[BlogTour] Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu by Boy Candra | Review, Giveaway

Virtual Blog Tour SKYBB

Hello, everybody! 😀 😀 😀

Ketemu lagi nih di blog Aya dalam rangka Virtual Blog Tour Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu, sebuah novel terbaru dari Boy Candra yang diterbitkan oleh penerbit Media Kita.

Hari ini (12 September 2015) adalah hari kedua dalam rangkaian blog tour ini. Memang sengaja singkat sekali waktunya, cuma ada 3 hari, karena dimaksudkan ingin mengisi waktu selama menunggu novel ini mulai terbit di toko buku. By the way, kemarin malam blog tour ini sudah dibuka oleh penulisnya sendiri di blognya lho. Sudah baca Proses Kreatif Novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu belum? Yuk, silakan disimak dulu kalau belum. 🙂

Di blog tour ini aku kebagian tugas bikin review dari novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu ini. Mungkin sebagian dari kalian masih bingung atau heran ya sama judulnya. Nah, penasaran seperti apa isi novelnya? Ya sudah, langsung aja simak ya.

Cover novel Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu

Judul: Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu
Penulis: Boy Candra
Penerbit: Media Kita
Penyunting: Dian Nitami
Proofreader: Irwan Rouf
Penata Letak: Didit Sasono
Desainer Cover: Budi Setiawan
Cetakan: Pertama (2015)
Tebal: 214 Halaman
ISBN: 978-979-794-502-2
Genre: Romance

BLURB

Ada banyak hal yang tak pernah kuceritakan kepadamu. Perihal betapa sakitnya masa lalu yang pernah singgah di dada. Bukan karena apa-apa, bagiku, menceritakan masa lalu hanyalah akan membuatmu merasa aku aku masih berharap padanya. Padahal tidak. Semenjak memilih untuk menjadi baguan dari hidupmu, aku sudah mengikhlaskan dia selamanya. Meski kami berakhir bukan karena ingin aku dan dia. Namun, ada hal yang tak dapat kami tembus. Nanti aku akan menceritakan perihal itu kepadamu, nanti pasti akan kuceritakan.

Kali ini aku hanya ingin meyakinkan kamu lagu, bahwa cinta memang tak pernah salah. Meski tak banyak orang yang bisa menjalani hubungan begini. Namun, kepadamu, Wulan Sari, aku telah jatuh hati sedalam ini. Dan, aku ingin kamu menjaga hatiku yang jatuh agar tumbuh dan utuh bersama hatimu.

“Bagaimana mungkin kamu bisa menyebutkan cinta, sementara kalian belum pernah bertemu?” pertanyaan itu memang tak bisa kujawab kepada teman-temanku. Namun, tahukah kamu, sungguh aku ingin meneriakkan ke telinga mereka. “Kalian terlalu sempit mengartikan cinta!” Mereka terlalu sempit mengartikan apa yang kita rasa.

REVIEW

Sejujurnya saya belum pernah baca satu pun buku Uda Boy sebelumnya. Jadi, novel SKBM ini adalah perkenalan pertamaku dengan karyanya Uda Boy, lho! 😀

“Bukankah cinta memang selalu menguatkan. Ia akan mampu menjadikan dua manusia bertahan di mana saja. Di tempat udara terdingin dan terpanas sekali pun. Cinta akan memelukmu saat kamu merasa kelu, juga akan menyejukkanmu dari gerahnya rindu.” — Boy (halaman 5)

Cara penuturan si penulis kepada pembacanya di novel ini rada berbeda dengan novel pada umumnya. Kurang tahu ya apakah karya-karya Uda Boy yang lainnya seperti ini juga atau tidak. Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, di mana ‘aku’ adalah dirinya sendiri (Boy Candra). Tapi, cerita yang ada di sini murni fiksi lho ya, bukan kisah asli si penulis.

Membaca novel ini seakan sedang baca buku diari dari Boy Candra untuk Wulan Sari. Ketika menyimak novel ini, apa yang ada di sini seperti curahan hati Boy yang ditujukan kepada pembaca. Anggap saja bahwa pembacalah si Wulan Sari yang dimaksud.

“Ada banyak hal di dunia ini yang memang harus bersatu, dan ada hal-hal yang tidak akan mungkin untuk bersatu. Pelangi, contohnya, dia akan terlihat indah karena perpaduan warna yang berbeda. Coba kamu bayangkan jika pelangi hanya satu warna saja, pasti akan membosankan. Perbedaanlah yang membuatnya indah. Begitulah hidup, jika kita manusia memikiki wajah dan perangai yang sama satu sama lain, dunia ini tak akan pernah bergerak, dan akan sangat monoton. Namun, ada beberapa hal yang diciptakan berbeda dan tidak akan bersatu sampai kapan pun. Siang dan malam, misalnya. Siang dan malam memang harus berbeda dan memang harus terpisah, mereka tidak akan bisa disatukan.” — Ayah Boy (halaman 16-17)

Boy sedang mencurahkan isi hatinya untuk Wulan Sari, sang pujaan hati, melalui buku ini. Seperti seorang ayah yang sedang mendongeng atau mengisahkan cerita cintanya dulu kepada anaknya. Begitulah kira-kira rasanya. Di awal, Boy membahas sekilas perihal cinta masa lalunya, lalu dilanjutkan dengan bagaimana perkembangan perasaannya dan kelanjutan hubungannya bersama Wulan Sari. Di sini Boy sempat bercerita kalau dulu dia punya pacar yang beda keyakinan tapi terpaksa putus karena alasan tertentu.

“Kalian ibarat air dan minyak. Perihal keyakinan tak bisa ditawar. Cobalah kamu aduk air dan minyak. Jika kamu paksakan mereka untuk bersatu, mungkin mereka akan bersatu, tetapi hanya sementara, dan akhirnya akan terpisah lagi. Begitukah cintamu dengan Susan. Satu hal yang harus kamu pahami, jangan korbankan rasa cinta Tuhan kepadamu, dengan perasaanmu kepada Susan.” — Ayah Boy (halaman 17)

Saya suka dengan pemikiran Ayahnya Boy. Jangan menggadaikan aqidah dan imanmu hanya untuk cinta kepada manusia yang sifatnya hanya sementara di dunia. Mengenai konsep perbedaan yang dibeberkan oleh Boy Candra, saya pun sangat setuju. Ada kalanya beberapa hal yang berbeda itu bisa jadi pemersatu, membuat suatu hal jadi makin indah, ada yang masih dapat ditoleransi, ada pula yang dibiarkan saja tetap berbeda. Kita sebagai manusia tidak bisa ngotot memaksakan perbedaan yang ada untuk menjadi sama. 🙂

“Apa kamu percaya bisa jatuh cinta pada orang yang belum pernah kamu temui?” — Wulan Sari (halaman 19)

Nah, sesuai dengan judul, Boy dan Wulan memang menjadi sepasang kekasih meski pun mereka belum pernah bertemu dan bertatap muka sekali pun. Aneh kah? Gila kah? Bagi yang belum pernah mengalami pasti berpendapat demikian, tapi tidak bagi yang sudah pernah atau hampir mengalaminya. Dirimu kah? 😛

Boy tinggal di Padang, sudah lulus kuliah dan berprofesi sebagai penulis. Sedangkan Wulan masih jadi mahasiswi tingkat akhir yang tinggal di Medan. Jarak inilah yang membuat mereka menjalin hubungan jarak jauh.

