[BlogTour] Review: Rain Sound by Vachaa

Tibalah kita di postingan ke-2 yaitu resensi novel RAIN SOUND. Kalau ada yang belum baca isi wawancara singkat saya bersama sang penulis, monggol lho kalau mau cek dulu ke postingan sebelumnya. Kalau sudah baca, silakan di simak resensi dari saya berikut ini. 🙂

Judul: Rain Sound
Penulis: Vachaa
Penerbit: Roro Raya Sejahtera
Editor: Prisca Primasari
Proofreader: Rinandi Dinanta
Desainer Sampul: Ade Ismiati Hakimah
Penata Letak: Ade Ismiati Hakimah
Jenis Buku: Bookpaper 55 gr
Cetakan: Pertama, 2018
Tebal: 256 Halaman; 14×20 cm
ISBN: 978-602-51290-8-7
Genre: Romance (Novel Remaja, 13+)
Harga: Rp 73,000

TAGLINE

Perempuan itu takut akan hujan.
Lelaki itu mencintai hujan.
Bersama takdir, hujan mampu menyatukan dua hati…
Juga memisahkan mereka

BLURB

Tahukah kamu, hujan turun karena awan tak sanggup lagi
menahan air yang membebaninya?
Begitu juga alasan orang menangis
karena tak sanggup lagi membendung emosi dan luka
yang menyesaki hatinya.

Aku tak mungkin bisa membenci hujan
karena hanya dia yang paling mengerti kesedihanku.
Hujan menemaniku saat menangisi kepergianmu.
Menyembunyikan air mataku di balik derasnya.

Ketika perlahan derainya berubah jadi rintik-rintik gerimis,
aku berjanji akan merelakanmu.
Aku menyangkal diri, tentu saja.
Bagaimana mungkin aku bisa melupakan begitu saja
orang yang pernah membuatku teramat bahagia?

REVIEW

Gilang dan Pelangi adalah murid satu sekolahan, tapi Pelangi merupakan adik kelas Gilang. Sudah dari lama Pelangi memendam rasa suka pada Gilang dan sering menguntitnya tanpa sepengetahuan Gilang. Pada suatu hari sepulang sekolah yang sedang diguyur hujan dan masih terjebak di kelas, Gilang ‘menyadari’ Pelangi untuk pertama kalinya sekaligus mengetahui bahwa cewek ini benci pada hujan. Pasalnya, Gilang melihat pelangi sedang menundukkan kepala sambil menutup telinga kala hujan deras turun. Sungguh berbanding terbalik dengan Gilang yang sangat menyukai hujan.

Sejak Gilang meminjami headphone pada Pelangi di tengah hujan deras itu dengan maksud agar cewek itu tidak terganggu dengan suara hujan, Pelangi dan Gilang jadi dekat dan sering ke Butter Cafe bersama teman-teman mereka yang lain. Bukan hanya itu, mereka bahkan saling berbagi markas rahasia yaitu rooftop sekolah yang hanya dikunjungi oleh mereka berdua.

Di antara sekelumit kisah percintaan dari teman-teman Gilang dan Pelangi — seperti Dito, Nando, Cindy, Natasha, Ariko, dan Devi — sesungguhnya ada rahasia tersimpan rapat dari masa lalu Gilang dan Pelangi. Ada alasan pula mengapa mereka masing-masing ada yang suka dan benci hujan. Apakah sebabnya?

LET’S PEEL IT…

SAYA SUKA KEMASAN CERITA DI NOVEL RAIN SOUND! 😍 Meski awalnya masih terasa bingung karena menerka-nerka siapa yang akan jadi bahasan utama. Pasalnya tidak hanya perkara hubungan Gilang dan Pelangi yang disuguhkan, tetapi ada juga sepintas cerita dari Devi dan Nando, Ariko dan Natasha, Pelangi dan Dito, Nando dan Natasha, serta Dito dan Cindy. Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa saya sering merasa kewalahan jika di sebuah novel ada banyak tokoh yang muncul, tetapi kali ini masih bisa ditolerir karena jumlah tokoh yang muncul tidak berlebihan, hanya butuh waktu untuk mencerna dan mengingat nama-nama teman Gilang dan Pelangi itu perannya apa saja karena ternyata ada benang merahnya satu sama lain.

