang ke acara itu. Apa kau kira datang sendiri ke sebuah resepsi dan bertemu mantan suami itu… enak?” — Keith (hlm.13)

Sejak itu mereka jadi makin dekat, bahkan Keith tak sungkan mengungkapkan kalau ia ingin sekali mengencani Milly. Namun satu ucapan Milly membuat Keith tersinggung dan menghilang. Ia tak pernah lagi ia menemui Milly seperti biasanya. Lalu satu ucapan pelanggannya membuat Milly sadar dan langsung menemui Keith.

Entah berapa kali dia mengusir Keith tatkala datang ke Maharani. Namun, selain sangat ahli bersikap santai, Keith juga orang yang gigih dan agak tak tahu malu. Hingga lama-kelamaan sikap Milly melunak. Hatinya juga. — (hlm.19)

Dengan segala persiapan yang mendadak, mereka pun langsung menikah dan langsung berbulan madu ke Bali. Bagaimana perjalanan kisah rumah tangga mereka selanjutnya? Prahara apa saja yang datang mengancam?

LET’S PEEL IT…

Sesuai judulnya: DELICIOUS. Ibarat permen nano-nano, rasanya campuran dari manis, asem, asin, pedas. Manis dari ketulusan dan kegigihan Keith demi mendapatkan Milly, asem dari masa lalu Milly yang sungguh menyakitkan bagi dirinya, asin dari masa lalu Keith yang terkenal playboy dan punya banyak mantan cewek yang dulu dekat dengannya, dan pedas dari keusilan Rachel–kakak Keith–yang suka ikut campur dan seperti memperkeruh suasana rumah tangga Keith & Milly.

Saya terpana dengan karakter Keith di sini sangat kuat. Sebegitunya dia ngejar Milly tanpa kenal lelah meski berkali-kali ditolak dan diusir. Dia juga orang yang sangat terbuka dan jujur soal perasaannya. Tetapi jika dia sudah cemburu, ya ampun, bisa jadi serem banget begitu. Sedangkan Milly yang tadinya kukira pendiem dan kalem, eh ternyata pas sudah menikah malah……. wow, bikin Keith nggak bisa memalingkan muka. 😂

Tokoh Rachel dihadirkan dengan karakter yang sangat rese’ sehingga mampu memainkan emosi pembaca. Saya dibuat kesal setengah mati oleh tingkah kakaknya Keith ini. Tetapi sayangnya sampai akhir pun seperti tak ada penyelesaian yang kongkrit antara Keith-Milly dengan Rachel.

Ada juga Refe dan Phillip sebagai penyegar suasana. Mereka bisa hadir untuk membuat ramai dan menggoda Keith-Milly sebagai pengantin baru. Saya suka karakter jahil seperti mereka. Tapi, saya agak heran dengan tokoh Ethan. Dia seolah muncul begitu saja kemudian juga langsung menghilang tanpa kabar.

Masuk ke bab 23, emosiku paling memuncak di sini. Aku sempat merutuki dan menyumpahi Keith mengapa ia bisa se-careless itu untuk begitu saja mengambil keputusan tanpa memikirkan dampaknya? Yah, kalau kalian baca sendiri, kalian juga akan tahu rasa dongkolnya seperti apa. 😅

Pengembangan konfliknya bagus. Tidak terburu-buru namun berkesinambungan dengan apa yang sudah dihadirkan di depan cerita. Membaca novel ini seperti rollercoster–kadang dibuat senyam senyum dengan keromantisan Keith dan Milly, kadang dibuat panik oleh kelakuan Rachel, kadang juga dibuat kesal dengan sikap keduanya yang tak bisa menahan amarah dan rasa cemburunya masing-masing.

Ada satu hal yang nanggung, yaitu di mana kelanjutan kisah Refe dan Janna–adik Milly–yang sempat menggelitikku untuk mengetahui ending mereka berdua? Saya sudah sangat menunggu cuplikan kelangsungan chemistry benci-tapi-suka yang mereka tunjukkan. Sepertinya misteri chemistry di antara keduanya ini patut dipertanyakan. Atau bisa jadi keduanya dijadikan tokoh utama untuk cerita di novel baru. Saya sangat penasaran! 😆

Favorite Quotes

“Aku mungkin langsung menikah kalau merasa sudah menemukan seseorang yang cocok. Pengalaman mengajarkanku, mencintai dan bersama seseorang berarti melakukan penyesuaian dan kerja keras seumur hidup. Cinta saja nggak cukup. Saling menghormati dan memegang komitmen itu luar biasa penting. Cinta bisa hilang atau tumbuh perlahan.” — Milly (hlm. 43-44)

“Hidup ini nggak bisa diprediksi. Menikah sama seperti berjudi. Pendapat yang esktrem ya? Saya belajar bahwa nggak ada yang pasti di dunia ini.” — Sisca (hlm.53)

“Yang penting, saya bahagia. Saat ini saya nggak merasakan ganjalan apa pun. Saya percaya, niat baik akan membuat langkah lebih ringan. Saya berserah pada Tuhan.” — Sisca (hlm.53-54)

“Kadang kita terlalu takut dengan risiko. Padahal, apa sih yang nggak ada risikonya di dunia ini? Makan pun tetap nggak bisa bebas dari risiko. Kita bisa tersedak atau menggigit lidah karena terlalu bersemangat saat mengunyah. Yang penting, jangan lupa bahagia.” — June (hlm.55)

“Aku tidak suka dengan penyesalan. Karena itu hanyalah kesia-siaan. Tidak ada yang bisa dilakukan menusia untuk mengubah hal-hal yang sudah terjadi. Pilihan cuma satu, melanjutkan hidup. Menjadi bahagia atau menderita, pilihan ada di tanganmu.” — Milly (hlm.68)

OVERALL RATING
★★★★★

Advertisements

2 thoughts on “[Review] Delicious Marriage by Indah Hanaco

  1. jadi pengin baca hihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s