[BookTour] Interview: Laini Laitu, Author of D.I.A

Halo, sudah masuk hari ke-2 book tour novel D.I.A karya Laini Laitu. Kemarin sudah saya posting review novelnya. Sudahkah kalian membacanya? Silakan dibaca dulu ya biar kalian bisa paham apa yang akan kami bahas melalui wawancara singkat di bawah ini. 🙂

Nah, berhubung Mbak Alya (penulis) sudah berbaik hati mengizinkan saya mengajukan 10 pertanyaan, ada baiknya di kesempatan kali ini kita lebih mengenal penulis dan sedikit seluk beluk proses kreatif penulisan novelnya. Yuk disimak!

1. Assalamu’alaykum, Mbak Alya. Boleh dong sekilas perkenalkan dirinya dulu ke pembaca yang mungkin belum kenal atau pun belum familiar dengan karya-karya Mbak Alya. 🙂

Wa’alaikumsalaam. Perkenalkan, aku Alya atau biasa juga dikenal dengan Laini Laitu. Saya sebelumnya aktif menulis di wattpad dengan akun Alyaaa. Di tahun 2015 akhirnya menerbitkan novel yang berjudul Bila dan Calon Imam. Sementara novel ketiga yang berjudul DIA terbit di tahun 2017.

2. Mbak, kenapa novel ini diberi judul DIA tapi pakai titik-titik D.I.A? Apakah itu singkatan tertentu yang tidak diketahui pembaca?

D.I.A itu singkatan Dia Itu Andra. hahaha

(Serius nih? Astaga, aku sama sekali nggak kepikiran ke situ wkwkwk)

3. Setelah membaca ceritanya tentang alasan Andra dan Rara menikah, saya jadi teringat sesuatu nih, tentang anak SMP yang beritanya viral gara-gara mereka nekat nikah. Apakah saat Mbak Alya menulis cerita ini karena terinspirasi oleh cerita orang lain?

Pas nulis DIA ini ide dasarnya dari salah seorang sahabat. Karena sebelumnya Bila itu identik dengan cewek gagal move on, aku pengen banget nunjukin kalau yang susah move on itu nggak cuma cewek. Maka jadilah cerita Andra yang susah move on, suatu hari pas dia nemu cerita Andra dan baca sinopsis awalnya (bukan yang sekarang ada di buku) Dia langsung klaim kalau itu cerita terinspirasi dari dia. Terus ngambek beberapa saat nggak mau curhat lagi. Lol

4. Berapa lama waktu yang Mbak butuhkan untuk menyelesaikan novel ini?

Ditulis bulan Februari 2015, selesai Agustus 2015. Ini jawabnya sambil buka wattpad, duh ternyata dulu aku produktif, sekarang? …

5. Hal apa saja yang menjadi kesulitan dan kenikmatan Mbak selama proses menulis novel D.I.A?

Riset.

Karena tokoh Andra ini aku sok-sokan ngambil kerjaan dokter, aku harus nanya-nanya ke teman dulu takut salah. Terus akhirnya untuk meminimalisir kesalahan akhirnya bagian kerjaan ini cuma kujadiin sedikitttt aja sebagai bumbu cerita.

(Oh iya, pantesan sih aku juga ngerasa profesi tokohnya tidak begitu ditonjolkan atau dieksplor lebih jauh. Tapi ya nggak apa-apa, kan fokus konfliknya bukan di pekerjaan mereka hehe)

6. Ini yang bikin saya penasaran dari dulu. Andra kan kembarannya Nada. Nada itu tokoh utama di novel Calon Imam sebagai istrinya Ave. Ave itu sepupunya Bila di novel Bila. Dan yang kutahu juga si Rio, (kakaknya Rara di novel ini) jadi tokoh utama di novel Calon Ibu. Bener, kan? Nah, kenapa Mbak Alya membuat novel yang merupakan spin-off dari novel sebelumnya? Memang disengaja dan terkonsep atau spontan aja?

Biasanya aku buat cerita berikutnya itu dari tokoh yang mencuri perhatian di cerita sebelumnya. Misal Calon Ibu tentang Rio (Iparnya Andra di DIA) ini karena diprosesnya sendiri waktu cerita DIA berjalan tokoh Rio sering mendapatkan perhatian dari pembaca.

Pernah buat cerita dengan tokoh yang pure baru dan itu kayak memulai dari nol lagi. Lebih mudah menemukan pembaca jika tokohnya sudah dikenal lebih dulu.

7. Sejauh ini novel-novel Mbak yang saya baca dan yang saya tahu itu bernuansa islami. Meski pun kadar islaminya tidak sekental seperti novel para penulis ternama yang bukunya bestseller sampai jadi film sih hehe. Apa yang mendasari Mbak konsisten menulis novel islami? Apakah karena demi kenyamanan sendiri, atau demi menyampaikan pesan kebaikan ke pembaca, atau ada alasan lain?

Nah ini, entah kenapa pembaca itu kebanyakan melabeli penulis islami. Padahal pas awal nulis itu aku sama sekali nggak menyasar demikian. Genre yang kuambil dulu semua kumasukin romance. Mungkin karena kebiasaan nulis salam di obrolan kali, ya? Atau entah.

Aya sendiri kenapa bisa menilai bernuansa islami?