Alur ceritanya mengalir tanpa ada plot gap sehingga tidak membuat pembaca bingung. Penulis menggambarkan dengan runut berdasarkan alur maju yang digunakan dengan sedikit flashback sebagai pencerahan menjelang ending. Gaya bahasanya ringan sesuai dengan target pembacanya yaitu kalangan remaja (13+). Penokohannya cukup baik meski pun untuk saya pribadi tidak terlalu menemukan keunikan masing-masing tokohnya kecuali Pelangi yang tidak suka pada hujan. Latar tempat dan waktunya cukup jelas digambarkan, yang paling dominan digunakan adalah latar sekolah dan Butter Cafe. Tapi, sayangnya seingatku tidak menemukan nama sekolahnya mereka ini apa. Apa benar memang sengaja tidak disebutkan? 🤔 Sedangkan untuk tema yang diangkat itu terbilang sederhana tetapi yabg terpenting dapat membekas di akhir cerita di hati pembacanya.

Jika pertanyaan utamanya tentang “apakah Gilang dan Pelangi menjadi satu kesatuan di akhir cerita?” Bisa saya bilang bahwa membaca novel ini harus sabar hingga kita mencapai klimaks tepat pada akhir cerita. Saya suka sekali suguhan plot twist-nya yang bagiku tidak terduga. Penulis sangat apik merangkai skenario dari awal cerita hingga akhirnya sangat beralasan dan masuk akal saat semua itu terungkap di akhir. Padahal awalnya saya agak skeptis pada karakter Pelangi yang ceria bagai tak punya masalah hidup itu kenapa bisa benci pada hujan? Aneh bukan? Namun, akhirnya semua itu terjawab sudah. 😊

Pada kesimpulannya, novel ini oke punya! Sangat cocok sebagai bacaan dedek-dedek remaja. Saya pun mau bilang novel ini layak terbit menjadi buku di penerbit mayor. Meski tetap mengusung tema romance, tapi tetap ada kejutan yang disuguhkan. Kuncinya hanya sabar sampai akhir ya 😉

Favorite Quotes

“Itulah takdir, kita bisa menentukannya sekarang. Mau gimana kita nantinya, itu tergantung pada apa yang kita pilih saat ini, karena kita yang menentukan takdir kita sendiri.” — Pak Bono (hlm.51)

“Non, terkadang ada beberapa hal di dunia yang tidak dapat kita ubah, sekeras apa pun kita berusaha.” — Pak Bono (hlm.52)

“… Cepat atau lambat semua orang pasti ninggalin kita. Karena pada akhirnya, kita akan menempuh takdir yang kita pilih—sendirian,” — Pelangi (hlm.58)

“Menurut gue, takdir itu Tuhan yang nentuin. Itu semacam skenario yang Dia buat untuk kita—manusia—jalanin. Bagaimana kita menyikapi takdir,citu tergantung kita sendiri. Tapi bagaimana pun cara yang kita tempuh untuk ‘merajut’ takdir kita, gue rasa itu juga bagian dari skenario Tuhan.” — Gilang (hlm.59)

Maybe that’s the reason why God sends us to each other. Karena Dia pengin lo, dan gue—kita—tahu, kalo kita nggak sendirian.” — Gilang (hlm.134)

“Kadang kita harus merelakan orang yang kita sayangi untuk bahagia—meski kebahagiaannya itu bukan kita, Nak.” — Ayah Pelangi (hlm.211)

Mungkin ini emang takdir kita, cerita terbaik buat kita. Gue yakin Tuhan sudah menuliskan cerita yang indah, karena Dia sayang sama kita. Skenario Tuhan akan selalu menjadi yang terbaik. — (hlm.245)

OVERALL RATING

★★★★☆



PHOTO CHALLENGE

Seperti biasa, kalau di blog tour bersama penerbit Roro Raya Sejahtera pasti selalu ada photo challenge untuk setiap host-nya. Kali ini tantangannya adalah mengikuti salah satu dari 2 pose di bawah guyuran hujan seperti ini…

Berhubung nggak nemu adanya bangku taman seperti di gambar pertama dan lagi nggak musim hujan di tempatku berada, maka hasilnya hanyalah foto seperti ini…

Bukunya kudu ikutan ngeksis di foto dong!

 



Setelah postingan resensi ini, akan saya buka postingan giveaway-nya yang selalu paling kalian tunggu. Sembari menunggu, kalian bisa mampir ke blog lain untuk ngepoin wawancara, resensi, dan giveaway-nya juga. Jadwalnya ada di banner di atas.

2 thoughts on “[BlogTour] Review: Rain Sound by Vachaa

  1. Ceritanya ringan gitu yaa kak, gak terlalu berat dikonfliknya. Seru nih baca ini, tokoh-tokohnya juga bikin penasaran. Jadi ini kejutannya diakhir gitu yaa kak? Aku makin penasaran nih sama novel ini hihi semoga nanti bisa berkesempatan membaca novel ini

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s