“Aku percaya. Cinta bisa jatuh pada siapa saja. Kapan saja. Bukankah cinta memiliki banyak dimensi untuk jatuh? Orang yang tidak mungkin jatuh cinta, adalah dua orang yang tidak pernah saling kenal, bukan orang yang tidak saling bertemu.” — Boy (halaman 20)

Perkenalan Boy dan Wulan dimulai dari twitter ketika Wulan me-mention-nya dan menyatakan bahwa ia suka dengan buku Origami Hati karya Boy. Lewat DM twitter, mereka bertukaran nomor HP dan akhirnya semakin dekat, bahkan selalu menyempatkan saling teleponan.

“Perihal belum pernah bertemu, itu bukan satu alasan. Karena aku memang termasuk orang yang percaya bahwa cinta memang bisa jatuh melalui banyak dimensi.” — Boy (halaman 37-38)

Berkat keyakinan inilah Boy dan Wulan bertahan untuk menjadi sepasang kekasih meski mereka belum pernah bertemu secara langsung. Mereka tetap rutin saling mencurahkan perhatian layaknya sepasang kekasih pada umumnya. Mereka saling mengenali fisik pasangannya dari avatar twitter dan foto yang sering dikirimkan.

“Hidung mancung itu sesuai dengan wajahmu yang agak lonjong, rambut mata tebal, kulitmu yang sawo matang, tetapi lebih mendekati kuning langsat, dan rambutmu yang ikal mengembang. Semua itu membuatku bisa menyimpulkan kalau kamu cantik.” — Boy (halaman 28-29)

Di bagian ini awalnya saya agak bingung karena di sepanjang buku selalu disebutkan soal komunikasi via telepon dan SMS. Lalu bagaimana soal kirim-kiriman foto itu? Masa sih kirimnya lewat pos? Tapi baru ketahuan jawabannya menjelang ending, ternyata di halaman-halaman akhir buku barulah disebutkan kalau Boy dan Wulan juga berkomunikasi lewat BBM, bukan cuma lewat telepon dan SMS. Tadinya saya sempat heran, kok zaman sekarang masih ngandalin SMS-an doang? Kan zaman sudah serba canggih gini, ada chatting dan video call, apalagi buat orang pacaran. Baiknya sejak awal lebih diperjelas kalau mereka nggak cuma tukaran nomor telepon, melainkan juga tukaran PIN BBM, supaya pembaca jadi tidak bingung. 🙂

Ada lagi yang terasa kurang. Saya nggak menemukan satu pun scene mereka sedang video call atau skype-an. Bukankah ini salah satu obat wajib bagi orang yang lagi kangen tapi saling berjauhan? Sekarang kan sudah serba punya gadget atau smartphone. 😀

Tadinya saya mengira di buku ini hanya akan menyuguhkan bagaimana desperate-nya Boy dan Wulan yang tetap tidak bisa ketemu karena perihal ini itu, which means it could be a little bit boring. Tapi, untungnya di tengah cerita juga dihadirkan hal yang bisa memicu suatu konflik lain di antara mereka selain masalah LDR itu. Entah mungkin karena bahasa yang digunakan begitu mendayu, puitis, dan agak baku sehingga konflik yang dimunculkan terasa kurang nendang, kurang gereget kalau buat saya. Atau mungkin karena saya lebih suka bahasa yang blak-blakan dan sikap yang cukup frontal seperti kucing berantem? I don’t know, but maybe. 😄 Yah, sepertinya itu sih tergantung selera baca masing-masing orang. Bagi yang lebih akrab dengan gaya bahasa yang puitis dan mendayu, mungkin akan merasa klop dengan suguhan konflik di novel ini. 🙂

Konflik di sini lebih concern ke ketahanan hubungan Boy dan Wulan akibat LDR, juga tentang pergumulan batin seorang Boy yang galau dengan apa yang dirasakan dan apa yang harus dilakukannya. Mungkin kebanyakan dari kalian sering juga mengalamin hal begini. Bisa saya katakan bahwa kisahnya Boy di sini sangat related terhadap kebanyakan orang di dunia nyata.

Melalui novel ini, kita akan diajak jalan-jalan berwisata ke salah satu tempat menarik di Sumatera Barat. Dapat pengetahuan baru nih tentang salah satu objek wisata di Indonesia. Sayangnya tempat ini yang sebenarnya sangat indah, menarik, dan harusnya bisa jadi aset baik negara dan pemasukan yang bagus bagi warga setempat ternyata kondisinya sungguh memprihatinkan. Setelah itu kita akaj dibawa lagi ke Aceh dengan beberapa penggambaran keadaannya pasca Tsunami, tentang apa yang masih tersisa dan apa yang sudah kembali berkembang di sana. At some points, kisah di novel ini mengingatkan saya untuk mensyukuri segala sesuatu. 🙂

Tidak cuma mengikuti perkembangan kisah Boy dan Wulan, saya pribadi bisa mengambil sedikit/banyak hikmah dari buku ini. Uda Boy menyampaikannya secara terang-terangan ada pun secara samar-samar. Tersurat dan tersirat sehingga ada banyak kalimat yang bisa dikutip dari buku ini. Quoteable banget.

