[BookTour] Tentang Cerita Masa Lalu | Giveaway Troublemaker

Dalam kehidupan seseorang, selalu ada 3 aspek ini yang mereka miliki, yaitu: masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Pertanyaannya, mengapa masa lalu yang paling sering dibahas dan diingat oleh hampir setiap orang? Ya tentu saja karena masa lalu adalah hal-hal yang telah terjadi, yang bisa dikenang, dan akan terus ada di dalam pikiran dan hati kita. Masa lalu yang bisa menjadi bahan nostalgia dan dibahas bersama-sama dengan teman, keluarga, dan kolega. Masa sekarang? Nikmati dulu aja. Masa depan? Who knows?!

Nggak melulu soal cinta. Masa lalu seseorang dapat melingkupi banyak hal, nggak terkecuali persahabatan. Saya yakin setiap orang pasti punya yang namanya teman baik, bahkan tak ragu untuk disebut sahabat sejati. Entah dia lelaki atau perempuan, semua orang pasti pernah memiliki orang-orang yang sangat mereka sayangi dan sangat dipercayai. Tentunya, dalam setiap hubungan sebuah pertemanan tak pernah semulus jalan tol. Akan selalu ada batu sandungan yang dapat memicu pertengkaran. Ada yang hanya berujung pada gelak tawa karena merasa betapa tolol dan kekanakannya sikap mereka saat nggak akur, namun ada pula yang membutuhkan waktu hingga berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun untuk menyadari kesalahan dan keegoan masing-masing.

Kalau ditanya apakah di masa lalu saya dulu pernah mengalami hal demikian dengan sahabat saya, ya tentu saja pernah—sering malah. Dari hal sepele yang hanya gara-gara salah ngomong, gara-gara rebutan personil kelompok belajar, gara-gara nggak dicontekin pas ujian (haha iya receh banget), gara-gara masalah cowok, gara-gara saling singgung, gara-gara rahasia dibocorin, dan sebagainya. Akibatnya ya jadi nggak mau saling teguran, duduk jauh-jauhan, memilih menghabiskan waktu dengan teman dari gank lain, saling nge-block dari media chat, unfollow/unfriend di sosial media, curcol di status, dan lain-lain. Tapi untunglah ujung-ujungnya bisa berbaikan lagi seperti semula tanpa harus mengungkit-ungkit lagi apa yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Kalau awalnya awkward pas baru baikan, tapi tak butuh waktu lama untuk mencair kembali.

Kalau sekarang tiap mengingat masa-masa memalukan itu, kadang saya merasa geli sendiri. Tapi sekaligus bisa introspeksi diri untuk jangan terlalu cepat emosi, jangan terlalu spekulatif mengambil kesimpulan, jangan kelewat sensi dengan jokes dari teman, dan harus lebih peka pada sahabat, apalagi kalau sudah urusan cowok. Pas lagi musuhan, tiap kali teringat dengan masa-masa happy bareng itu rasanya tiba-tiba berubah pahit. Pahit karena nggak bisa diulang lagi. Tetapi, saya selalu bersugesti bahwa keadaan yang saat ini sedang memburuk masih bisa diperbaiki jika kita memang mau, sebelum menyesal di kemudian hari. Memang nggak enak banget ya kalau musuhan sama sahabat sendiri. Apa-apa yang tadinya serba butuh sama dia, malah jadi nggak bisa ngapa-ngapain karena ada rasa gengsi mau ngomong dan minta tolong.

Bukan cuma saya yang mengalami hal-hal demikian. Sama seperti Derin dan Alessa yang ada di novel Troublemaker karya Dhitapuspitan terbitan KataDepan. Mereka yang dulunya merupakan sahabat dekat sejak kecil hingga SMP, namun entah sebab apa yang membuat Alessa tiba-tiba jadi menjauhi, memusuhi, dan membenci Derin hingga mereka masuk SMA. Derin pun nggak tahu apa salahnya sehingga Alessa seperti itu. Apalagi Alessa nggak pernah bilang terus terang apa penyebab ia bersikap demikian terhadap Derin. Derin makin merasa ia sebagai korban karena persekongkolan Alessa dan Ervin—sepupu Alessa—yang ternyata sengaja merencanakan sesuatu untuk mempermainkannya. Keruwetan hubungan Derin dan Alessa makin memuncak dikarenakan Derin selalu meladeni Alessa tiap kali cewek itu berlaku sinis padanya. Pertanyaan baru pun muncul di kepala Derin saat Arka–cowok yang saat ini dekat dengannya–juga mengenal Ervin dan Alessa. Mengapa semua serba berkaitan?

Namun, sesungguhnya Derin nggak selalu sepenuh hati membenci dan meladeni pertengkaran dengan Alessa, karena ada satu pertanyaan besar di benaknya yang sampai saat ini belum juga terjawab. Di satu sisi, Derin sebal setengah mati dengan mantan sahabatnya itu. Tapi, di sisi lain Derin juga merasa sedih ketika teringat dengan kenangan masa kecil mereka yang sering dilalui bersama ke mana-mana. Dulu mereka sudah seperti saudara karena mereka sama-sama anak tunggal, tapi sekarang justru jadi musuh bebuyutan dan dicap troublemaker oleh seluruh guru dan murid di SMA Garda. Hmm, kira-kira bagaimana ya hubungan permusuhan mereka selanjutnya?

Okay, saya kan sudah bercerita sekilas tentang pengalaman saya ketika marahan dengan sahabat. Derin dan Alessa juga sudah menyampaikan kisahnya melalui novel Troublemaker yang seketika mengingatkan saya pada masa remaja dulu bersama sahabat, bersama pacar, bersama ocehan dan hukuman guru-guru. Bagaikan sedang flashback, semua yang pernah dilewati dulu langsung berkelebatan di kepalaku. Kamu penasaran nggak bagaimana keseluruhan cerita dari Derin, Alessa, Ervin, dan Arka? Pengin nyimak juha? Nah, sekarang giliran kamu dulu dong yang membagikan kisah masa lalu kamu dengan sahabat pas lagi nggak akur. Punya pengalaman apa dan bagaimana saat kalian berantem yang paling membekas? Coba ceritakan sekilas (max. 2 paragraf saja) di kolom komentar di bawah ini ya.

