[BlogTour] Interview: Chocola, Author of The Perfect Catch

Hello, guys! Blog tour with Roro Raya Sejahtera publisher is back! Nggak pernah bosen deh kalau kerjasama dengan Roro yang selalu nerbitin novel-novel kece. Dan kali ini buku yang akan kita bahas adalah THE PERFECT CATCH by Chocola. Apakah kamu salah satu siswa yang di sekolah suka main basket atau punya kecengan pemain basket? Kalau iya, this book might be your cup of tea. 😀

Okay, tanpa banyak basa-basi lagi mending kita langsung kenalan saja dulu dengan penulisnya serta bahas sedikit tentang proses kreatif penulisan novel THE PERFECT CATCH. Simak wawancara singkat kami berikut ini.

1. Novel remaja kan nggak jauh dari dunia SMA dan biasanya juga ekstrakulikuler basket. Apa yang membuat Kak Chocola tetap berani mengangkat tema anak basket di novel ini meski tema tersebut sudah sangat sering diangkat oleh penulis lain sebelumnya?
Mungkin karena quote ini ya ‘menulislah dari apa yang paling dekat dengan kamu’. Selain karena basket memang di ajarkan sewaktu SMA, tema basket juga terasa dekat banget denganku karena aku tumbuh bersama banyak referensi mengenai basket; slam dunk, koruko no basuke, dll. Selain itu, mengangkat tema olahraga ini juga terhitung cukup gampang untuk risetnya karena temanku kebetulan ada yang berprofesi sebagai guru olahraga. Dan ini numpang mau ngucapin terima kasih buat Nurika, makasih banget yang udah mau aku tanya-tanya seputar basket menjelang hari pernikahannya. Nggak sempet tulis namanya di thanks to karena aku baru kepikiran buat tanya-tanya dia waktu revisi. Hehe….
2. Siapa tokoh yang paling susah dibangun karakternya di novel ini dan mengapa?
Buatku sih Arga. Karena dia karakter yang kelihatannya sangat sempurna. Hampir nggak punya kekurangan. Cakep iya. Cerdas iya. Baik juga iya. Tapi di tengah-tengah menulis novel ini pemikiran kalau di dunia ini mustahil ada orang yang serba sempurna terus menghantui. Dari ketiga tokoh sentral di novel ini rasanya cuma Arga aja tokoh yang mengalami paling banyak revisi dari tulisan awal yang kubuat. Beruntung editorku juga kasih masukan jadi karakter Arga bisa terbentuk lebih kuat lagi.
3. Apa perbedaan yang paling signifikan dari novel ini saat masih menjadi naskah novel yang diajukan untuk lomba menulis #ROROTEEN dibandingkan setelah rilis resmi jadi buku selain dari perubahan judulnya?
Latar tempatnya. Awalnya latar cerita di novel ini kota Semarang, tapi saat revisi editor menyarankan untuk di ganti saja ke daerah sekitar Ibu kota yang memang cocok dengan bahasa gaul ‘lo-gue’ yang memang aku pakai. Sehingga saat itu aku harus bener-bener putar otak buat ganti semua setting-nya ke tempat baru. Beruntung lagi banyak teman-teman yang mau membantu menyarankan daerah mereka masing-masing dan akhirnya berkat Jongie, aku merasa kota Bogor-lah yang paling cocok sebagai latar novel ini.
4. Ngomong-ngomong soal perubahan judul, siapa yang ngusulin judul THE PERFECT CATCH? Editor kah? Dan apakah Kak Chocola lebih suka judul yang sekarang daripada judul yang lama?
Redaksi Roroteen yang ngusulin judul THE PERFECT CATCH. Aku suka dua-duanya karena emang sama-sama menggambarkan ceritanya. Sebenernya kelemahan terbesarku itu bikin judul, kadang suka iri gitu sama penulis lain yang bisa bikin judul unik dan bagus. Karena aku sering buntu bikin judul, judul selalu jadi hal terakhir yang aku pikirin. Tapi untungnya kekuranganku itu bisa di cover Roroteen. Makasih Roro^^
5. Biasanya seorang penulis mempunya imaginary cast ketika mendeskripsikan dan membayangkan tokoh rekaannya. Kalo Kak Chocola, ngebayangin siapa nih untuk tokoh-tokoh utama di THE PERFECT CATCH?
Awalnya aku bayangin Maxime Bouttier buat karakter Arga. Maklumlah, dia satu-satunya aktor muda Indonesia yang aku suka. Hehe… Tapi seiring berjalannya waktu malah jadi kebayang Teuku Rassya. Kalau Gilang, karena kulitnya yang agak sawo matang dibanding Arga dan rambutnya gondrong, aku kebayang Jerfi Nichol. Nah, Dinda ini satu-satunya yang sama sekali nggak bisa kebayang siapa-siapa dari awal sampai akhir. Tapi setelah agak lama googling dan makin menambah referensi artis-artis cantik di negeri ini, akhirnya aku ngerasa Nabilah Ayu ex JKT48 yang paling mendekati visual Dinda.


