[Review] Calon Imam: Kebetulan itu Tidak Pernah Ada by Laini Laitu

Novel Calon Imam oleh Laini Laitu

Judul: Calon Imam
Penulis: Laini Laitu
Penerbit: MediaKita
Penyunting: Irwan Louf
Penyunting Akhir: Sudarma S.
Penata Letak: Sasono Handito
Desain Cover: Budi Setiawan
Tebal: viii + 176 Halaman
Cetakan: Pertama
Terbitan: 2015
ISBN: 978-979-794-501-5
Genre: Romance

BLURB

Awalnya aku menjalani kehidupan normal seperti remaja lain. Namun, semua berubah sejak aku bertemu dengan Nada, gadis manis yang mampu mengalihkan duniaku. Dia selalu mengacuhkanku, yang justru membuatku semakin penasaran.

Saat muncul ide untuk menikahinya, bukannya mendukungku, papa malah mengatakan aku sudah gila. Bocah 20 tahun dan masih kuliah bisa apa, katanya.

Well, akan kubuktikan kalau aku bukan seorang bocah, melainkan seorang Calon Imam!

Continue Reading

[Review] Bila: Pada Akhirnya Aku Memilihmu by Laini Laitu

p_20161008_124411_1

Judul: Bila
Penulis: Laini Laitu
Penerbit: MediaKita
Penyunting: Dian Nitami
Proofreader: Irwan Rouf
Desain Cover: Budi Setiawan
Penata Letak: Dipa
Penyelaras Akhir: Didit
Tebal: vi + 294 Halaman
Cetakan: Pertama (2015)
ISBN: 978-979-794-497-1
Genre: Romance

Tersedia di toko buku online Bukupedia

BLURB

Bila menatap nanar kedua mempelai yang ada di depan penghulu, duduk dengan tegap, dia adalah Fadli, sahabat Bila. Seharusnya Bila berbahagia melihat sahabatnya mengawali hidup baru. Iya, seharusnya begitu. Namun, faktanya saat ini, hati Bila sesak melihat prosesi itu.

Bukankah seharusnya Bila yang ada di sana-di sampingnya? Seharusnya Bila yang menghabiskan masa tua bersamanya. Seharusnya Bila yang menjadi mempelai wanita. Sedikit egois memang, tetapi faktanya Bila lebih mengenal Fadli daripada wanita itu. Bila lebih mengenal Fadli luar dalam dibandingkan dengannya. Bila tahu rutinitas apa saja yang dia lakukan setiap hari. Bila tahu apa makanan favorit dan makanan yang dibencinya, bahkan Bila juga tahu berat badannya. Bila tahu segala hal dalam diri Fadli, tetapi mengapa justru wanita yang baru satu bulan mengalihkan perhatian Fadli yang kini menjadi pendampingnya. Kenapa, Tuhan?


“Novel dengan tema yang jarang, membuat penasaran untuk dibaca sampai selesai. Pada awalnya, bersimpati pada Bila, tetapi kemudian mengaguminya. Karena tidak mudah mengalami cinta seperti Bila, dan berhasil melaluinya. Worth to read!” – Namarappuccino, Penulis dan Blogger

“Ini cerita yang kaya. Seharusnya kita memang bisa memilih yang kita mau, tapi kadang cinta adalah perihal belajar menerima kenyataan.” – Boy Candra, Penulis “Origami Hati”, “Setelah Hujan Reda”, dan “Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang”

Continue Reading

[BlogTour] Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu by Boy Candra | Review, Giveaway

Virtual Blog Tour SKYBB

Hello, everybody! 😀 😀 😀

Ketemu lagi nih di blog Aya dalam rangka Virtual Blog Tour Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu, sebuah novel terbaru dari Boy Candra yang diterbitkan oleh penerbit Media Kita.

Hari ini (12 September 2015) adalah hari kedua dalam rangkaian blog tour ini. Memang sengaja singkat sekali waktunya, cuma ada 3 hari, karena dimaksudkan ingin mengisi waktu selama menunggu novel ini mulai terbit di toko buku. By the way, kemarin malam blog tour ini sudah dibuka oleh penulisnya sendiri di blognya lho. Sudah baca Proses Kreatif Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu belum? Yuk, silakan disimak dulu kalau belum. 🙂

Di blog tour ini aku kebagian tugas bikin review dari novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu ini. Mungkin sebagian dari kalian masih bingung atau heran ya sama judulnya. Nah, penasaran seperti apa isi novelnya? Ya sudah, langsung aja simak ya.

Cover novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu

Judul: Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu
Penulis: Boy Candra
Penerbit: Media Kita
Penyunting: Dian Nitami
Proofreader: Irwan Rouf
Penata Letak: Didit Sasono
Desainer Cover: Budi Setiawan
Cetakan: Pertama (2015)
Tebal: 214 Halaman
ISBN: 978-979-794-502-2
Genre: Romance

BLURB

Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi baguan dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti aku akan menceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan.

Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagu, bahwa cinta memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu.

“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutkan cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakkan ke telinga mereka. “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.

Continue Reading