Favorite Quotes

“Perempuan yang pintar memasak itu, seksi!” — (halaman 63)

“Perempuan yang berpikiran, kalau mereka hanya bisa membeli makanan dengan uang suami setelah nanti menikah, mereka hanyalah perempuan manja, yang nggak bisa mandiri, dan nggak bisa memberi yang terbaik untuk anak dan suaminya. Orang kayak gitu, hanya ingin dilayani. Padahal kan, tugas istri untuk melayani dan dilayani. Bukan dilayani saja!” — Wulan (halaman 57)

“Perempuan yang bisa masak adalah salah satu indikasi perempuan yang cerdas. Mereka punya pandangan jauh ke depan.” — Wulan (halaman 58)

“Kenapa lelaki cerdas mencari perempuan yang pintar masa? Biar anak-anak mereka nanti menjadi anak yang cerdas dan sehat. Karena perempuan yang pintar masak, tahu mana makanan yang baik dan sehat untuk anak-anak mereka.” — Wulan (halaman 58)

“Perempuan cantik hanya akan dibanggakan oleh suaminya saat dia cantik. Padahal setelah tua, kecantikan itu akan berkerut. Meski suaminya akan tetap merasa dia cantik, tetapi sesungguhnya itu karena dia tak ingin menyakiti hatimu saja. Berbeda dengan perempuan yang bisa masak, sampai dia tua pun, suaminya akan tetap bisa membanggakan kalau istrinya pintar masak.” — Nenek Boy (halaman 59)

“Karena tidak semua urusan orang lain harus kita pikirkan dan campuri.” — Boy (halaman 81)

“Kebahagiaan datang dengan cara bagaimana kita mewujudkannya. Bukan dari omongan orang lain.” — Wulan (halaman 95)

“Perhatian itu seperti candu, berikanlah kepada seseorang, maka kamu akan membuat dia menggilaimu.” — Boy (halaman 106)

“Saat aku berani main api, berarti aku adalah orang yang harus siap juga terbakar kapan pun.” — Boy (halaman 119)

“Ada dua hal terburuk perihal mencintai di dunia ini, Wulan. Pertama: tidak dibalas cintanya. Kedua: ditinggalkan tanpa alasan. Dan, ada dua hal yang paling menyakitkan di dunia ini. Pertama: dikhianati oleh orang yang kamu sayang. Kedua: dilupakan.” — Boy (halaman 125)

“Tak ada yang tahu dengan apa yang direncanakan Tuhan. Dia hanta menjatuhkan cinta di dada manusia. Saat cinta itu tumbuh akan ada angin dan badai yang menghadang.” — Boy (halaman 194)

Mungkin kalian bakal ngira kalau ini cerita nyata yang dibuat jadi novel. Oh, salah besar! Menurut pengakuan si penulis, ini asli cuma fiksi, hanya saja nama tokohnya memang ada yang sama dengan teman-temannya di dunia nyata.

Cukup dulu ya review-nya. Maaf kalau kebanyakan dan kepanjangan. 😄 Jadi gimana nih, gaes? Sudah baper belum? Sudah tertarik pengin baca bukunya? Ayo segera diserbu ya! 😀

OVERALL RATING

★★★☆☆


GIVEAWAY

Buat kalian yang quiz hunter yang doyan gratisan dan mau dapetin 1 buku terbitan Media Kita, yuk ikutan giveaway-nya dengan mengikuti syarat berikut ini:

1). Wajib follow twitter @murniaya @dsuperboy dan @mediakita. Silakan juga follow blog ini, bisa melalui email.

2). Share/bagikan/infokan link post review & giveaway ini di media sosialmu, terserah di mana aja. Kalau di twitter, tolong sertakan juga hashtag #VirtualBlogTourSKYBB dan mention 3 akun di atas ya. Kalau mau disebarin ke teman-temanmu yang lain juga boleh banget.

3). Kunjungi artikel yang ada di blognya Boy Candra yang udah saya cantumin paling atas, silakan tinggalkan komentarmu di sana jika kamu berkenan. Nggak wajib kok.

4). Jawab pertanyaan yang saya berikan dengan format sebagai berikut:

Nama | Twitter/Facebook/Email | Domisili

(Jawaban kamu)

Link share dari sosial media punyamu

5). Pertanyaannya: Kamu pernah ngalamin hal kayak Boy nggak? Menyukai seorang kenalan dari dunia maya dan menjalin hubungan dengannya (pacaran gitu).

5a). Kalau kamu pernah mengalaminya, ceritain dong gimana pengalamanmu! 🙂

5b). Tapi kalau nggak/belum pernah mengalaminya, apakah kamu akan tetap mau menjalin hubungan dengan orang yang kamu sukai itu walau kalian belum pernah bertemu? Beri alasannya juga ya.

6). Giveaway ini dikhususkan bagi warga Indonesia saja. Bagi yang punya alamat kirim di wilayah Indonesia masih boleh ikutan.

Udah, itu aja syaratnya. Gampang kan? 😀

Giveaway ini berlangsung selama 1 minggu, terhitung mulai hari ini sampai tanggal 19 September 2015. Akan saya pilih satu pemenang berdasarkan jawabannya yang akan mendapatkan salah satu buku terbitan Media Kita dan akan dikirimkan langsung oleh penerbitnya. Pemenang akan saya umumkan tanggal 20 September 2015 melalui blog dan twitter. Jadi, buatlah jawabanmu semenarik mungkin ya. 😉

Selamat mencoba. Good luck!


Catatan: nanti malam (12 September 2015 pukul 19.00-21.00 WIB) akan dilangsungkan juga #VirtualBlogTour di blognya Mbak Alya. Di sana juga nanti ada giveaway-nya lho. So, jangan dilewatkan ya! Untuk jadwal lengkap daftar host dan alamat blognya silakan lihat di banner paling atas.

Advertisements

31 thoughts on “[BlogTour] Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu by Boy Candra | Review, Giveaway

  1. Nama: Khusnul
    Twitter: @imahreana
    Kota: Lumajang, Jatim

    Tidak pernah dan tidak mau. apayah, lebih ke takut aja kalau aku mah. apalagi bukan engga mungkin pemalsuan data diri terjadi, dan kayaknya lebih banyak gk jujurnya dari pada yg jujurnya. fokus didunia nyata aja, yg lebih pasti. tapi kalau sekedar untuk berteman dan bertukar informasi tentang idola, novel, ataupun sejenis berita lainnya kenapa engga, bagiku dunia maya cuma untuk sekedar itu dan selebihnya tidak.

    Like

  2. Ayu widyastuti | @widyayu15 | Palembang

    Aku pernah mengalaminya tapi tidak sampe menjalin hubungan hanya sekedar menyukai. Jatuh cinta itu sangat berhubungan dengan rasa maka ketika kita menyukai seseorang tanpa bertemu sebelumnya wajar-wajar saja cinta tidak hanya tentang bertemu,terpesona maka datanglah cinta tapi cinta juga tentang rasa nyaman.Salah satu yang membuat cinta datang tanpa bertatap muka sebelumnya adalah rasa nyaman serta pola pikir orang tersebut dan aku mengalaminya bahkan sudah 5tahun berjalan tanpa pernah bertemu sebelumnya sayangny diakhir tahun 2014 dia menikah.Jika masih ada kesempatan dan dia belum menikah dan saya masih ada perasaan dengan dia saya rasa saya memilih akan meneruskannya karna sosok imam yang saya idamkan ada di Dia.dia tidak hanya dewasa tapi bisa mengayomi dan yang penting dia selalu membrikan masukan yang positif kepada saya.