Wah, terima kasih banyak Kak Chocola sudah berkenan menjawab pertanyaan-pertanyaan kepo dariku. Semoga beberapa jawaban di atas juga cukup mengobati rasa kepo dari para calon pembaca dan peserta blog tour THE PERFECT CATCH.
Oh ya, jangan lupa pantengin terus update-an di blog ini karena selanjutnya akan saya share postingan resensi bukunya dan giveaway yang paling kalian tunggu selalu hehehe. Pokoknya tungguin aja ya!

23 – 26 OKTOBER 2018: AFIYATUL FUTHONA 
https://mybooklicious.blogspot.com

27 – 30 OKTOBER 2018: SINTIA ASTARINA
https://www.sintiaastarina.com

31 OKTOBER – 3 NOVEMBER 2018: SEFFI SOFFI
https://seffisoffi.blogspot.com

3 – 6 NOVEMBER 2018: FITRA AULIANTY
https://mydreamlandstories.blogspot.co.id

7 – 10 NOVEMBER 2018: AYA MURNING
https://murniaya.wordpress.com



PROFIL PENULIS

Chocola merupakan nama pena dari Citra Ayuning Tyas. Gadis kelahiran Tasikmalaya 13 April ini merupakan alumni pendidikan kimia Universitas Negeri Semarang. Penyuka makanan, hujan, astronomi, K-POP dan J-movie ini bercita-cita menjadi pengusaha kuliner dan penulis sukses. Moto favoritnya, “tidak ada hasil yang menghianati usaha”. Kecintaannya terhadap Semarang membuatnya ingin kota Venice van Java mendominasi latar karya-karyanya. Novel ini merupakan karya solo ke-3 yang diterbitkan, sebelumnya novel ‘In Paris Where I Meet You’ pernah diterbitkan tahun 2014 dan e-book novela ‘Miss Beauty & Mr. Brain’ diterbitkan tahun 2017. Penulis dapat disapa melalui:

Instagram: @Citra_chocola
Twitter: @Chocola134
Facebook: Chocola
Email: Glacier4tdesert@gmail.com

Advertisements

11 thoughts on “[BlogTour] Interview: Chocola, Author of The Perfect Catch

  1. “Menulislah dari apa yang paling dekat denganmu”- Menarik. Ternyata eh ternyata Kak Chocola lumayan aktif ya di basket. Kereeeeeeen 😉

    Like

  2. Wah temanya labeling kaak, seru nih pasti. Baru kali ini aku nemuin cerita bertema ini. Labeling itu sebenernya ada yang bikin bangga ada yang bikin ngenes yaa kak, yang bikin ngenes yaa labeling buruk. Ibaratnya udah dicap orang gak bener wkw, dan buat ngelepas itu semua tuh susah banget gak gampang.

    Hmm, ngomongin tokohnya aku lebih penasaran ke Gilang nih kaak. Dia bandel” tapi bertanggung jawab yaa kalo digambarin sama Nichol mah.

    Dan kenapa disini ada adegan tusuk-menusuknya? yaampun, penasaran banget aku kaak, jadi pengen baca novel ini hhee.

    Semoga disini ada rezeki buat aku yaa 🙂

    Like

  3. Udah banyak liat wawancara novel TPC dari blog lain jadi makin-makin penasaran sama isinya. XD

    Like

  4. Aku nggak cukup dekat dengan dunia basket meski dpt pelajarannya pas SMP-SMA, tp aku juga suka nonton Koruko no Basuke, hehe.

    Like

  5. Menulis sesuatu yang familiar dengan kita memang lebih mudah, karena lebih banyak tahu. Jadi setuju dengan alasan kak Chocola mengikuti quote ‘menulislah dari apa yang paling dekat dengan kamu’. 🙂

    Like

  6. Wah, kalo castnya nabika jkt, aku mau deh tunggu filmnya, wkwkw

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s