Tapi, sebelum itu, penuhi dulu syarat dan ketentuan berikut ini:

  1. Punya alamat kirim di wilayah Indonesia.
  2. Follow blog ini melalui akun WordPress atau bisa juga lewat email. Tinggal klik tombol follow yang ada di sidebar pojok kanan bawah.
  3. Follow akun-akun berikut ini (boleh pilih salah satu).
  • Twitter: @KataDepan_ dan @murniaya
  • Instagram: @penerbitkatadepan, @dhitapuspitan, dan @murniaya
  1. Share info tentang book tour dan giveaway ini di media sosial punyamu. Boleh sebar di mana saja seperti blog, facebook, twitter, instagram. Bisa pilih salah satu.
  • Jika di twitter: cantumkan link post ini dengan mention ke 2 akun di atas, gunakan juga hashtag #BookTourKataDepan #CeritaMasaLalu.
  • Jika di instagram: repost foto banner di atas yang sudah saya upload di akun IG saya. Ikuti ketentuan yang ada di caption-nya.
  1. Jawab pertanyaan yang di-bold warna biru di atas dengan menyertakan nama, domisili, akun media sosial atau email, dan link share di kolom komentar di bawah ini.
  2. Giveaway berlangsung selama 3 hari saja. Jawabanmu saya tunggu sampai tanggal 21 Maret 2017 pukul 23:59 WIB.
  3. Pemenangnya akan saya umumkan besoknya (22/3) melalui post blog, twitter, dan instagram.

Itu saja peraturannya. Nggak susah kan? Ayo buruan ikutan! Cuma berlangsung selama 3 hari lho ini. Jangan lupa berdoa yang banyak supaya kamu yang beruntung buat dapetin 1 buah novel Troublemaker persembahan Penerbit KataDepan. Good luck!

Cek akun dan blog para host yang tertera di gambar ini untuk jadwal lengkapnya. Klik dan zoom gambar untuk melihat lebih jelas.

Advertisements

23 thoughts on “[BookTour] Tentang Cerita Masa Lalu | Giveaway Troublemaker

  1. Nama: Ratna Komalasari
    akun twitter: @imratnasr
    domisili: Tangerang
    email: ratroiana@gmail.com
    link share: https://mobile.twitter.com/imratnasr/status/843253716199206913

    Aku nggak pernah lama kalau marahan sama temen, apalagi sahabat. Cuma pernah dulu waktu SMP, kita udah kelas 3, aku sama sahabat aku itu rebutan cowo. Paling membekas sih itu, soalnya marahannya paling lama, sampe mau lulus baru baikan. Ceritanya itu, cowo yang kita taksir itu playboy ternyata, kesana sini pengen, dan kita kemakan omongan modus dia. Sahabat aku itu marah, dia bilang kalau aku itu ngerebut gebetan dia yaa, aku marah lah ya?

    Aku yang gak mau ngalah, akhirnya ngajak ribut. Sumpah kita ribut beneran, tarik-tarikan kerudung, ngomong kata-kata yang maaf udah ngaco banget. Yaudah akhirnya marahan, sampe ngeblock akun sosmed, remove fb, hapus pertemanan di BBM, dan gak saling tegur sapa sampai mau lulus, dan yang pas lulus beda SMA, cuman rumah kita itu deketan, kalau papasan di jalan pura-pura gak liat atau senyum tipis doang. hahaha, ingat ini buat aku ketawa sendiri.

    Like

  2. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Makassar
    Link : https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/843272218196951041

    Aku dasarnya tipe orang yang cuek dan gak gampang minta maaf (kecuali emang sadar diri kalo salah). Jadi, kalo gak akur sama temanku tuh rasanya canggung banget tapi disisi lain ngerasa bodo amat.

    Tapi yang namanya teman sekost yang sama-sama ngerantau, harusnya selalu akur dan saling menjaga, gak jarang juga aku nurunin ego buat minta maaf duluan (tapi non verbal). Peluk dia tiba-tiba dan gak mau lepas seingatku cara paling efektif bisa nurunin rasa canggung dan ngegambarin kalo aku nggak mau marahin lagi.

    Like

  3. Nama: Rohaenah
    Domisili: Jakarta
    Twitter: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/843271376488218625
    Jawaban:
    Aku punya sahabat dekat dari pas masuk kerja, kita masuk bareng 1 angkatan. Otomatis kemana-mana bareng, pas istirahat bahkan hangout bareng. Intinya, aku bisa ngerasa ada yg beda dari dia meskipun kita lagi kumpul bareng . Dia tuh tipe yg bakal ngediemin kita kalo lagi marah. Cuma namanya kita udah kenal sifat dia jadi ya cuekin aja, lama-lama dia baik dengan sendirinya.
    Kalo udah lewat 3 hari dia masih begitu baru aku nanya langsung. Apa masalahnya, kadang cuma sepele karena memang itu dia lagi sensi jadi gampang kesinggung. Kalo udah clear langsung baik kok ngga usah sampai nyimpen dendam. Satu hal yg selalu aku ingat kata pak ustad jangan sampai beranten lebih dari 3 hari😊

    Like

  4. Nama: Okta Suphia Mawaddah
    Domisili: Banjarbaru, Kalimantan Selatan
    Akun IG: Fromta_
    Email: Oktasophiamawaddah@gmail.com
    Link share: https://www.instagram.com/p/BRzXWJ6jJor/?taken-by=fromta_

    Waktu dulu kami temenan bertiga. Pas temenku si ‘A’ dia ini pacaran sama temen sekelasku. Awalnya pas masih pdkt dia ini sering bingung mau gimana, sebagai teman yang baik aku coba kasih aja saran sama dia, dan akhirnya gak berapa lama mereka pacaran. Waktu itu juga gara-gara keasikan pacaran akhirnya hubungan pertemanan kmi renggang.

    Pas kenaikan kelas, ternyata si A ini putus dan akhirnya kami akrab lagi dan dia tanya aku lagi gimana, yah dia sering curhat juga lagi-lagi mereka jadian. Tapi, pas rolling tempat duduk ‘A’ ini suka ngejauh dan aku sadar itu ikutan juga. kami enggak saling sapa dan kumpul kayak biasa kejadian itu satu minggu lebih. Nah pas di line grup kan temenku yg satu lagi si ‘B’ ngirim stiker aku balas kyak biasa dan akhirnya si ‘A; muncul buat minta maaf. Karena gengsi, aku cuekin tuh line dia dan pas sekolah aku akhirnya balas sapaan dia pas dia sapa. tapi ternyata, walau gitu kami emang enggak bisa seakrab itu lagi. dia ternyata temenan sma anak2 yang agak populer di kelas, dia juga enggak akrab sma si B lagi (: end of story, aku agak kecewa aja sma dia tapi itu hak dia.