    Like

  3. Nama : Tri Indah Permatasari
    Twitter/Facebook/Email : @LiebeIs0503/Tri Yusuf Ciduk/triyusufciduk@yahoo.com
    Domisili : Palembang

    ngak tau ini bisa dibilang pernah atau tidak, tapi yang jelas hubungan ini berlangsung hampir 6 tahun, dan berakhir di awal tahun ini. bukan hubungan special dengan status sebagai ‘pacar’, hanya hubungan sebagai teman. jujur, aku ingin hubungan ini menjadi nyata. karena dirinya benar-benar orang yang aku inginkan. Islam, tampan, baik, dia juga sudah bekerja sebagai anggota polisi di Turki. Turki? dan kenapa aku suka? Karena aku memang ingin hidup mandiri, membangun rumah tangga jauh dari orangtua. Aku tidak ingin menyusahkan mereka lagi. Awalnya aku takut berhubungan dengannya, karena kami jauh. diapun bertanya apa aku single? aku menjawab aku punya pacar, dia ingin tahu siapa lalu aku memberikan photonya di fb, dia berkomentar “dia tampan. aku yakin dia baik dan cocok untukmu” entah kenapa terbersit rasa bersalah karena aku berbohong padanya, cowok itu adalah temanku, dan aku memang sudah minta izin sama dia. tapi dia tetap menjaga hubungan kami. tetap peduli sama aku dan kuehidupanku, memberi semangat kuliahku. maaf jika aku telah jatuh cinta padanya, hingga 2 tahun terakhir saat dia bertanya lagi apa aku masih bersama pacarku, dan kujawab tidak. dia sangat menyayangkan hubungan kami selesai, dan aku bingung kenapa dia tidak bertanya apa aku ingin jadi pacarnya? tapi tidak ada pertanyaan itu, hubungan kami pun sedikit merenggang. hingga suatu hari, dia melihat photoku dan temanku di fb. dia bertanya siapa wanita itu? aku mengingankanya? aku terkejut dan bertanya maksudmu? dia berkata, aku ingin ke indonesia dan mencari wanita seperti itu. aku marah dan bilang tidak, dia akan menikah nanti. dia malah berkata bagaimana denganmu, kalau kau tidak mau juga bisakah kau mencarikannya untukku? rasanya ingin kubunuh dia jika ada dihadapanku. aku sangat membencinya, aku tidak tahu kenapa dia seperti itu sekarang? atau apa sebenarnya dia memang orang seperti itu. DAMN! berhati-hatilah berhubungan di jejaring sosial.

    Like

  4. Tasya Permata Sanjaya

    Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter/Facebook/Email : @tasyatasa_ / Tasya Permata Sanjaya / ptasya23@gmail.com

    Jawaban : Aku nggak pernah pacaran sama orang di dunia lain eh maksudnya dunia maya. Jadi kalau misalnya di ajak kenalan trus ditembak jeudeer . eh enggak maksudnya ditembak ” Kamu mau jadi kekasihku?”. Jawabanku “Enggak, ketemu aja belum emang sih foto profil loe ok, tapi kalau sifatnya gak oke gua kagak mau lah”. Memang terlalu sadis nolaknya tapi kan kita sebagai cwek berada pada posisi yang benar kita harus jaga harga diri kita. Biarin dikira sok jaim namun kita nyaman. Kan jodoh udah ada yang ngatur. Kalau temenan didunia maya sih, boleh boleh aja. Tapi menurutku kalau pacaran enggak ya. Mending-mending kenal dan ketemu langsung nah kalau kayak gitu, ntar dikira Pacaran Online. huahahah .kayak UN Online aja. Semua serba online. Udah sekian gitu aja jawaban saya. Maafkan jika terlalu singkat padat dan jelas. Yang jelas saya suddah ikut berpartisipasi. Dan Wish Me Luck. Thanks

    Link Share :

    Like

  5. Nama : pramestya
    Twitter : @p_ambangsari
    Facebook : Pramestya Ambangsari
    Email : pramestya23@gmail.com
    Domisili : Temanggung
    Link share :

    Jawaban :
    Aku pernah punya kenalan di fb, namanya tuh keren bikin ngebayangin yang bagus-bagus, orangnya asik, enak diajak ngobrol, lebih tua satu tahun dariku. Ada rasa kangen juga kalau nggak ‘ketemu’, berkali-kali ngecek obrolan, dia on apa nggak ya?
    Aku mulai penasaran, coba ngestalk dia, liat foto-fotonya. Deg! Langsung deh ‘balik badan’ sambil kecewa gitu. Dia nggak sama seperti harapanku. Ah, sedihnya, padahal udah mikir jauh tentang dia, bahkan obrolan kita yang awalnya cuma saling nyapa mulai merembet ke hal yang spesifik.

    Mikir buat pacaran sama anak sosmed pernah, tapi kalau ngejalaninnya gak pernah. Takut entar nggak bisa bebas ngegebet cowok lain dong kalau pacaran 😀 .

    Toh, aku tetap harus kuat iman kak. He’eh, aku nggak boleh pacaran. Jadi, ya nggak ada hubungan yang lebih jauh. Sekarang malah udah jarang inget kalau dulu pernah suka sama anak sosmed 😀

    Like

  6. Nama : Fita
    Twitter : @fitania09
    Domisili : Malang
    Link share :

    Aku gak pernah ngalamin kaya yang boy alami. Hanya ada beberapa orang yang tak aku kenal komen di beberapa post status aku terus sempat nginbox sekedar say hello & tanya tinggal dimana serta sedang apa. Untuk menjalani sebuah hubungan tanpa pernah bertemu aku rasa itu terlalu terburu-buru, terlebih jika melalui dunia maya yang belum bisa terbukti kebenarannya. Lebih baik menjalin sebuah pertemanan dengannya.

