[BlogTour] Autumn Kiss by Christina Juzwar | Review, Giveaway

Autumn Kiss by Christina Juzwar

Judul: Autumn Kiss
Penulis: Christina Juzwar
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Eka Pudjawati
Desain Cover: Marcel A.W.
Cetakan: Pertama
Terbitan: Februari 2017
Tebal: 288 Halaman
ISBN: 978-602-03-3535-3
Genre: Romance

BLURB

Kabar duka datang menghampiri Bianca. Sahabatnya, Zie, meninggal dunia. Kenyataan itu membuat Bianca harus terbang ke New Zealand. Tetapi, bukan hanya duka yang harus Bianca hadapi. Dia dihadapkan pada fakta bahwa dia kembali bertemu Levy Welsh, mantan suaminya. Tentu saja Bianca tidak bisa menghindar. Masa lalunya bersama Levy cukup buruk.Tapi sebuah ciuman yang tak disengaja mengubah keteguhan hati dan meluluhkan benteng tinggi yang telah dibangun Bianca. Hatinya semakin bimbang ketika dia mengetahui perasaan Levy kepadanya masih sama. Namun, bagaimana Bianca bisa memutuskan ketika di Jakarta ada Ian, kekasih barunya, yang sedang menunggu dia kembali?

REVIEW

Bianca Soedibyo sangat shock saat menerima kabar tentang Zivanna–teman baiknya sejak kecil–telah meninggal dunia karena sakit kanker. Zie beserta suaminya, Lee, dan anak mereka sematawayang, Grace, tinggal di New Zealand. Bianca terpaksa cuti untuk menyusul ke New Zealand sebelum Zie keburu dimakamkan.

Namun, ternyata kedatangan Bianca ke sana bukan hanya menjadi pertemuan terakhirnya pada Zie, melainkan juga reuni dengan mantan suaminya, Levy Welsh. Bianca selalu mencoba bersikap sedatar dan sedingin mungkin pada Levy tetapi Levy justru penuh perhatian dan sering mengajukan pertanyaan kepada Bianca sehingga membuat Bianca geram.

“Hidup itu seperti bumi yang berputar. Kita akan merasakan matahari, dan kita akan merasakan bulan.” — Levy Welsh (hlm. 197)

Suatu hari saat Bianca tengah mabuk karena terlalu banyak minum vodka, insiden ciuman dirinya dan Levy terjadi. Bukan hanya ciuman yang tak sengaja karena tabrakan, namun hasrat kerinduan tertumpah di sana. Apakah itu hanya mabuk, atau sebuah ciuman yang memang melibatkan perasaan? Bianca bingung dengan perasaannya sendiri. Sementara Levy telah mengaku kalau dia masih mencintai Bianca.

“Kamu pikir kenapa aku berjuang melawan ketergantunganku? Kamu pikir kenapa aku masih mau menyimpan kalung tunanganmu? Kamu pikir kenapa aku ingin settle dan berusaha dengan keringat dan darahku? Aku ingin menunjukkan kepadamu bahwa aku orang yang baru. Aku bukan orang yang berbeda, tapi aku menjadi orang yang lebih baik.” — Levy Welsh (hlm. 163)

Tidak mudah bagi Bianca untuk menilai perasaannya sendiri karena perceraiannya dengan Levy dulu bukan dengan cara baik-baik. Sebelumnya, mereka seperti musuh satu sama lain. Apalagi saat ini Bianca sudah punya Ian–kekasih yang sangat menyayanginya.

Siapa yang harus dipilih Bianca? Kepada siapakah hati nuraninya tertuju?

“Bukan masalah mudah atau tidak, tetapi berani atau tidak. Ya, kan? Kamu terlalu terpaku pada masa lalu sampai kamu tidak berani mengambil keputusan.” — Levy Welsh (hlm. 213)

LET’S PEEL IT…

Autumn Kiss termasuk di lini Amore. Sebelumnya terakhir kali saya baca novel Mbak Tina adalah Love on Probation yang termasuk di lini Metropop. Memang ada perbedaan mencolok dari 2 lini ini. Yang saya rasakan adalah cerita di lini Amore lebih ‘soft’ ketimbang Metropop yang lebih ‘lincah’ karena berbasis chicklit. To be honest, untuk kalian pecinta romance garis keras memang cocoknya melahap Amore ini. 😀

Novel ini menggunakan sudut padang orang pertama dari tokoh Bianca. Biasanya saya kesulitan membaca watak dari tokoh lain jika menggunakan POV 1 seperti ini, tapi untunglah Mbak Tina mempermudah semuanya. Karakter Levy menjadi orang yang sangat terbuka dan jujur kepada Bianca, terutama tentang perasaannya. Namun, saya menemukan semua karakter tokoh di sini dibuat kalem. Mungkin karena benang merahnya adalah kematian Zie, sehingga kebanyakan dari mereka masih berkabung. Hanya Ian yang setidaknya nampak lebih ceria di antara yang lainnya karena ia bukan orang yang mengenal Zie secara langsung.