    Like

  5. Nama : Chintya Ririn
    Domisili : Balikpapan
    Akun twitter: @RirinKGS
    Link Share : https://twitter.com/RirinKGS/status/843331901557432321

    Sebenarnya ini masalah sepele. Aku juga bingung mulainya darimana. Waktu itu pas SD, aku lagi kesal banget sama teman dekatku. Gara-garanya payung *hal sepele*, dia mengambilnya dariku. Penyebabnya aku lupa, kenapa pertengkaran itu terjadi. Dia mengambil payungku dan berlari-lari sambil membawanya. Terus dia membawa pulang.

    Dia membawa pulang payungku, aku marah bangets sama dia. Aku pun marah sama dia di depannya rumahnya. Ibunya melerai kami. Tetapi aku tetap aja ngerocos sama temanku itu. Besoknya kami diam-diaman. Nggak sampai dua hari, kita baikan. Karena kami nggak bisa marah2 an terlalu lama -_-

    Like

  6. Insan GumelarCiptaning Gusti

    nama: insan gumelar ciptaning gusti
    domisili: surakarta
    akun twitter: @san_fairydevil
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/843330765785980928

    Nah, sekarang giliran kamu dulu dong yang membagikan kisah masa lalu kamu dengan sahabat pas lagi nggak akur. Punya pengalaman apa dan bagaimana saat kalian berantem yang paling membekas?

    Apa ya? Selama tujuh tahun aku bersahabat dengan mereka, seingetku enggak ada satupun masalah yg sampe bikin kita enggak akur. Berantem ada, sudah pasti. Tapi enggak sampai bikin kita berlima harus musuhan. Lebih-lebih, kita berantem cuma dihari itu aja sih. Soalnya, kita itu kayak udah punya prinsip bahwa kita membagi kebahagiaan dan menghapus kesedihan dengan ketololan.
    Daripada ditanya tentang masa-masa ketika kita berantem, jauh lebih banyak masa-masa yang kita habiskan dengan hal-hal bodoh sampai kita berlima mendapat julukan ‘teletubis’.

    Namun, oke, ini cerita waktu kita berantem walaupun beberapa jam udah balikan lagi. Waktu itu kelas 1 SMA & mau ujian renang. Karena kesalahan komunikasi, akhirnya kita malah tunggu-tungguan dan nyaris terlambat. Nah, waktu sudah sampe di sana, aku tanya, ‘kamu kemana aja? Lewat mana?’ Dan sebagainya. Lalu, mungkin karena dia lagi bad mood dan nada suaraku agak keras, akhirnya ya sempat diam-diaman gitu. Tapi, setelah masuk kolam renang, marahannya hilang. 👼👼👼
    Aku pernah tanya ke mereka, kita ini pernah berantem yg hebat gak sih? Dan mereka bilang enggak. 😇😇

    Like

  7. Nama: Fara Astryani
    Akun twitter: @FaraAstryani
    Domisili: Bogor
    Link share: https://twitter.com/FaraAstryani/status/843361895864197121

    Semua bermula dari tugas kelompok kesenian. Tugas tersebut mengharuskan membuat satu kelompok beranggotakan 10 orang dan mengaransemen sebuah lagu. Aku selaku sebagai ketua menginginkan semuanya berjalan dengan baik maka untuk mewujudkan itu aku mengatur anggota-anggota ku.

    Pada awalnya semua berjalan dengan lancar aku masih bisa mengatur anggota namun tanpa sadar aku mulai menjadi egois dan selalu mengatur tanpa menerima pendapat orang lain. Akibatnya hampir seluruh anggota memusuhiku hingga akhir ajaran tahun pertama di SMA. Aku sempat meminta maaf pada mereka walaupun mereka memaafkan namun hingga sekarang kami tidak sedekat dahulu. Semua itu membuat aku sedih dan mengajarkan suatu hal padaku. Cukup sekali dan aku tidak akan mengulanginya lagi hingga sekarang aku selalu mengingat kejadian itu agar tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama.

    Like

  8. Nama: Puja Sindia
    Akun ig: @blckaddck
    Email: Pujasindia123@gmail.com
    Domisili: Jakarta Selatan
    Link Share: https://www.instagram.com/p/BR0AtvdAbAw/

    Saya punya banyak teman atau sahabat di masa lalu. Tapi terkadang, masa lalu itu sering terlupakan. Lebih tepatnya dilupakan secara sengaja. Karena ketika kita menemukan sesuatu yang baru, maka hal yang lama terlupakan dengan sendirinya. Tapi tidak sepenuhnya terlupakan, karena mereka akan selalu menjadi kenangan yang suatu saat kembali dan bisa dirajut dari awal.

    Saya juga bukan tipe orang yang neko neko. Semua saya anggap teman, bercanda seperlunya, bercerita hal hal receh yang gak ada faedahnya sama sekali, guyonan bikin baper, nanti ujung ujungnya pura pura ngambek, dan balik lagi ke awal. Lebih enak yang seperti itu, karena sesuatu yang terlalu dibawa serius terkadang tak bisa bertahan lama. Seperti tali yang terikat terlalu kencang, maka akan lebih cepat putus dibanding yang terikat lebih longgar.

    Like

  9. Nama: Ghaitsya Shofa Azzahra
    Akun instagram: @azzahra0823_
    Domisili: lampung utara, Lampung
    Link share :https://www.instagram.com/p/BRz-vmVlu9e/

    Sebenernya cerita ini baru terjadi. Selitar 1 bulan yang lalu. Aku sama temen aku itu namanya ‘A’ baru 1 tahun sahabatan. Tapi aku udah ngerasa cocok banget sama dia. Sekarang dia lagi sekolah dan tinggal di tempat tantenya. Waktu itu pas istirahat dia kayak nyeritaim masa depan dan orangtuanya. Menurut yang lain mungkin biasa aja. Tapi penurut aku malah kayak “ih kek pencitraan”. Akhirnya keluar juga kata kata itu “kamu ini kayak pencitraan”. Setelah itu dia tanya apa artinya pencitraan. Akhirnya aku jawab dan dia marah langsung ngambek.
    Aku fikir dia ngambek aja biasa. Tapi ternyata dia malah koar koar dan kayak ngejelek jelekin bahkan bilang kalo ada yang mau pukul aku pukul aja. Aku yang tadinya mau minta maaf malah marah balik. Yang ada di fikiran aku itu “ih ni orang cuma dibilang pencitraan aja udah kayak aku nusuk dia, ngehianatin dia”. Pokoknya dia koar koarnya parah banget. Akhirnya pas pulang aku langsung buka hp dan block akun IG dia. Terus aku langsung BBM dia dan bilang kalo tadi bercanda dll. Dan akhirnya dia yang minta maaf ( sebenernya aku juga. Tapi dia minta maaf nya lebih besar sampe nulis surat, ngepost foto). Setelah itu kami agak canggung. Tapi akhirnya deket lagi
    And story the end