    Like

  7. Farah | @farrmasi/farahfahma179@gmail.com | Tegal

    belum pernah dan tidak mau menjalin hubungan dengan orang yang aku kenal lewat dunia maya. takut aja gitu, berita yang beredar tentang menjalin hubungan di fb, katakanlah, itu kebanyakan negatif. lagipula aku tidak begitu banyak berkomunikasi dengan orang-orang di sosial media, apalagi lawan jenis. aku tuh socially awkward gitu kak:D
    jadi intinya, aku tidak akan menjalin hubungan dengan orang yang aku kenali lewat sosial media 😀

    https://twitter.com/FarrMaSi/status/643083448047919105

    Like

  8. nama : Dewi Novita Yusri
    twitter : @noviienz
    facebook : Day noviienz
    email :d.novitayusri@gmail.com
    link share :

    https://twitter.com/noviienz/status/643104946171211776

    nggak pernah pernah tapi nggak sampai menjalin hubungan sih. takut punya pacar ama orang di dunia maya, banyak orang yg gaje dripda orang yg baik2 dan jujur. takutnya entar punya pacar ama kakek2 tua yg gatel yg pura-pura jadi anak muda dengan pasang profil cucunya biar ada naksir. lebih suka ama yang di dunia nyata aja dan bisa lihat langsung

    Like

  9. Nama : Stesia Nanlohy
    Twitter/email : @stnanlohy / stesia_nanlohy@yahoo.com
    Domisili : Makassar

    Ya, gue pernah mengalaminya. Bermula dari perkenalan singkat 5 tahun yang lalu. Kita kenalannya lewat telepon, lalu mulai sering smsan, chat fb, dll. Butuh waktu hampir setahun sampai dia nembak dan akhirnya kita jadian.Dan hubungan gue sama dia masih bertahan sampai sekarang, ga nyangka tahun ini sudah 4 tahun kita sama2, kita juga udah ketemu beberapa kali. Yang paling berkesan waktu ultah gue tahun lalu, dia datang dan masak makanan ultah buat gue. Masih banyak hal-hal kecil lainnya yang bikin gue jatuh hati berulang kali sama dia.
    Banyak yang bertanya, kok mau ya sama dia, kan belom pernah ketemu? lo kok bisa tahan ya LDRan?? Bagi gue ga masalah didunia mana kita bertemu, entah itu dunia nyata atau dunia maya, asal jangan dunia lain aja :D, ga masalah seberapa jauh jarak memisahkan, selama hati udah nyaman kenapa ga? Cinta itu buta, tapi hati gak akan pernah salah.. ^_^

    Link share :

    https://twitter.com/stnanlohy/status/643096285726183425

    Like

  10. Nama : Wulida
    Twitter : jm_nim
    domisili : Bojonegoro (jatim)
    link share :

    Pernah. dan ini merupakan pengalaman yang menjijikan menurutku.

    Jadi di tahun 2012 lalu, kan lagi jaman pacaran dengan fanboy (sebutan fan untuk laki-laki). 3 tahun yang lalu aku pacaran dengan fanboy di twitter. Orangnya asik diajak ngobrol, tampan ala cover dance boyband korea.

    Saat itu juga sedang marak fanboy faker. Aku mah percaya saja kalau pacarku bukan faker, dia kan sering upload foto dia.

    Tapi setelah 6 bulan pacaran kedoknya kebongkar. Ternyata dia faker, orang yang fotonya sering ia apload menegurnya sendiri. Lalu ia de-active twitter tanpa memberi kabar aku.

    Aku kecewa, bukan karena ia tidak menghubungi tp karena ia berbohong. Dan yang membuat aku merasa jijik aku selama 6 bulan pacaran dengan perempuan.

    Like

  11. Afika Yulia Sari | @afikayulia/afikayuliaakb@gmail.com | Jakarta

    Jawaban :

    Sejauh ini aku belum pernah menyukai seseorang lewat media sosial. Kalau ditanya mau menjalin hubungan dengan orang yang baru kenal dan kenalnya di media sosial, jawabanku adalah aku tidak mau. Aku ini orangnya penakut dan suka wanti-wanti ya. Karena gosip tahun-tahun yang lalu diberita, lebih tepatnya bukan gosip tapi faktanya, banyak yang kenalan di media sosial kemudian menjalin hubungan (pacaran) setelah itu ngajak ketemuan dan berujung apa? Berujung kematian, penculikan, pemerkosaan, dll. Walaupun mungkin engga semuanya begitu.
    Aku perempuan, dan aku harus bisa jaga diri.

    Link Share :

    Like

  12. Didi Syaputra | @DiddySyaputra/ syaputradiddy@gmail.com | Tembilahan, Inhil, Riau |

    Belum pernah dan nggak pengen. Selain sangat-sangat nggak dianjurkan agama. Pacaran juga asli ngebosenin, ngerepotin. Pokoknya nggak asyiklah. Berasa dikekang dan itu ngebetein banget. Nah, apalagi via sosmed. Yang gue sendiri nggak tau gimana dia, terutama kepribadiannya. Memang sih jatuh cinta bisa melalui berbagai dimensi. Tapi kalau sosmed, gue pribadi bakal bilang, “nggak!” Karena menurut gue cinta nggak hanya dari mata turun ke hati. Cinta butuh pendekatan, saling mengenal kepribadian, berproses, nggak bisa langsung dekat gitu aja. Intinya perlu tau secara detail dirinya secara langsung, nggak diperantai sosmed.