Terus akhirnya setelah DIA dipinang sama Wahyu Qolbu dan saran dari beberapa teman, akhirnya aku nyoba nulis yang bener-bener bernuansa islami. Tapi, karena nggak PD dan karena masih miskin ilmu agama akhirnya aku mengajak teman untuk kolab. Bisa baca Serenyah Rasa kalau penasaran *ehmalahpromo. wkwkwk

(Sebenarnya kalo aku sendiri dulu pas baca Bila tuh nggak menganggap itu novel islami. Pas baca Calon Imam, stigma itu mulai terbentuk, mungkin karena cerita yang mbak masukin dalam Bila dan Calon Imam nggak pernah jauh dari norma-norma yang ada di agama islam kali ya, nggak perngah bikin yang aneh-aneh juga kan. Lalu cerita di novel DIA ini makin menguatkan stigma itu gara-gara alasan Rara yang nekat nikah sama Andra. Apalagi karena apa yang tercantum di bawah barcode dan ISBN-nya, di situ tertulis “Novel Islami”. Dari penerbitnya pun sudah melabeli begitu hehehe)

8. Di antara novel-novel Mbak yang sudah jadi buku, yang mana yang sampai saat ini paling Mbak sayangi atau paling berkesan?

Kalau di antara yang jadi buku, Bila. Soalnya Bila ini awal mula/cikal bakal akhirnya bisa menerbitkan buku. Terus nulisnya juga paling enjoy karena dulu niatnya cuma ngisi waktu + nyalurin hobi. Habis Bila ini aku kalau nulis jadi lebih hati-hati lagi karena mulai sadar kalau tulisanku dibaca banyak orang. Takut tulisanku membawa dampak negatif ke pembaca lebih tepatnya.

9. Mbak Alya kan terbilang produktif sebagai penulis wattpad. Novel-novel Mbak juga tadinya berawal dari wattpad dulu. Saya penasaran, bagaimana cara penulis wattpad posting tulisannya dalam beberapa part. Kalau Mbak Alya sendiri, apakah sudah menyelesaikan ceritanya duluan di file Ms Word sebelum di-posting ke wattpad sehingga tinggal share chapter per chapter, atau justru Mbak spontan aja awal nulisnya langsung di wattpad lalu lanjutannya per-chapter dipikirin dan ditulis nanti pas lagi dapat ilham?

Spontan aja awal nulisnya langsung di wattpad lalu lanjutannya per-chapter dipikirin dan ditulis nanti pas lagi dapat ilham — yang ini.

Pernah nyoba buat cerita, pengen gitu kan selesai dulu di laptop habis itu tinggal posting per bab, ternyata malah berhenti di tengah jalan. Kayak bingung gitu mau dibawa ke mana. Udah ada plot padahal, tapi berasa ada yang kurang.

10. Pertanyaan terakhir, apa arti wattpad bagi karir menulis Mbak Alya? Dan hal apa yang masih ingin dicapai ke depannya terkait dunia literatur ini?

Wattpad itu luar biasa. Cikal bakal saya jadi penulis. Dulu main di wattpad cuma nyalurin hobi, yang asal nulis aja. EYD? Boro-boro. Terus sampai akhirnya wattpad membawa tulisanku ke dunia penerbitan. Ketemu hal baru lagi. Di tahun 2015 pas Bila terbit dan buka PO laku 100 pcs aku tuh udah speechless banget. Nggak nyangka ternyata ada yang mau beli tulisanku.

Hal yang pengen dicapai? Bisa menulis novel yang bermanfaat, di mana dari novel yang ditulis pembaca tidak sekadar mendapat hiburan. Terus pengen novelnya diterbitin, bestseller, kemudian difilmkan. Haha. Mimpi boleh kan, ya. Siapa tahu dikabulkan sama Allah SWT. Aamiin.

(Wah, aku ikut bilang aamiin ya, Mbak. Semoga suatu hari nanti mimpinya ini bisa tercapai. Terima kasih banyak sudah mau ditanya-tanyain hehehe)


Itulah wawancara singkatku dengan si penulis. Beberapa kali disebutkan judul novel Bila dan Calon Imam di sana. Kalau kalian belum pernah tahu atau belum pernah baca, silakan intip review dari saya di sini…

[Review] Bila: Pada Akhirnya Aku Memilihmu by Laini Laitu

[Review] Calon Imam: Kebetulan itu Tidak Pernah Ada by Laini Laitu

Novel DIA bukanlah sequel dari Bila dan Calon Imam ya. Kalian tidak harus baca dari novel Bila karena tiap novel ini punya cerita masing-masing. Hanya tokoh-tokohnya saja yang masih saling berhubungan dari satu novel ke novel selanjutnya (spin-off).

Book tour ini masih lanjut hingga seminggu ke depan. Besok jadi hari yang paling kalian tunggu karena giveaway-nya akan saya buka. Jadi tetep tungguin postingan selanjutnya ya! 😉

Advertisements

4 thoughts on “[BookTour] Interview: Laini Laitu, Author of D.I.A

  1. Paling suka nih sama novel spin-off. Seru gitu nemu satu tokoh yang di kisah lain jadi pendukung tapi jadi peran utama di kisahnya sendiri. Meyakinkan pendapatku kalau semua orang adalah pemeran utama dalam kehidupannya.

    Like

  2. makasih sharingnya, belum baca

    Like

  3. Makin ke sini makin penasaran. Setelah baca interviewnya jadi pengin koleksi semua ;). Sukses terus!

    Like

  4. Fitriyani Rangkuti

    Aku setuju dengan kak Alya kalau wattpad itu luar biasa. Aku juga mulai suka membaca kembali setelah nemu aplikasi baca ini. Aplikasi ini juga ngebantu para penulis untuk menunjukkan bakat mereka. Oia kak Alya… Aku juga salah satu penggemar kisah berseries atau spin off gitu.. but, overall Terimakasih buat wawancaranya kak Aya. 😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s