    Like

  10. nama: Kitty
    domisili: Jakarta
    akun media sosial: @WoMomFey (twitter & IG)
    link share:
    – twitter: https://twitter.com/WoMomFey/status/843449846690271232
    – instagram: https://www.instagram.com/p/BR0kKtRBX0L/?taken-by=womomfey

    Sebenernya yang namanya berteman atau bersahabat itu pastinya gak selalu mulus kan. Namanya gesekan pasti ada karena kita punya karakter yang berbeda. Kalaupun lagi gak akur, pasti cepet akur lagi. Hehehe. Nah! Aku ada satu cerita yang lumayan lucu kalau diinget2 sekarang. Sejak masih SMP, aku punya seorang sahabat sebut saja Lani. Aku juga punya temen deket cowok yang saat itu kuanggap seperti kakakku sendiri, sebut saja Felix (maklum aku terlahir sebagai satu2nya cewek dengan 2 adik cowok, jadi sedikit merindukan sosok seorang kakak cowok). Layaknya kakak-adik, aku dan Felix sangat dekat, saking dekatnya, Felix suka banget ngejahilin aku. Meskipun begitu, dia juga sering jajanin aku di sekolah. Hahaha. Suatu ketika, aku menyadari ada yang berbeda dengan sikap Lani. Ia jadi suka nimbrung saat Felix ngajak aku ngobrol ataupun jajan. Nah, akhirnya aku nangkep juga kalau Lani ini ternyata naksir kakakku itu! Wah! Sebagai sahabat aku happy banget dong! Dan dimulailah misi mendekatkan keduanya alias aku berinisiatif berperan sebagai makcomblang!

    Apakah misi berjalan lancar? Hmmm…gak juga sih! Dasar cowok ya! Ternyata si Felix malah mengungkapkan perasaan sukanya kepadaku dan bukannya kepada Lani! Padahal… saat itu aku baru saja jadian dengan Adi yang juga merupakan teman sekelas kami! Ya keruan aja aku menolak mentah-mentah ajakan Felix buat pacaran! Edan bener ih! Temen makan temen! Tapi, dia pantang menyerah dan akhirnya kenekatan Felix malah bikin aku berada dalam masalah besar! Adi makin protektif sama aku (alias aku jadi gak bebas gaul sama temen2 cowok lainnya) dan Lani malah ngejauhin aku dan mendiamkanku! Belum lagi, cewek2 yang demen sama Felix pada ngelabrak dan memusuhiku karena Felix bikin statement bahwa dia cuma akan pacaran denganku! Huaaaa~~~ Butuh waktu hampir setahun untuk bisa meredakan keadaan chaos tersebut. Dan dengan penuh air mata dan doa, perjuanganku berbuah manis. Lani akhirnya mengakui kalau waktu itu dia cemburu banget sama aku, dan akibat pendekatan yang kulakukan, Felix pun mengaku dia juga cemburu sebagai kakak yang protektif ke adik ceweknya. Dia berusaha menjauhkan cowok lain dari adik manis semata wayangnya ini^^. Akhirnya menjelang kelulusan, sahabatku itu jadian juga dengan Felix. Dan aku juga bisa membuktikan pada dunia kalau aku bukanlah tipe pemakan teman! Adi gak perlu cemas lagi deh dengan kedekatanku dan Felix karena sekarang dia sudah punya pacar untuk dia isengin! eh… ^^

    Like

  11. Bety Kusumawardhani

    Nama: Bety Kusumawardhani
    akun twitter: @bety_19930114
    domisili: Surakarta
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/843474702404222976?p=v

    Kisahku terjadi di masa ketika masalah yg rumit hanyalah PR matematika. Waktu itu aku masih kelas 4 SD punya seorang sahabat. Kami bersahabat mulai dari TK. Awalnya sih pertemanan kami baik-baik saja, akan tetapi kemudian dia mulai menunjukkan sifat aslinya. Dia melarangku untuk berteman dengan yg lain. Aku hanya wajib berteman dengannya saja. Aku harus bersamanya terus bahkan ke kamar mandi sekalipun. Dia berpikir bahwa aku itu milik dia seutuhnya. Aku benar-benar marah dengan sifat keegoisannya. Dia bahkan selalu menjelek-jelekkan teman yg bermain bersamaku. FYI, dia juga pernah mengejek sepeda motor butut ayahku, hanya karena ayahnya punya mobil. Semenjak saat itu, kami saling mendiamkan satu sama lain.

    Dia tidak berubah sampai lulus SD. Aku sudah memafkannya dengan ikhlas meskipun tidak ada permintaan maaf yg keluar dari mulutnya sampai detik ini.

    Like

  12. KHAIRUNNISA ISTIYANA

    Nama : Khairunnisa Istiyana
    Twitter : @Khaisti_11
    Domisili: Bekasi
    Url Share : https://twitter.com/Khaisti_11/status/843486310295728128

    Kalau bisa di bilang ini semacam Fake Friend. Pada saat itu, dia minta gue buat bikin contekan. Kenapa? Alesannya karena tulisannya gede-gede, aku hanya membantu temanku meski aku gak melihat isi contekan iru ketika ulangan. Dan pada saat ulangan aku mengisi ulangananku dengan sangat teliti dan si… Mari sebut si temanku itu “Kencur”, dan si kencur minta contekan yang kubuat tadi, sebelumnya dia memintaku untuk menyimpannya. Dan pada saat mengasih contekan, ketauhan guru! Dia nuduh aku yang buat, emang aku yang buat… Tapi, buat dia! Pada akhirnya aku menjelaskan, guru tidak mempercayainya karena terkena tipu daya si kencur. Dan mulai saat itu pertemanan kami renganggang.

    Air susu di balas air tuba. Suci di balas dosa. Bantuan di balas penghianatan. Dasar, Fake Friend.