    Terima Kasih ^^

    Like

  13. Nama : Lena Mareta
    Twitter : @lena_mareta
    Email : lenamareta@yahoo.com
    Domisili : Bengkulu

    aku mengalaminya sekarang kak.. jadi gini awalnya, ayahku punya temen nih di jawa sana,, berhubung “pakde” (temennya ayahku) sering ke bengkulu ini ketempat iparnya yang dulu mantan bos tempat kerja ayahku jadi akrab gitu..akunya juga udah akrab kayak anak sama bapak gitu apalagi pakde ini orangnya asyik jiwa muda ..hehee… gak tahunya dia punya anak cowo..sebelumnya aku juga gak tau …dianya ini nge-add FBku aku gak tau dia tau darimana dia inbox duluan jadi ya aku tanya2 gitu akhirnya kami lanjut bbm-an .
    aku tanya ke dia kata dia, ayah dia sering cerita ttgku dan niatnya mo jodohin gitu,,,
    kami belum pernah ketemu tapi aku uda mengenal mamanya adiknya satu2nya neneknya bahkan sepupu2 dia cuma diasendiri yang belum pernah ketemu.
    ceritanya sih njelimet memang…awalnya aku cuek ke dia aku gak ngrespon, cuma sesekali aja aku blsnya kalau dia bm or sms gitu.. pokoknya gak respek banget deh..dianya selalu contact aku..karena aku juga punya pacar disini tp seiring berjalannya waktu hubunganku dengan pacarku mulai tidak baik …sering ribut…
    dan dianya selalu memberiku perhatian hingga curhat2 ttg mantanya begitu juga dengan aku yang cerita ttg pacarku itu.. … akhirnya kami telf2an, SMSan, FB an kirim2an foto ya gitu2 deh … kalau dari cerita dia sih ayah dan ibunya itu udah suka banget sama aku cuma aku yang direkomendasiin untuk jadi menantunya.. padahal dg pacar2 dia sebelumnya ortunya gak se welcome itu…bahkan tiap hari aku telfnan berenti tuh cuma waktu ishoma dan dia kerja aja pokoknya behhhh… so sweet … smpe tiap nelf itu mama, adeknya sama ayahnya dia ikutan nimbrung .. bahkan papanya bilang gini sama aku :”lena, titip calon cucu2ku yah” gitu…
    ya udah …akhirnya kami saling memiliki rasa sayang kami jadian…
    sudah berjalan 9 bulan ini…. tapi sekarang kebiasaan itu tinggal kenangan,… dia pergi tanpa alasan,,, menyakitiku…. dia pasang di DP BBM-nya dg perempuan … tanpa penjelasan… dia tak pernah hubungi aku lagi…dia cuma bilang bahwa kalau aku yakin dg dia, dia pasti kembali padaku…
    tapi rasa ini sudah terlalu dalam… tidak sesederhana itu..mungkin dia mulai lelah dg kesendiriannya disana tidak ada bahu untuk bersandar ketika dia lelah…. mungkin dia bosan… dan aku….. aku tak sanggup menyaksikan ini…
    aku menjalanii ini demi hubungan orang tua kali tetap baik tp aku terluka…. aku harus gimana ??
    aku menyayanginya…. 😥 tapi dia….

    Like

  14. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta / Rini Cipta Rahayu / rinspiration95@gmail.com
    Karangasem, Bali

    Aku belum pernah sih berkenalan dan menjalani hubungan dengan seseorang ku temui di dunia maya. Apalagi kalau di dunia nyatanya aku juga nggak kenal dan nggak pernah ketemu.
    Kalau ada yang seperti itu mungkin aku nggak mau. Soalnya aku orangnya parno an, gak memungkiri juga mungkin nethink sama orang yang tiba2 chat dan ngajak kita ngobrol banyak di sosmed tanpa ada topik jelas. Aku juga orangnya nggak gampang akrab dan suka memulai obrolan dengan orang asing. Makanya lebih sering mengabaikan gitu kalau ada yang chat gak jelas. Bukannya sombong tapi i just protect myself. Banyak kasus yang menyebutkan ABG hilang setelah menemui teman FBnya dan sebagainya. Gimana nggak ngeri?
    Aku sama yang pasti dan nyata aja deh ya hehee..
    Temenku ada tuh yang pacaran tanpa pernah ketemu sebelumnya. Mereka akrab gara2 si cowok suka komen di status fbnya temenku. Mereka juga seangkatan dan menjelang UN suka belajar virtual bareng. Temenku cerita heboh banget sampai merem melek tentang cowoknya yang dia temui di FB. Dan aku cuma bisa geleng kepala. Cinta kadang nggak bisa dipahami oleh logika.

    Lihat Tweet @RiniCipta:

    Like

  15. Rina Eko Wati | @HikariMio | Tulungagung

    Jawaban : Kamu pernah ngalamin hal kayak Boy nggak? Menyukai seorang kenalan dari dunia maya dan menjalin hubungan dengannya (pacaran gitu)

    Pernah. Tapi hanya sebatas menyukai dan tidak sampai menjalin hubungan yang lebih dekat, apalagi sampai pacaran. Awal ketemu-nya dulu di blog. Dunia maya memang serba ajaib ya. Bisa mempertemukan satu orang yang nggak dikenal terus jadi kenal atau malah bisa berhubungan lebih dekat. Namanya juga merasakan cinta dunia maya, jadi bisanya cuma ngerasain, liat foto-nya dan nggak bisa bicara langsung atau ketemu langsung.

    Singkat cerita nih, dia sering kasih komen di blog-ku. Namanya juga manusia, pasti selalu penasaran pengen tahu siapa sih ni orang? Jadi iseng-iseng cari tahu. Nah, jatuh cintanya dari situ. Ternyata dia blogger juga. Tulisan-tulisan di blog-nya keren (dia tipe cowok romantis) dan bikin saya jatuh cinta. Alahhh…sebegitu cepatnya saya suka sama dia.

    Suka stalking twitter-nya. Kalo kangen sama dia, cuma bisa lihat kicauannya di twitter. Kalo pengen liat orang-nya, cuma bisa buka foto-fotonya di instagram. Entah kenapa waktu aku kangen dia, dan bilang ‘kok gk pernah muncul lagi ya?’ besoknya dia selalu kasih komen baru di blog saya. Kebetulan macam apa ini?Pernah nih saya nekat buat mention dia. Tapi kayaknya waktu itu saya setengah nggak sadar (Sableng gitu maksudnya) Kok berani-beraninya saya mention dia? Dapat mukjizat keberanian gitu dari mana ya? Dan waktu dia balas mention saya, Ughh…jangan tanya senengnya kayak apa. Seneng banget lah pokoknya. Haha, tapi ini cuma cerita cinta singkat saya dari dunia maya.

    Like

  16. Naning Pratiwi
    @chelseas_lovers

    https://twitter.com/chelseas_lovers/status/643980122786172928

    Kamu pernah ngalamin hal kayak Boy nggak? Menyukai seorang kenalan dari dunia maya dan menjalin hubungan dengannya (pacaran gitu)

    Jawabnya BELUM

    kalau nggak/belum pernah mengalaminya, apakah kamu akan tetap mau menjalin hubungan dengan orang yang kamu sukai itu walau kalian belum pernah bertemu? Beri alasannya juga ya.

    Jawabnya enggak mau

    Boro-boro bisa jadian, aku bukan tipe yang asal comot pasangan terus belum pernah ketemu dan eng ing eng,,,… Jadian. Nope!. Hehehhee..
    Suka sama orang yang dikenal aja suliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit minta ampun apalagi mau suka sama yang kayak begituan. Hehehehee.. Jadi ya, nggak bakal suka. Hehee

    Like

  17. Nadia Puspaningtyas A. | @Nadia48nafla/nadia.puspaningtyas@yahoo.com | Surakarta

    Sampai sekarang, belum pernah, di dunia nyata aja nggak pacaran apalagi di dunia maya…..
    Kalau aku sendiri, aku nggak mau ngejalin hubungan tanpa tahu secara fisik dia seperti apa, bisa aja dia iseng-iseng aja, pernah dulu di fb seseorang ngirim pesan minta kenalan, aku abaikan, tetep aja ngirim pesan, pernah juga sampai minta no. hp segala…hiiii jadi takut sendiri aku.
    Lagipula kalau aku suka sama seseorang, itupun hanya sebatas suka aja…tidak lebih. Jodoh itu sudah diatur, tinggal waktu yang mempertemukan.

