[Review] Panggil Aku KING by Robert Adhi Ksp

panggil-aku-king

Judul: Panggil Aku KING
Penulis: Robert Adhi Ksp
Penerbit: KOMPAS
Editor: Andy F. Noya
Kata Pengantar: Jakob Oetama
Perancang sampul: AN Rahmawanta
Foto sampul: Arbian Rambey, Kartono Ryadi, JB Suratno, Dok Liem Swie King
Cetakan: Kedua
Terbitan: Juni, 2009
Tebal: xxiv + 456 Halaman
ISBN: 978-979-709-412-8
Genre: Biografi

BLURB

Smesh Lompat (Jumping Smash) adalah salah satu ciri bulutangkis modern abad ke-21. Teknik ini diperkenalkan oleh pemain bulutangkis Indonesia Liem Swie King sehingga juga kondang dengan nama King Smash. Apabila King telah melompat dan melepaskan smash, boleh dikata lawan bakal pontang-panting mengembalikan shuttlecock. King sudah turun tahta, namun reputasinya sebagai raja bulutangkis dasawarsa 1970 dan 1980-an tak lekang disapu zaman.

Buku ini memaparkan proses King naik tahta bulutangkis dunia, sampai akhirnya “lengser keprabon”. Di sini dipaparkan ketekunan, kegigihan, sampai desakan emosi yang selama ini samar-samar diketahui publik.

Kini King telah meninggalkan panggung bulutangkis. Namun bukan berarti pergi begitu saja. Dari lapangan bulutangkis, Kini berjuang di medan sosial. Ia kini aktif memperjuangkan runtuhnya sekat diskriminasi di Indonesia bersama para mantan jawara bulutangkis dunia dari Indonesia.

***

Prestasi-prestasi optimal olahraga, khususnya bulutangkis oleh para juara All England, Olimpiade, serta panggung kejuaraan-kejuaraan lainnya itu pun dinilai sebagai ikut mempercepat berlangsungnya proses asimilasi dan integrasi serta surutnya diskriminasi.

Jacob Oetama, Pemimpin Umum Harian Kompas

King memiliki mental juara. Walau misalnya dia kalah, dia tidak putus asa dan selalu berusaha bangkit untuk menang. Mental juara seperti ini perlu dicontoh oleh generasi muda Indonesia.

Rudy Hartono, juara All England delapan kali.

Harapan saya adalah atlet-atlet muda Indonesia bisa meniru Liem Swie King. Jangan segala sesuatunya dihitung dengan uang. Tetapi, kedepankan unsur nasionalisme dan kebanggaan kepada negara dan bangsa.

G. Sulistiyanto, wakil ketua umum Komunitas Bulutangkis Indonesia dan Ketua Umum Eka Tjipta Foundation

King sudah memberi apa yang dimilikinya.

Hendry Ch Bangun, wakil pemimpin redaksi Warta Kota

Continue Reading

Advertisements