    Like

  13. Elsita F. Mokodompit

    Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    Morowali

    yang namanya berteman pasti ada berantem-berantemnya. Tp lewat salah satu pengalaman bertengkar yg sy alami, sy mendapat pelajaran bhw mengalah saat ada masalah tak selamanya benar untuk dilakukan. Kalau itu sudah terlalu menyakitkan, masa bodoh adalah jalan keluar untuk kesembuhan.

    Pertengkaran yg paling membekas dl ingatan sy adalah waktu sy resign dr perusahaan tempat sy bekerja. Sudah barang tentu, pekerjaan sy dihibahkan pd yg dianggap kompeten. Yang kena adalah teman saya. Dan krn hal itu dia marah sm sy. Awalnya sy g tau knp dia tb2 keep a distance bhkan sampai mengabaikan telepon dan sms sy. Krn sy bingung apa yg salah tp tdk dpt jawaban atau labrakan, sy sms minta maaf kalau ada salah walau sy g tau apa itu. Dan bukannya direspon baik atau minimal kemarahan dlm perkara jelas, dia malah update status terkait sms saya itu dgn kata kasar, menyakitkan dan tawa mengejek. Dia menganggap pelimpahan tanggung jawab yg dilakukan pihak perusahaan adalah kesialan dan itu adalah karena saya. Dia tidak dpt bonus lemburan jg krn sy. Pdhl sy udh g ada hubungan apapun dgn kebijakan perusahaan. Sy sdh coba menjelaskan posisi sy yg sdh tdk bs lg bertahan di perusahaan lm krn terhalang bakti pd orangtua, tp dia ttp tdk mengerti dan malah mengungkit materi dan gaji. Sy tdk menyangka pertemanan kami selama kurang lebih 3 tahun dinilai dgn materi. Awalnya sy msh ada beban, tp setelah curhat ke mama dan minta pendapat sana sini akhirnya sy memutuskan menyerah memperbaiki hubungan kami. Niat saya sejak awal sudah ditolak dan saya jg tdk akan memaksakan jika dia memang tdk mau.

    Like

  14. nama : Khaerunnisa
    domisili : Kolaka, Sulawesi Tenggara
    akun media sosial : @NhisaMinoz75
    email : khaerunnisa0198@gmail.com
    link share : https://mobile.twitter.com/NhisaMinoz75/status/843765002968354816?p=v
    yang manusia itu bohong kalau gak pernah ngelakuin yang namanya kesalahan, dan di dalam persahabatan bohong kalau pertengkaran antara sahabat itu gak pernah terjadi, dalam persahabatan saya sering ada kesalapahaman dan diakhiri dengan pertengkaran2 kecil sampai ngambekkan selama beberapa hari. Dan yang paling membekas saat nggak akur bareng sahabat itu, bukan berantem sampai jambak-jambakkan. Tapi cara saya dan sahabat nyelesaikan masalah itu yang bikin berkesan. Dimana kita ngambeknya gak sampai 2 atau 3 hari, karena prinsip kita dari awal, semua masalah itu harus di selesaikan sama-sama dan di bicarakan baik-baik dan saat persahabatan kita nggak akur orang lain gak boleh tau. Jadi jika saya dan sahabat lagi nggak akur kita masih tetap ngumpul bersama-sama walau gak saling ngomong satu sama lain. Duh jadi kangen mereka yang jauh disana.

    Like

  15. Nama : Amalia
    Domisili : Ciamis, Jawa Barat
    Instagram : @ailamaa__
    Link share :https://www.instagram.com/p/BR3KIUjj4P3/

    Jawaban : jadi, gini dulu itu waktu SMA, tepatnya tahun kemarin. Sekolah ngadain pergelaran tari drama gitu khusus untuk kelas 10. yaaa udah tuh pada siap2 kurang lebih 3 bulanan. Dan harus aku akui dalam kurun waktu 3 bulan itu terjadi cek-cok, saling debat dan masalah pasti selalu aja ada. Beres satu masalah udah datang masalah yang lain. Urusan dana lah, properti lah, pemainnya yang gak disiplin latihan, dll.. Pokoknya dalam kurun 3 bulan itu dikelas gak pernah pada akur, ada aja yang pada sindir-menyindir menyalahkan satu sama lain, pada musuhan antar genk dikelas, pada gak peduli “bodo amat, gue gak peduli”, Bahkan, ada juga yang gak peduli sama sekali :v para panitia yang ngurus juga sampai pada nangis, udah capek ngurusin masalah kelas yang gak kelar2 wali kelas aja sampai turun tangan beberapa kali..

    Tapi dari balik semua itu, kalian tahu ? Selalu ada hikmah yang dapat kita ambil, setelah penampilan yang cukup memuaskan kita selalu kangen sama suasana kelas yang selalu berdebat kecil, suasana latihan hampir tiap hari pulang magrib, pokoknya dibalik perdebatan itu ada rasa kebersamaan yang kental. Bahkan aku sendiri yang pada waktu itu menjadi salah satu panitia pernah mikir “Kalau debat gini terus, dipastikan penampilan gagal.” dan yasshh alhamdulilah nya dihari-hari sebelum hari-H mereka bertanggung jawab atas peran mereka masing2.

    “Kita tampil sesuai kemampuan kita, yang penting kita udah berusaha. Ibu bangga sama kalian.” duh, kayak ada suntikan penyemangat gimana gitu pas wali kelas ngomong kayak gitu 😁

    Terkadang, sampai saat ini aku selalu kangen sama moment itu. Dulu kita childish bangett 😀 ya?

    Gak kebayang deh, pokoknya selama 3 bulan itu kelas kacau balau pada ngibarin bendera perang..

