[Review] Dark Matter by Blake Crouch

Judul: Dark Matter
Penulis: Blake Crouch
Penerbit: Noura
Penerjemah: Jia Effendi
Penyunting: Maria Lubis
Penyelaras aksara: Nunung Wiyanti
Penata aksara: cddc
Penata sampul: Fahmi Ilmansyah
Cetakan: Pertama
Terbitan: April 2017
Tebal: 462 Halaman
ISBN: 978-602-385-185-0
Genre: Mystery, Thriller

BLURB

Apa kau bahagia dengan hidupmu?
Pernahkan kau bertanya-tanya bagaimana jika seandainya kau mengambil pilihan yang berbeda?

Suatu malam—tanpa firasat apa pun—Jason Dessen diculik. Sesuatu disuntikkan ke tubuhnya. Dia mendapati dirinya terbangun di dunia yang berbeda. Di sana istrinya bukanlah istrinya dan anaknya tak pernah terlahir sama sekali. Di sana dia bukanlah dosen fisika biasa, melainkan genius terkenal yang telah melakukan hal-hal istimewa. Ke mana kehidupannya yang lama?

Hanya itulah yang Jason inginkan: kembali ke keluarga yang dicintainya, tempat dia merasa bahagia. Namun, perjalanan menuju ke sana demikian berliku dan menakutkan, melebihi imajinasi terliarnya.

REVIEW

“Kau akan ketakutan, tapi kau bisa menjadikan ketakutan itu sebagai milikmu. Kau bisa mendapatkan semua yang tidak pernah kau miliki. Aku minta maaf karena sebelumnya telah membuatmu ketakutan, tapi aku harus membawamu ke sini. Aku sungguh minta maaf, Jason. Aku melakukan ini untuk kita berdua.” – The Kidnapper (hlm.42)

Seorang dosen fisika bernama Jason Dessen menjalani hidupnya yang sempurna–memiliki keluarga harmonis dan pekerjaan yang dicintainya. Pada suatu malam saat di jalan pulang setelah pertemuannya dengan kerabatnya, Jason merasa dirinya sedang diikuti oleh seseorang. Nahas, Jason justru diserang dan disekap, bahkan orang misterius itu menculik dan menyuruh Jason mengendari mobil menuju tempat yang ia minta. Jason tidak bisa mengenali siapa penculik itu karena di wajahnya memakai topeng. Saat sampai di tempat tujuan, penculik menyuruh Jason menanggalkan pakaiannya lalu menyuntikkan sesuatu hingga Jason tak sadar.

Sayangnya, ketika Jason terbangun ia justru tidak mengenali dunianya lagi. Ia berada di tempat asing–sebuah laboratotiun sains–dikelilingi oleh orang-orang asing dan ditanyai dengan pertanyaan aneh yang ia tak mengerti. Jason justru dikenal sebagai seorang ilmuwan jenius yang telah menghilang selama 14 bulan dan belum berkeluarga. Lalu, di mana anak dan istrinya–Charlie dan Daniela?

Saat pengawasan sedang lengah, Jason melarikan diri dari laboratoriun itu dan mencari rumahnya. Namun, rumah yang ia temukan justru berbeda dengan rumah yang ia tinggali selama ini. Rumahnya ada tapi detil-detilnya tidak sama dengan rumahnya.

“Menakutkan ketika kau memikirkan bahwa setiap hal yang kita pikirkan, semua pilihan yang kita buat, akan bercabang ke dunia baru.” – Jason (hlm.154)

Orang-orang dari laboratorium pun menangkapnya kembali dan mengurungnya. Di sana, Leighton–rekan Jason si genius–mengerahkan segala cara untuk mengorek informasi dari Jason yang dipercaya telah menghilang selama 14 bulan ini. Tapi Jason tak bisa menjawab banyak karena ia memang tak tahu dan tak ingat apa-apa. Ia bahkan tidak mengerti apa yang terjadi padanya.

Beruntung ada Amanda si psikatri yang berbaik hati menyelamatkan Jason dan akhirnya mereka melarikan diri masuk ke ‘kotak ajaib’ dan berusaha menemukan Daniela dan Charlie melalui kotak itu. Tapi ternyata jalan menuju ke sana tidaklah mudah.

Bagaimana caranya Jason kembali ke kehidupannya yang dulu dan berkumpul lagi dengan keluarga kecilnya?