    Pernah juga lihat kisah pacaran lewat dunia maya di salah satu acara tv, mereka pacaran 1 tahun lebih dan hanya komunikasi lewat chat, tp setelah ditelusuri sama si cewek itu ternyata laki-laki yang jadi pacarnya itu bukan pacarnya yg asli, ternyata yg selama ini chat sama cewek itu adl teman dari orang yg dia anggap pacar itu, dia pakai akun temennya karena alasan nggak pede…
    Boleh menyukai seseorang, entah kenal atau tidak, tapi jangan sampai membohongi orang lain demi kepentingan diri dan alasan yg aneh.
    Banyak juga kasus-kasus yg terjadi lewat sosmed, sekarang lebih berhati-hati memilih orang entah teman atau pacar…
    Lebih baik tidak, dari pada menyesal dibelakang.

    httpstwitter.comNadia48naflastatus643765777858887680

    Like

  18. Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter : @inokari_
    Facebook/Email : Intan Novriza Kamala Sari / intankamala@gmail.com
    Domisili : Kota Bengkulu

    Jawaban :

    PERNAH.

    Jadi ceritanya, ini terjadi saat zaman SMA. Saat itu, facebook adalah satu-satunya sosial media yang digandrungi anak muda di kotaku. Punya twitter juga sih, tapi ga dipake (ga ngerti cara pakenya. Wkwkw). Pokoknya kalo pengen “kenalan” sama anak-anak SMA lain di seantero Bengkulu, tinggal search, stalking lalu ajak kenalan di facebook. Hihii

    Nah, karena cuma satu-satunya, segala tumpah ruah perasaan dibagiin ke jejaring sosial satu ini. Dari mulai status-status ga penting, status hubungan, sampai ke updatean foto. Kalo sekarang kan udah kebagi-bagi yess. Yang paling privacy dibagiin ke PM BBM, yang general ke facebook, ngekuis via twitter, foto ke instagram. Kalo dulu, beuh, tumplek blek di timeline facebook.

    Dari situ, aku kenalan sama cowok yang sekolah di Bengkulu (waktu itu aku di Bengkulu Utara). Awal merhatiin dia karena dia pacaran sama salah satu mantannya mantan aku (nah loh riweuh). Berawal dari saling sapa, lanjut jadian via sms, lalu “pacaran” di timeline facebook. Ya manis-manisnya di sana, marahan di sana, saling share foto terbaru di sana. LDRan yang lumayan seru. Karena dia juga suka ngirimin kado-kado kecil. Cewek kan gitu, ga pernah nilai berapa nominalnya, pokoknya kalo dapet kado dari pacar bawaannya seneng aja.

    Lumayan lama loh ini hubungannya, dari SMA sampai kuliah (meski pake acara putus nyambung sih xD). Yang bikin putus beneran adalah jarak yang makin melebar. Kalo pas SMA, sekedar Bengkulu – Bengkulu Utara. Nah, pas kuliah, malah Bengkulu – Bandung. Plus kondisi kitanya yang ga pernah ketemu (atau emang ga pernah ngusahain biar ketemu yess. Entahlah).

    Yang jelas, pacaran sama dia adalah kali pertama dan terakhir aku mau pacaran sama sosok yang belum pernah ditemui di dunia nyata. Kalo dipikir lagi, berani bener yak. Pacaran kan bukan hal semain-main alaihim gambreng. Kalo ternyata doi penjahat, gimana hayo? Hiiii ! ga lagi-lagi!

    Link share :

    Like

  19. Nama : Ratnani
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Fb : Ratna Hana Matsura
    Kota : Jepara

    Kamu pernah ngalamin hal kayak Boy nggak? Menyukai seorang kenalan dari dunia maya dan menjalin hubungan dengannya (pacaran gitu).

    apakah kamu akan tetap mau menjalin hubungan dengan orang yang kamu sukai itu walau kalian belum pernah bertemu? Beri alasannya juga ya.

    Jawab : Tidak pernah. Dan Tidak Mau. Menjalin hubungan itu setidaknya harus saling kenal dulu. Face To face, walau sekali dua kali. karena takutnya satu sama lain diawal baik dan ketika bertemu saling kecewa. Kalau sejak awal sudah kenal kan beda. Ya, aku memang tipe yang sukaa risih kalau didekati lewat medsos. Takut saja, merasa was-was. Nah kalau sudah gini biasanya aku lebih mengikuti intuisi. Jangan mencoba sesuatu yang tidak pasti.

    Link Share :

    Like

  20. Nova Indah Putri Lubis | @n0v4ip | Medan

    Saya sih pernah suka sama kenalan dari dunia maya tapi hanya sekedar nya aja karena saya takut. Kan belakangan ini banyak kejadian cewek kenalan lewat dunia maya trus ketemuan eh, ujung2 nya malah diculik lah, diperkosa lah dan lainnya. Jadi sebisa mungkin saya gak mau menjalin hubungan dengan kenalan saya di dunia maya.

    Link Share :

    Like

  21. Nama: Thia Amelia
    Twitter/Email: @Thia1498/thiameliasn@gmail.com
    Domisili: Bogor
    Link:

    https://twitter.com/Thia1498/status/645214058682052609

    Jawaban:
    Kamu pernah ngalamin hal kayak Boy nggak? Menyukai seorang kenalan dari dunia maya dan menjalin hubungan dengannya (pacaran gitu). (DL: 19 Sep –
    Kalau menyukai sih sering, tapi kalau sampai berhubungan pacaran sih ga pernah, karena yang aku suka itu artis-artis Korea 😥 Tapi meskipun begitu, aku punya temen yg berhubungan sama pacarnya yg ga pernah diliat dengan matanya sendiri. Entahlah bagaimana dia mau pacaran seperti itu, menurutku sih seperti hantu antara ada dan tiada. Suatu hubungan pasti didasari oleh rasa percaya. Iya itu baik menurutku, tapi kalau sampai tidak pernah bertemu lalu memutuskan berpacaran apakah itu masih termasuk hal baik? Di Indonesia ini Cyber Crima sudah tersebar dimana-mana, dan korban nya adalah para wanita yang rasa percaya nya itu sudah melampaui batas. Lagi pula menurutku, aneh aja berhubungan dengan orang yang selalu ada di hp kita, tapi tidak pernah ada di mata kita. Meskipun kita bilang bahwa kita mengenalnya lebih baik lewat chat yang kelewat sering, tetap saja melihat langsung lebih efektif untuk menilai seseorang.