    Dan yang paling ngeselin lagi, udah tahu kelas lagi panas2 nya tiba2 denger kabar kalo kelas sebelah juga pake tarian yang samaa persis. Tau dong, kejadian selanjutnya? Iya kita perang antar kelas, saling sindir, siap tempur ngibarin bendera perang.. Haha 😀 itu adalah salah satu kenangan SMA yang akan selalu aku ingat. Semogaa masa putih abu-abu ku tahun berikutnya penuh kenangan yang tidak akan terlupakan…

    Like

  16. Nama : Siti Nurhasanah
    Domisili : Sukabumi
    Instagram : @ndenrh
    Email : ndenrh@gmail.com
    Link share : https://www.instagram.com/p/BR1jS9vhc0U

    Aku punya sahabat. Kita sahabatan dari kelas tujuh. Kita berenam. Dan dulu kita pernah berantem sampe nggak peduli sama persahabatan kita yang udah mau dua tahun lebih. Masalahnya lumayan sih. Kita hampir terbelah jadi dua kubu. Tapi aku sih netral. Nggak mihak si ini atau si itu. Kalau seandainya aku mihak salah satu nggak tau deh gimana ujungnya. Jadi masalahnya itu ada di dua orang. Si F sama si E. Si F sifatnya agak cuek dan nyelekit kalau ngomong pas dia udah kesel sama orang. Dan si E sifatnya kadang kayak orang butuh nggak butuh. Nah si F ini kalau udah sebel omongannya bakalab penuh sama sindiran. Segala hal dia ucapin. Ngomong nggak bakal nganggap si E sahabatlah, inilah itulah. Pokoknya kalau salah ngomong bahaya deh. Si F ini kesel sama si E nya barengan sama si J. Jadi dikubu itu ada dua orang. Nah, sementara di si E ada si M sama si A. Aku yang sikapnya lebih milih netral jadi bingung pas waktu itu, soalnya datang ke si F dikasih curhatan, datang ke si E ditanyain gimana cerita si F. Dan bodohnya, pas si E nanya gitu aku malah bilangin curhatan si F soal dia yang nggak bakal nganggap si E jadi sahabat. Disitu si E langsung marah. Langsung masuk kedalam rumah terus nangis. Iya, aku bego banget waktu itu. Tapi karena si E janji nggak bakal ngomongin hal itu ke si F jadi aku ngomong aja. Ya ampun bego ya aku 😂. Terus karena kata si F nya bilangin aja sama si E, aku jadi berterus terang aja sama si E tapi nggak semua juga. Aku sampaikan dengan lembut supaya dianya nggak emosi. Tadinya mikirnya gitu tapi namanya juga orang lagi emosi tetep aja si E nya ngamuk. Aku inget banget waktu si E langsung lemparin tas yang dia pake dan aku di omel si M. Haha kalau diinget malah jadi lucu. Eits, tapi aku bukan adu domba yaa. Bukan. Sumpah 😂

    Tapi kita tuh walaupun sering berantem gara-gara salah satu diantara kita susah diajak ngumpul dan setelahnya suka ada sindir-sindiran di grup tapi kalau pas kumpul kita biasa lagi. Dan satu lagi kita nggak pernah berantem gara-gara cowok meskipun aku, si J dan si F pernah suka sama cowok yang sama. Dan walaupun kemarin lusa di grup ada lagi chat sindir menyindir karena si E jarang ada di grup dan kalo ada pun cuma ngeread tapi hari ini udah biasa lagi walaupun si F sama si J masih sensi sama si E. Kadang suka sedih kalo grup udah kayak gitu tapi kadang juga ngerasa lucu. 😂
    Mungkin itu yang paling membekas karena persahabatan kita terancam retak.

    Like

  17. Nama : Izza azzurini
    Instagram : @izzazzrn
    Link share : https://www.instagram.com/p/BR3RyS0gAgs/
    Domisili : Situbondo, Jawa Timur

    Jawaban :

    Yang paling membekas di masa lalu saya bersama sahabat saya saat gak akur itu, ketika saya dan dia masih duduk di bangku kelas 5 SD. Dia tipe orang yang kalau marah bakalan diem, gak luapin emosinya, dan gak mau berbagi penyebab dia marah. Waktu itu, saya ngajak dia bicara, tapi gak dia tanggapi, terus saya iseng buka-buka buku tulis dia yg ada di mejanya. Saya kaget waktu nemuin tulisan gini, “Sekarang aku gak mau temenan sama Icha.” (icha itu nama panggilan saya) yah saya tanya ke dia kenapa. Pertama dia gk jawab sampe kira-kira kita dieman seminggu lebih. Saya tentu juga kesal sama dia, kok tiba-tiba nulis kalimat gitu.

    Pas udah seminggu lebih, dia minta maaf sama saya. Di situ dia jelasin alasannya kenapa gak suka sama saya. Ternyata, gara-gara dia gak kelipih pas seleksi lomba Bahasa Indonesia, sementara saya lolos. Saya maafin dia, saya maklum sih, soalnya dia orangnya kalau udah suka sama suatu hal, bakalan berusaha banget, seperti pas seleksi.

    Like

  18. Gita Ayu Pratiwi

    Nama : Gita Ayu Pratiwi
    Instagram : @gitiup
    Email : gitaayu99osh@gmail.com
    Domisili : Depok, Jawa Barat
    Link Share : https://www.instagram.com/p/BR4UsxYgNcs/

    Jadi dulu aku tuh punya teman dekat, dia sahabat baik aku kita bestian gitu deh, kita sering shareing tentang kehidupan kita gitu, aku sama dia punya selisih umur 3 tahun. Aku jelas 1 SMK dia kelas 3 SMK, aku sering cerita tetang pacar aku dan teman aku itu juga temannya pacar aku. Aku kadang suka cerita tentang pacar aku ke dia. Gimana sih ya, kalau kita udah deket sama temen pasti kan kita kaya jadi terbuka gitu. Jujur aku nganggep dia itu udah kaya sodara aku, kakak aku.

    Suatu hari, aku putus sama pacar aku itu, aku sedih dong ya , jadi aku cerita aja ke sahahat aku. 1 minggu kemuduan aku denger kabar kalau sahabat aku jadian sama mantan aku yang itu. Bisa di bayangin gimana sakitnya, fikiran negatif langsung muncul, bisa aja mereka selingkuh di belakang aku kan? Aku marah dong ya, aku tanya ke mereka minta penjelasan. Eh sahabat aku ini malah marah-marah gitu. Aku kesel banget, mereka tuh ngumbar kemesraaan banget sama aku, panas banget liat mereka, mereka begitu di saat aku masih ada rasa sama mantan aku.
    Dan ga tau kenapa, aku masih kesel aja nginget hal itu, itu bener-bener bikin aku sakit, aku baru tau rasanya punya musuh dalam selimut.