LET’S PEEL IT…

Pada awalnya saya baca ini langsung ngebut sampai bab 5, tapi sampai di situ saya masih belum sepenuhnya paham sebenarnya apa yang terjadi dengan Jason Dessen? Siapa si penculik yang menyuntiknya? Siapa orang-orang yang menemukannya kemudian? Bagaimana bisa dunianya yang lama kini bukan dunianya lagi? Rumah, keluarga, nomor telepon, dan sebagainya. Sebagian sama tapi ada juga yang tak sama. Bingung, bukan?

“Aku tidak tahu bagaimana denganmu, tapi dunia lamaku semakin lama senakin terasa seperti hantu. Kau tahu bagaimana sebuah mimpi terasa semakin jauh dari yang ingat? Ia kehilangan warna, intensitas, dan logika. Koneksi emosionalmu terhadapnya memudar.” – Amanda (hlm.301)

Dalam misi mencari kehidupan lama dan keluarga Jason melalui si ‘kotak ajaib’ itu, Jason dan Amanda harus menyuntikkan cairan khusus yang akan mempengaruhi kesadaran dan membawa mereka ke tempat yang dituju. Sayangnya, untuk menemukan apa yang dicari tidak bisa langsung ketemu hanya dengan sekali percobaan. Mereka punya stok total 48 ampul yang makin lama makin menipis tapi mereka masih saja ‘tersesat’.

Amanda pernah berkata kalau dunianya mulai terasa seperti hantu, dan kurasa aku mengerti apa maksudnya. Kita mengasosiasikan realitas dengan sesuatu yang nyata—segala hal yang bisa kita alami dengan pancaindra. Dan, walaupun aku terus-menerus mengatakan kepada diriku sendiri bahwa ada kotak di South Side Chicago yang bisa membawaku ke dunia tempatku memiliki semua hal yang kuinginkan dan kubutuhkan, aku tidak lagi memercayai kalau tempat itu ada. – (hlm.327)

Memasuki bab 13, alur ceritanya jadi semakin memikat. Jason yang ada saat ini, di semesta yang baru ini, ternyata ‘tidak sendiri’. Jason pun harus menyusun rencana untuk menyelamatkan Daniela dan Charlie dari orang yang telah merebut hidupnya serta dari ‘teman-temannya’ tersebut.

Kalau di awal buku isinya lebih ke sci-fi, tapi makin lama dibaca justru makin terasa hawa thriller-nya. Selama menyimak novel ini saya harap saya tidak gila karena saking serunya. Ini yang membuat pembaca ingin tetap lanjut membalik halaman demi halaman karena rasa penasaran yang membuncah dengan nasib Jason.

“Aku memikirkan malam-malam aku berbaring di tempat tidur, bertanya-tanya akan seperti apa jika hidup berbeda, jika aku tidak mengambil cabang di jalan yang membuatku seorang ayah dan seorang dosen Fisika biasa-biasa saja, alih-alih menjadi seseorang cemerlang di bidangku. Kurasa semuanya muncul karena aku menginginkan hal yang tidak kumiliki. Apa yang kupikir mungkin akan menjadi milikku lewat pilihan-pilihan yang berbeda.” – Jason (hlm.451)

Well written by the author! Novel genre scifi-thriller-romance paling memikat sejauh ini yg pernah kubaca. Hawa suspense dan spekulasi yg berseliweran di kepalaku. Memikat pembaca dengan rasa penasaran tentang mengapa ini bisa terjadi dan bagaimana mengakhiri semua ini?

Pasti risetnya susah karena di bagian awal sainsnya kental membahas mekanika kuantum dan multisemesta. Mungkin hanya para genius yang paham pembahasan di bagian itu. 😀

Diselingi romance jadi makin menggigit, tapi bagiku bagian yg paling menyedot perhatian adalah thriller-nya yang mulai intense sejak bab 12 dan 13. Satu hal yang kusayangkan hanyalah nasib Amanda yang tidak dijelaskan bagaimana setelah ia pergi. Ia seperti terlupakan begitu saja.

Jujur saja, butuh waktu bagiku untuk membayangkan semua hal yang ada di novel ini. Tentu saja pertama karena unsur sainsnya yang dirasa otakku tidak sampai ke bagian itu, dan kedua yaitu mekanisme kotak ajaib serta perjalanan Jason dan Amanda saat mencari jalan keluar dari sana. Sempat kubaca di halaman belakang bahwa novel ini sudah dibeli hak filmnya. Berarti sebentar lagi akan diangkat ke layar lebar. Saya sangat menantikan itu, menyaksikan secara visual mungkin akan lebih membantu nalar saya agar lebih mengerti tentang ini semua. 🙂

OVERALL RATING
★★★★☆ 

Advertisements

One thought on “[Review] Dark Matter by Blake Crouch

  1. Reblogged this on Site Title and commented:
    Love this book

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s