[Review] Out of The Blue by Indah Hanaco

Judul: Out of The Blue
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Midya N. Santi
Ilustrasi & Desain Sampul: Iwan Mangopang
Cetakan: Pertama
Terbitan: 2015
Tebal: 296 Halaman
ISBN: 978-602-03-2171-4
Genre: Young Adult, Romance

BLURB

Kemunculan Rengga-pria yang selama ini Sophie ketahui telah memerkosa ibunya-dan Austin, mantan pacarnya yang selebritis, membuat hidup Sophie begitu rumit. Ditambah pertengkaran dengan sahabatnya, Sophie pun nekat menyetujui rencana berlibur ke Skandinavia.

Di Nyhavn, Sophie harus berurusan dengan cowok kasar berego setinggi langit. Jamie menuduhnya tengah menguntit sebagai paparazzi. Setelah beberapa kali tidak sengaja bertemu dan berselisih paham, bahkan mengalami satu kejadian mengejutkan bersama di tepi tebing Preikestolen, keduanya pun semakin dekat.

Ketika mengetahui identitas Jamie sebenarnya, Sophie langsung memutuskan kembali ke Jakarta. Haruskah ia mengambil risiko jatuh cinta dengan trauma yang sama? Atau justru rela melepaskan cowok yang diam-diam membuat hatinya menghangat?

REVIEW

“Hidup kadang lucu, Sophie. Masalah justru bisa membuat kita mengenal sisi nggak terduga dari seseorang.” – Gitta (hlm.34)

Sophie adalah karakter utama di sini. Ia punya 2 teman akrab yakni Brisha dan Amara di kampus. Masing-masing dari mereka punya pengalaman pahit yang secara tak langsung membuat Sophie tak ingin dekat dengan lelaki. Ada pula Gitta menjadi teman baru Sophie yang tinggal di kost depan rumahnya. Ia wanita yang sangat baik dan ramah. Siapa sangka ternyata dibalik penampilannya yang modis dan ceria itu ternyata Gitta menyimpan cerita pilu tentang masa lalunya. Sophie pun bersimpati pada hidup Gitta yang harus banting tulang dan jauh dari keluarganya.

Kemunculan Austin–mantan Sophie–makin membuat Sophie jadi tak nyaman meski di antara mereka tak pernah ada masalah apa-apa sebelumnya. Belum lagi adanya Rengga yang mengaku sebagai ayah Sophie pun membuat Sophie shock dan sulit mencerna semua penjelasan yang diterimanya. Siapa sangka jika akhirnya Sophie bertemu dengan ayah kandungnya yang selama ini tidak pernah ia kenal. Untungnya, membangun kedekatan di antara mereka tak butuh waktu lama karena istri ayahnya, Joanna, sangat baik dan sayang pada Sophie.

Selama liburan semester selama 3 bulan, orangtua barunya itu menyarankan Sophie berlibur ke Eropa dengan biaya yang mereka tanggung sepenuhnya. Ke mana pilihan Sophie? Skandinavia, tepatnya ke Denmark. Tapi insiden tidak menyenangkan malah menghampiri Sophie saat sedang asyik memotret pemandangan indah di depannya. Seorang lelaki bermata hazel, Jamie Keegan, marah-marah dan menuduhnya penguntit.

“It’s okay to forget the past. Untuk apa menyiksa diri, mengingat yang sudah berlalu? Aku sih prinsipnya begitu.” – Sophie (hlm.185)

Dari perkenalan tak mengenakkan itu, Jamie & Sophie malah sepakat menghabiskan libur bersama sebagai teman. Mereka pun mau saling cerita tentang hidup mereka masing-masing. Tapi Jamie tidak mau terlalu terbuka tentang dirinya. Tidak semua dia ceritakan terutama bagian terpenting siapa dirinya yang sebenarnya, sementara Sophie telah menganggap Jamie sebagai pendengar yang baik untuknya.

Gimana jadinya kalau Sophie tahu identitas Jamie yang sebenarnya? Apakah Sophie akan marah dan menuduh Jamie pembohong?

LET’S PEEL IT…

“Kenangan memang kadang menyebalkan. Mengganggu dan mengusik hidup, mirip duri yang tenggelam di kulit tanpa bisa dikeluarkan. Membuat nyeri dan bisa berbahaya. Berkompromi menerima kenyerian itu memang bukan hal mudah untuk dilakukan. Tapi Sophie ingin belajar. Karena dia tahu kalau mustahil bertempur dengan kenangan. Dia sudah mencoba itu selama berbulan-bulan dan cuma bisa terjerembab jatuh dalam kegagalan.” – (hlm.269)

Saya nggak heran jika Sophie merasa ‘anti’ dengan lelaki. Setiap orang pasti punya trauma walau ia tak mengalami langsung. Selain karena nasib nahas yang pernah dialami 2 temannya, kehadiran Sophie di dunia ini juga tadinya dikira Sophie bukan karena sesuatu yang baik.

Tadinya saya sempat menerka-nerka mengapa sosok Gitta dihadirkan. Tapi, saat menjelang bab 7 baru didapat jawabannya mengapa. Penulis membangun benang merah yang tak terduga sebelumnya oleh saya. Meski Gitta bukan tokoh sentral di novel ini, tetapi kisah hidupnya menjadi bumbu tersendiri yang memberi rasa pada selingan cerita Sophie.

“Orang sering menyalahkan sinetron sebagai tontonan yang terlalu berlebihan. Tapi kini Sophie menyadari kalau kenyataan bisa lebih sinting dan tidak masuk akal dibanding fiksi.” – hlm.86

Latar belakang Jamie Keegan langsung dijelaskan dalam beberapa halaman. Itu cukup efektif karena pembaca memang tidak mengenal Jamie dari awal dan apa alasannya sampai berlaku seperti itu pada Sophie. Si penulis pun menggunakan case yang tidak terlalu pasaran untuk kasus Jamie. Quite a story itself but interesting. Chemistry dibangun dengan baik meski pun kebersamaan mereka tak terlalu lama saat liburan di Denmark.

Satu hal yang selalu menjadi nilai tambah dari karya Indah Hanaco adalah karena Mbak Indah Hanaco suka sekali exploring setting luar negeri dari berbagai negara di novel-novelnya. Penggambaran situasi serta pemilihan diksinya juga enak dibaca dan mudah dibayangkan.

Kisah Sophie tidak cuma bertumpu pada satu masalah dan bukan soal cinta saja. Mulai dari hubungannya dengan sang ayah, dengan Brisha, dan dengan Jamie. Tapi yang kurasakan di sini tidak begitu menonjolkan sisi romance. Apa mungkin karena ini genre young adult ya? Tapi buatku itu tidak masalah, karena itu tertutupi dengan pemanis lain seperti cerita Gitta dan rekan kerjanya, masa lalu dan profesi Jamie, serta tentu saja tempat-tempat wisata menarik di Skandinavia.

Terima kasih banyak, Mbak Indah, untuk cerita serunya. Beruntungnya Sophie bisa bertemu Jamie yang rela muter-muter demi menemukan Sophie di Jakarta. Cowok yang begini jangan sampai lolos! 😆

OVERALL RATING
★★★☆☆

Advertisements

2 thoughts on “[Review] Out of The Blue by Indah Hanaco

  1. Jadi penasaran nih.. pingin baca bukunya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s