Gaya bercerita Mbak Tina luwes seperti biasanya. Meski menggunakan POV 1, tokoh Bianca mampu menuturkan beberapa flashback dan re-tell tentang suatu hal. Padahal selama ini menurutku hal itu akan lebih mudah jika menggunakan POV 3, tapi ternyata POV 1 juga bisa dieksekusi dengan baik.

Kalau soal penggalian karakter serta chemistry tokohnya, Bianca dan Levy sudah pas dan ‘ngena’. Saya juga menyukai Grace karena kehadirannya membuat suasana makin menghangat di antara mereka di sana. Saya juga suka Ian atas kebesaran hatinya (padahal awalnya kuanggap dia itu cuma pengganggu XD).

Hikmah yang bisa saya dapatkan dari kisah Bianca, Levy, Grace, dan lain-lain adalah:
1. Kita memang berhak untuk marah atas perlakuan yang kita terima, namun bukan berarti segala pintu maaf itu tertutup, apalagi jika orang yang bersalah itu telah memeperlihatkan keseriusannya untuk menjadi lebih positif. Karena menurut saya, setiap orang berhak memulai semuanya dari awal.
2. Kita harus lapang dada dengan keputusan orang lain dan tak bisa memaksakan kehendak hanya untuk kesenangan sendiri.
3. Kehilangan orang yang kita cintai tentu rasanya sangat sedih dan kadang terpuruk, tetapi kita harus ikhlas karena dengan merelakan bisa jadi cara terbaik untuk membebaskannya dari rasa sakit yang diderita, baik itu fisik mau pun batin.

Secara keseluruhan, cerita di novel ini bernuansa gloomy karena semuanya berpusat pada Zie yang telah pergi. Tapi, secara tak disadari ternyata juga bisa menghangatkan hati, apalagi jika kita membacanya di musim hujan seperti ini. For you, hardcore romamfe reader, you should try this one! 🙂

OVERALL RATING
★★★★☆


GIVEAWAY

BlogTour Autumn Kiss hy Christina Juzwar

Ralat: deadline giveaway sampai tanggal 26 Februari 2017

Penerbit GPU sudah menyediakan 1 eksemplar novel Autumn Kiss untuk satu peserta yang beruntung dari blog ini. Mau? Simak syarat dan ketentuannya berikut ini:

1. Mempunyai alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow blog ini melalui akun WordPress atau bisa juga lewat e-mail. Klik tombol follow di sidebar pojok kanan bawah.

3. Follow twitter atau instagram (boleh pilih salah satu) @Christinajuzwar dan @murniaya.

4. Bagikan info giveaway ini di sosial media punyamu.
– Jika di twitter, sertakan link post ini, cantumkan hashtag #AutumnKiss dengan mention ke 2 akun di atas.
– Jika di instagram, repost foto banner blog tour ini beserta caption-nya dari akun @murniaya. Sertakan juga hashtag #AutumnKiss.

5. Tidak ada pertanyaan di giveaway kali ini. Kalian cukup tuliskan nama, domisili, akun sosmed atau e-mail (agar dapat dihubungi jika menang), dan link share di kolom komentar di bawah.

6. Giveaway ini berlangsung selama 6 hari saja hingga tanggal 26 Februari 2017 pukul 23:59 WIB.

7. Peserta yang telah memenuhi semua syarat nanti akan saya undi untuk menentukan siapa pemenangnya.

8. Pengumuman pemenang akan saya post di blog, mention via twitter atau dikabari lewat e-mail kepada pemenang. Paling lambat 3 hari setelah giveaway ditutup.

Nah, itu saja S&K dari saya. Nggak susah kan? Jadi, nggak ada alasan untuk nggak ikutan ya. Siapa tahu nama kamu yang beruntung sebagai pemenangnya. Good luck! 😉

[Review] In Between by Angelique Puspadewi

IMG_20160622_142805

Judul: In Between
Penulis: Angelique Puspadewi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Desain Cover: Orkha Creative
Cetakan: Pertama
Terbitan: Jakarta, 2015
Tebal: 224 Halaman
ISBN: 978-602-03-1354-2
Genre: Romance

TAGLINE

Membohongi diri sendiri lebih sakit dari cinta tak berbalas.

BLURB

Bagi Adelita, hanya Alvaro yang bisa membuat dunianya berwarna. Membuatnya jatuh cinta hingga tergila-gila. Tetapi karena pria itu atasannya di kantor, Adelita merasa minder. Mana mungkin Alvaro membalas perasaannya? Akhirnya Adelita malah menjodohkan Alvaro dengan sahabat baiknya, Keyla.

Tetapi ketika Alvaro jadian dengan Keyla, Adelita malah terjebak dilema. Antara bahagia menyaksikan kemesraan dua orang yang dia sayangi dan benci karena tak berdaya menanggung derita patah hati.

Namun, bagaimana jika ternyata Alvaro juga memendam perasaan yang sama terhadap Adelita?