    Lalu, apa yg akan aku lakukan jika menyukai orang lewat social media? Apakah akan menjalin hubungan dengan nya? Engga deh yah, lebih baik seperti ini saja, menjadi seorang teman bagi satu sama lain. Seseorang bisa jauh cinta walaupun belum bertemu? Yah bisa-bisa aja sih. Tapi, apa yang ada di otakku adalah pikiran-pikiran rasional. Jatuh cinta pada pandangan pertama masih wajar menurutku walalupun rada aneh juga, tapi jatuh cinta sebelum bertemu? Itu aneh, dan pikiran rasional ku menolak gagasan itu. Menjalin hubungan dengan kenala dari dunia maya yang belum pernah bertemu bagaikan orang yang tidak berpacaran. Pacaran itu sama saja dengan komitmen, dimana dua orang berusaha untuk memahami satu sama lain, berusaha ada untuk satu sama lain dan menyemangati satu sama lain. Dalam satu hubungan tanpa kita sadari yang kita butuhkan adalah raga yang nyata, bukan khayalan semata. Kita butuh orang yang mau menegakkan bahunya saat kita sedih, ataupun member senyuman saat kita senang, bukan seseorang yang berkata-kata bagus saat sedih dan ikut tertawa saat senang.

    Like

  22. Jiah | @jiahjava jiahaljafara32@gmail.com | Jepara

    Pernah dah lamaaaa banget.

    Gak tau kpn kenal dia, tau2 dia chat di fb. Akhirnya kita sering ngobrol. Sebenarnya sering debat sih, gak ada akur2nya.

    Beberapa wkt kmudian, dia kirim permintaan pacaran. Eh temen saya liat dan iyain. Ya tadinya saya mau mikir2 dl, tp teman saya usil. Di fb kita jadian, tp ya gitu, msh suka debat.

    Kami gak saling liat wajah soalnya sma2 gak hobi pajang foto. Saya suka dia? Iya. Org suka itu urusan hati, jd gak liat wajah asal kerasa bahagia di hati ya saya jalani.

    Kami gak turakan no hp. Kami hanya chat via fb, itu jg gak sering. Sampai disuatu titik saya merasa takut ditinggalkan. Di kota dia tinggal sdg terjadi bencana walau dia baik2 saja. Tapi akhirnya saya bilang putus. Ya saya tak mau ditinggalkan, jd saya yg meninggalkan dia. Sayangnya justru saya baru sadar, saya jatuh pd hatinya.

    Kisah kami singkat, tak sampai satu bulan dan saya benar2 menyerah. Bkn karena jarak, bukan karena perbedaan, tp karena satu kesamaan. Di salah satu statusnya sblm dg saya dia bilang bahwa dia tdk mau pacaran. Kalau pacaran maunya sama org yg sdh dinikahi. Statusnya itu mengingatkan saya akan janji saya sendiri jauh sblm kenal dia.

    Saya dan dia sama2 melanggar janji. Saya menyerah karena ingin memperbaiki diri saya. Mgkn dia jg sama.

    Like

  23. Aku pernah mengalami itu, selama 6 tahun menjalin hunbungan tanpa bertemu. Setiap orang menganggapku aneh, bahkan ada yg menganggap aku gila pacaran di dunia maya. Rasa sayang itu tumbuh begitu dalam. Hingga beberapa hari yg lalu aku memutuskan untuk mengakhirinya. Bukan karena tidak sayang, sampai detik ini pun saya masih menyayanginya. Karena perbedaan dan jurang pemisah antara kita. Tidak direstui orangtua daru kedua belah pihak. Kenangan yg telah tercipta akan selalu ku kenang.

    DN

    Like

  24. Aku banget itu … sampai saat ini pun aku masih syg dia n ga bisa lupain dia,mskpun kita udah ga perna chat,tlp,or sms… 😥

    Like

  25. Adidas khoiriyah | afifah_1412/afifah khoiriyah/afifah.kh789a@gmail.com | Yogyakarta
    ( aku belum pernah kayak guru… Cuma pernah ada yng mau kenalan, tapi just hanya teman… Dan ngobrolin sesuatu yang begitu saja… Aku tak bisa… Maaf… Aku karna dibalik wajah dunia maya… Kita tak tahu… Ini hanya untuk waspada… Jadi aku tak seyakin itu… Bagus banget cuma lihaaat langsung tertarik… Saya percaya ada cinta pandangan pertama… Dari mata turun hati….tapi saya gak bisa berprinsip seperti kata2 itu… Saya hanya percaya aja… Ada ya kayak gitu… Aku harus mengenal jauh …kadang 3 hari, seminggu, berbulan2 , bahkan bertahun2,..ada ya blum kenal sifat pasangannya….saya hak bisa langsung percaya… Harus ada proses tatap muka didalaminya…
    https://twitter.com/Afifah_1412/status/775016515938557952

    Like

  26. Aku pernah mengalaminya, hampir 1 bulan, rasanya seperti di dunia nyata krn tiap hari kita selalu telfonan dan tanya kabar di akun fb. sebenarnya kita bisa sj ketemu tp krm kesibukan masing2 kita tdk pernah ketemu, dia slh seorang anggota taruna di sekolah tggi BP2IP dan sy salah satu mahasiswa di slh satu universitas yg sibuk kuliah dan berorganisasi. sekarang hubungaan kita sdh berakhir. 😭

    Like

    • Hello there. Thanks for sharing your story. Hubungan yang dijalin tanpa ada tatap muka mirip LDR gini memang susah dan kadang bikin tekanan batin hehe. Semoga bisa jadi pembrlajaran di masa selanjutnya. 🙂

      Like

  27. Untuk yg ngetik tulisanya tolong dikoreksi dulu sebelum dishere ya..banyak kata2 yg ganda..malu lacerita bagus tp tulisanya banyak yg salah..koreksi ulang lg bos…

    Like

    • Kalo emang mau ngoreksi ga usah tanggung-tanggung bro. Coba sekalian sebutin bagian mana aja yang menurut lo salah dan jelek itu. Karena gua ga ngerasa tulisan gua kayak apa yang lo sebutin.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s