    Like

  19. nama: Aulia
    domisili: Serang
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/844070436417617920

    Nah, sekarang giliran kamu dulu dong yang membagikan kisah masa lalu kamu dengan sahabat pas lagi nggak akur. Punya pengalaman apa dan bagaimana saat kalian berantem yang paling membekas? Coba ceritakan sekilas (max. 2 paragraf saja)

    Alhamdulillah selama ini aku tidak punya masalah sama sahabat-sahabatku. Mungkin karena sikapku yg lebih pendiam dan memang lebih suka menghindari konflik. Hanya saja ada satu kejadian yg pernah membuatku sedikit sedih. Bukan, bukan karena aku bertengkar sama sahabatku, hanya satu hal yg aku tahu secara tidak sengaja tentang pendapat sahabatku tentang aku. Waktu SMP aku memilik 3 orang sahabat yg seru dan kompak. Kami dekat pas di kelas 3. Hingga SMA kami berpisah, dua orang sahabatku (H & B) bersekolah di sekolah berbeda, dan yg satu (M) sekolah denganku hanya tidak pernah satu kelas.

    Suatu hari sahabatku B yg tinggal satu komplek denganku menitipkan surat buat sahabatku M. M mengajak aku membaca sama-sama suratnya. Hingga tiba pada satu kalimat, B merencanakan ke suatu tempat bareng H dan mengajak M. Dia tidak mengajakku karena pesimis aku akan mau ikut, karena selama ini aku sering menolak ajakan pergi bareng mereka. M terlihat agak tidak enak padaku. Tapi aku tidak mempermasalahkannya. Walau sedikit sedih mengetahui pandangan sahabatku tentang aku, aku juga bisa memakluminya. Aku bahkan menjadi instrospeksi diri. Aku memang seringkali menolak bergabung pergi dengan mereka, bukan karena tidak suka, tapi karena kondisi keuanganku tidak mendukung. Saat itu sebagai pelajar uang sakuku terbatas, dan pergi jalan-jalan pastinya membutuhkan dana lebih. Aku tidak sampai hati untuk meminta uang lebih pada orangtua. Tapi aku tidak menceritakan alasanku itu pada sahabatku. Karena memang selain malu, aku juga besar gengsi heheee 😀 Namun begitu sikapku pada sahabatku B, tidak berubah. Dan hubungan kami hingga kini tetap baik, walaupun sudah jarang sekali berkumpul karena kesibukan masing-masing.

    Like

  20. Nama : Dewa Ayu Riska
    Domisili : Denpasar
    Akun twitter : @flymingo_
    Link share : https://twitter.com/flymingo_/status/844166453985079297
    Jawaban : Berantem nggak pernah, karena berantem identik dengan berkelahi. Kisah yang paling pilu dan membekas adalah ketika aku tiba-tiba dijauhi tanpa tahu apa penyebabnya. Bermula di bulan desember waktu kelas 9, kita yang awalnya berempat selalu bersama akhirnya bercerai hingga runtuh. Sampai perpisahan sekolah pun aku nggak tau apa penyebabnya.
    Orang bilang masa SMA atau sederajat adalah masa yang menyenangkan. Tapi itu nggak berlaku bagiku. Si T (salah satu ‘sahabat’ SMP) ternyata satu sekolah, sekelas dan sebangku sama aku! Karena dia susah bergaul sama orang lain jadilah aku ditempelin, walau canggung. Di bulan desember (lagi) dia tiba-tiba ngejauh dan itu bikin aku syok. (lagi) aku nggak tau apa penyebabnya, nggak ada hujan dan angin seketika geledek menyambarku dan hubungan kami kandas di hempas gelombang laut. Sekian kisah persahabatanku yang umpama karet gelang lama-lama jadi dower dan putus karena sudah tak sanggup menahan beban. Yang dulunya sahabat turun grade jadi teman.

    Like

  21. Hamdatun Nupus

    Nama : Hamdatun Nupus
    Twitter : @hamdatunnupus
    Domisili : Depok, Jawabarat
    Link : https://mobile.twitter.com/HamdatunNupus/status/844178376604639232

    Bisa di bilang ini kisah klasik yang mungkin pernah dialamin kebanyakan cewek deh. Berantem sama temen gara-gara cowok, gak saling sapa, adu tensi tiap kali kepaksa harus ngobrol, ngeluapin amarah tapi ending-ending nya nangis-nangisan trus baikan.

    Jadi waktu SMA itu se-angkatan kita cewek emang cuma ber tujuh, ngakrab banget lah. Kemana-mana bareng, makan bareng, ngerjain tugas bareng sampe ikutan organisasi bareng-bareng dan kita hampir selalu terbuka tiap kali ada masalah bahkan ke urusan cowok sekalipun. Meski kita bertujuh ada pengklasifikasian sih, ada yg jadi sahabat banget, ada yg jadi temen deket ada yg yaaa temenan ajah.

    Aku pernah naksir sama cowok yg kebetulan temen sekelas. Kupikir ya biasalah naksir-naksiran ajah makanya gak bilang-bilang sama yg lain. Sampe akhirnya aku tahu kalo cowok yg ku taksir ini naksir salah satu temen deketku dan temenku itu juga naksir dia. Yaudahlah aku nyerah ending nya justru jadi support mereka. Awalnya berjalan biasa, sampai gak tau kenapa si cowok ini kok jadi tau kalo aku naksir dia. Oia btw kita punya semacam buku diary yg di isi ramean gitu, jadi ya si diary ini jadi tempat curhat trus rembukin solusi bareng-bareng deh. Tapi emang cuma kita ber-empat ajah yang ngegunain diary ini (salah satu nya temenku yg ditaksir gebetanku itu).

    Nah masalah bermula ketika salah satu temenku di genk per-diary-an ngasih tau kalo temenku yg gak masuk ke perkumpulan diary ini ngambil buku diary ku tanpa izin dari tas ku pas jam istirahat.

    Aku marah dan kesel sih, heran buat apa juga. Dan akhirnya sejurus kemudian aku tau alasannya apa. Dia ngebantuin gebetanku yg naksir temenku itu dong kepoin isi diary nya karena jujur disitu banyak cerita ttg doi. Shock lah yah, kok tega ? Kok mau gitu ? Kok gak sopan ? Kok jahat sih ? Bisa dibilang aku murka, karena fyi disitu aku sengaja nulis kalo aku tuh gak beneran naksir sama doi biar temenku ini gak ngerasa gak nyaman utk terus berhubungan sama dia. Kalimat-kalimat yang kalo dibaca bikin dia sebel lah sama aku 😥.