Continue Reading

[Review] The Man Next Door by Angelique Puspadewi

IMG_20151013_155216

Judul: The Man Next Door
Penulis: Angelique Puspadewi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Irna Pemanasari
Desain & ilustrasi cover: HEVNgrafix.com
Cetakan: Pertama
Terbitan: Jakarta, 2013
Tebal: 304 Halaman
ISBN: 978-979-22-9255-8
Genre: Romance

BLURB

Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata tetangga baru sebelah rumah adalah mantan pacar yang sudah belasan tahun kamu tunggu… dan ternyata dia sudah menikah dan memiliki satu anak?

Itulah yang dialami Kanaya. Kehadiran Revano mengguncang dunianya yang sudah tenteram sebagai dokter di klinik kecantikan. Namun kenangan mencuatkan kembali memori yang salah.

Dulu pernah ada janji yang terikrar antara Kanaya dan Revano. Janji yang tak pernah disangka Kanaya akan benar-benar ditepati Revano, yang kini hadir dengan tampilan yang sungguh lebih menggoda.

Akankah Kanaya menerima ajakan Revano untuk kembali ke pelukannya dengan risiko dicap sebagai perebut suami orang? Ataukah ia harus melepas harapan yang belasan tahun ia simpan dan melupakan impian masa remaja mereka?

Continue Reading

[Review] Learning to Love by Eni Martini

image

Judul: Learning to Love
Penulis: Eni Martini
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penyunting: Ruth Priscilia Angelina
Jumlah Halaman: 184 Halaman
Terbitan: Jakarta, 2014
Cetakan: Pertama (Oktober, 2014)
ISBN: 978-602-03-0988-0
Genre: Chick Lit, Romance, Adult

Tersedia di toko buku online Bukupedia

BLURB

Dijodohkan?

Kalau pria itu tampan, berpendidikan, karier mapan, dan berasal dari keluarga baik-baik, kenapa tidak?

Saat jam biologis terus berdetak dan ia tak kunjung memiliki hubungan yang langgeng dengan laki-laki, Eliz memutuskan menerima rencana mamanya untuk dikenalkan dengan Ken. Eliz nyaris tidak percaya saat proses perjodohan tersebut begitu lancar. Tak banyak basabasi. Tak ada pertentangan. Dalam waktu singkat mereka sudah sah menjadi suami istri dan saling beradaptasi.

Namun, diam-diam Eliz bertanya-tanya dalam hati, mengapa pria yang nyaris sempurna seperti Ken bersedia menikahinya? Sikap Ken yang cuek dan dingin pun membuat Eliz curiga, jangan-jangan Ken tidak tertarik pada wanita…

Ketika satu demi satu konflik menghantam rumah tangga mereka, akankah Eliz mundur dan menyudahi semua atau membuka hati dan belajar mencintai suaminya?

Continue Reading

[Review] Bambina by Angie Wiyaniputri

image

Judul: Bambina
Penulis: Angie Wiyaniputri
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 208 Halaman
ISBN: 9789792289879
Terbitan: Jakarta, November 2012
Genre: Roman, Young-Adult

BLURB

Appetizer
Seperti salad di makanan pembuka Bambi, Mr. Kim sang pujaan hati bagaikan buah-buahan segar yang menggiurkan, sedangkan Leo, yang membuat Bambi melakukan the most embarrassing moment in her life, hanyalah selada hijau yang menjadi alas dasar piring salad. Bambi membenci Leo sang partner.

Soup
Leo selalu mengingatkan Bambi pada rasa HOT tabasco yang dimasukkan ke mangkuk sup tomat. Berada di samping Leo membuat Bambi selalu penuh dengan emosi. Berbeda sekali dengan Mr. Kim si pria romantis, kejutan-kejutan indah yang diberikannya seumpama wortel dan buncis yang mewarnai sup bening Bambi.

Main Course
Mr. Kim adalah kimchi jigae, sedangkan Leo adalah beef bourguignon. Bambi harus memilih salah satu menu untuk hidangan utamanya. Ia bukan wanita rakus. Tapi yang mana? Keduanya sangat enak!

Dessert
Pria itu bagaikan tiramisu di hidangan penutup Bambi. Selain mempunyai rasa manis dari cream mascarpone, tiramisu juga mempunyai rasa pahit dari kopi espresso. Tiramisu adalah kue kesukaan Bambi!

“Perlukah untuk selalu memiliki impian dalam mencari pasangan hidup dambaan kita? Novel Bambina adalah kisah perjalanan seorang profesional muda dalam usahanya menemukan cinta sejati. Novel ini mengisahkan petualangan kecil berhati besar menyusuri sudut-sudut kehidupan yang sering kita take for granted. Angie berhasil memikat saya untuk terus membalik halaman demi halaman. Saya berharap setiap pembaca novel ini juga akan terhibur, sekaligus terinspirasi, seperti saya sendiri. Baca novel ini, perjuangkan mimpi Anda, dan berkaryalah untuk negara kita tercinta. Indonesia, Pasti Bisa!”
–– Merry Riana; Motivator Wanita No.1 di Indonesia & Asia. Pemenang Penghargaan ‘Great Women of Our Time’. www.MerryRiana.com

Continue Reading