    Dan entah kenapa aku ngibarin bendera perangnya ke temenku ini bukan ke gebetanku yg udh nyuruh-nyuruh dia itu. Yg mulai gak mau nyapa dia sama sekali padahal meja dia persis dibelakangku. Selalu sinis kalo pas ngobrol bawa-bawa nama dia, bahkan aku pernah maki-maki dia didepan kelas untuk hal sepele dan kondisi kita ber tujuh jadi makin gak adem, yg ngebelaku jadi ikutan ngejauhin dia lah. Hingga suatu waktu di masa yg amat terasa panjang, aku lelah. Aku sadar aku gak dewasa, bahkan dua orang kakak kelas kami terjun utk mendamaikan, meski dipertemuan kami yg pertama kami masih saling beradu punggung dan menatap sinis karena temenku ini gak mao ngomong sama sekali, dipertemuan kedua dikondisi yg emang lebih memungkinkan aku kembali meluapkan segalanya di hadapan semuanya (kita ber tujuh) dan kami sama-sama menangis.

    Temenku emang masi gak ngomong apa-apa tapi aku tahu apa yg mau dia sampein sebenernya. Karena temenku ini tipekal yg gak pinter berkata-kata dan tanpa perantara apa-apa lagi kami akhirnya berdamai.

    Jika aku menarik kembali memori itu, sederhananya temenku ini gak sepenuhnya salah. Diary itu yg jadi sumber bencana sesungguhnya, aku tak menyertakan dia di dlm genk per-diary-an itu. Aku paham dia pasti merasa tersisihkan, dan aku yakin dia pun tak berniat buruk ketika membantu gebetanku itu untuk mendapatkan diary ku. Karena sesungguhnya ia hanya ingin tahu.

    Dan sekarang, setelah hampir sepuluh tahun berlalu justru aku dan dia menjadi teman yg teramat dekat. Kami memiliki luka yg sama ketika ditinggal ayah-ayah kami, bukan lagi hanya sebagai teman karena baik dia dan yg lainnya sudah menjadi separuh dari tubuhku sendiri 😊.

    Like

  22. Nama: ise
    Domisili: bandung
    Twitter: @aseu_wise
    Link share: https://twitter.com/aseu_wise/status/844188409325281281

    Aq punya teman masa kecil, dari SD sampai SMA kita satu sekolah terus sebut ja A. Deket banget, berangkat sampai pulang kita bareng, dia juga yang ngajarin macam2 ekspresi buat tugas teater..mungkin emank aq dulu jarang berekspresi😂😂 kita juga segeng 4an. Pas SMA dia punya temen deket sebut aja B. B ini sering gabung ma kita, deket lah ma geng kita itu.

    Kn yang namanya cewek suka ya ngegosipin cwo yang ditaksir, ada temen segeng kita yg udah lama suka sama satu cowok dikelas sebelah. Nah B ini kaya pengen jadi mak comblang gt buat tmen aq.
    Ya udah kita setujuin, kt sering jadi ikut histeris2kan tiap denger perkembangan B memulai aksinya.

    Waktu itu ga tau gimana ceritanya, malah B ini minta maaf sama kita semua, bilang dia udah jadian sama itu cowok. Lah qo bisa..
    Temen aq nya c senyum aja, bilang gpp..!! Tapi kita semua tau lah dia pasti sakit ati banget..Terus aq nanya sama A, kan emang dia yang paling deket sama B. Aq juga ngerasa pas A deket sama B hub. Aku sama A ga sedeket kaya dulu, kaya jadi canggung malah. Padahal kita udah bareng dari kecil. Aq nanya maksudnya B apaan. A nya juga malah bilang c cowok nya mank ga suka ma tmen kita itu, dia sukanya sama B, kesan nya ngebela dia dibanding temen segengnya.

    Waktu itu kita kumpul B3 tanpa A & B. Kita semua kecewa sama mereka berdua (Gara2 A deket sama B, jadi kita mikir A pasti tau rencana B)
    Akhirnya temen2 aq ambil keputusan sendiri, berarti A lebih milih B. Kita mulai ngejauhin, aq jadi serba salah.

    Tapi liat A/B yang ga ada niatan kaya ngejelasin, ga ngerasa salah malah ketawa2 ga jelas. Masalahnya tmen aq itu kalau curhat soal cowok ya ke A. A itu anak paling rame, selalu ketawa, yang nyatuin kita. Lama2 Aq jadi muak gitu liatnya, kaya orang munafik. Aq waktu itu langsung ngomong A sebenernya mau pilih B atau aq, sahabat kamu dari kecil. Reaksi A ya kaget, dia nangis bilang ga bisa milih, ga mau milih. Jadi aq bilang berarti kamu emang milih B. Dia juga diem aja.

    Butuh waktu lama buat ngelupain ini semua, waktu SMA itu kita bener2 ngejauh. Pura2 ga liat, pura2 ga kenal. Aq juga tau aq salah, langsung ngasih point kaya gitu. Belakangan aq tau kalau B itu anak broken home, sering tinggal sama A. Dia pulang atau ga, ga pernah ditanyaen sama keluarganya sendiri jadi Udah dianggap keluarga juga sama A.

    Tapi sampai sekerang aq ga pernah ketemu sama B. Aq masih deket sama temen2 genk bahkan A juga.

    Like

  23. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    E-mail : humairabalfas5@gmail.com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/844231020652052480?p=v
    Domisili : Purwakarta

    Dulu sewaktu kelas 3 SMA aku pernah gak akur sama sahabatku. Awal mulanya sih karena ada cowok yang suka sama sahabatku ini, sering duduk di tempatku biar bisa pdkt sama sahabatku ini, alhasil aku ngungsi ke kursi lain. Masalahnya sahabatku ini ga ngasih penjelasan sama cowok itu padahal sahabatku ini sudah punya pacar, sehingga cowok itu makin sering “nyita” kursi aku. Sehari, 2 hari bahkan sampai lebih dari seminggu cowok itu nguasain bangku aku walau cuma beberapa jam pelajaran. Aku jadi kurang komunikasi dengan sahabaatku, jadi jarang curhat juga. Alhasil aku mulai mendiamkannya karena dia sama sekali ga bantu aku waktu ngusir cowwok itu dari bangku aku.

    Kami berdua bersahabat, satu bangku tapi tak berbicaraa sama sekali. Sampai hari kedua acara mendiamkannya, dia lari ke toilet di waktu jam pelajaran. Aku yang walau dilarang ikut ke toilet sama guruku tetap memaksa pergi. Aku ketuk pintunya dan mendapati sahabatku menangis. Sedih juga, aku minta maaf padanya dan dia juga sebaliknya. Kami menangis bersama, berpelukan dan berbaikan di dalam toilet sekolah. Alhamdulillah, ini sudah memasuki tahun ke-10 persahabatan kami, dan itu malah semakin erat 🙂 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s