[BlogTour] Complicated Thing Called Love by Irene Dyah | Review, Giveaway

Complicated Thing Called Love

Judul: Complicated Thing Called Love
Penulis: Irene Dyah
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Editor: Dini Novita Sari
Desain sampul: Orkha Creative
Foto: Budi Nur Mukmin & Irene Dyah Respati
Cetakan: Pertama
Terbitan: 2016
Tebal: 256 Halaman
ISBN: 978-602-03-2557-6
Genre: Romance

BLURB

Awalnya, alur cerita ini sedikit membingungkan. Tak jelas mana hulu mana muara. Tapi jangan menyerah. Percayalah, ada titik ketika semua keping puzzle itu bertemu. Seperti cinta.

Kalau Garin Nugroho punya Cinta dalam Sepotong Roti, maka Nabila punya “Cinta (Monyet) dalam Sepotong Pisang”. Organik. Gadis yang biasanya patuh itu kali ini memilih berontak: tetap pacaran meski dilarang. Bisa ditebak, kisahnya berakhir dan monyet bernama Bayu itu harus diusir.

Lalu hadir Bagas, pria sempurna pilihan ibunda. Semua jadi terlihat mudah bagi Nabila. Sayang, Bayu belum betul-betul pergi dari hatinya. Duh, bagaimana bisa Nabila memilih di antara Bagas si calon suami idaman dan Bayu yang bengal dan bikin deg-degan? Dan kenapa Nabila mesti berguru pada kisah cinta para sahabatnya?

Sebabnya satu: cinta memang repot!

REVIEW

Selama ini hidup Nabila Rahma Hakim selalu diatur dan diarahkan oleh ibunya. Bagi Nabila, ibunya itu tidak pernah salah dan selalu serba tahu apa pun yang terbaik bagi dirinya, karena berkat ibunya-lah Nabila bisa mendapatkan apa yang telah ia lewati dan miliki sekarang, seperti jadi anak teladan di masa sekolah, berkuliah dari beasiswa gratis di Jepang, dan akhirnya menetap di Tokyo.

Meski sang ibu sangat dominan ‘menyetir’ hidup Nabila, ada kalanya Nabila pun merasa bimbang dengan pilihan ibunya. Salah satunya yaitu soal jodoh. Ibunya sangat ingin Nabila bisa menikah dengan Bagaskara Trahjati Trenggono; lelaki tampan, mapan, baik, sopan, tidak neko-neko, pokoknya mahasempurna di mata ibu Nabila sehingga ia sangat menginginkan Bagas bisa menjadi menantunya. Sementara Nabila masih bingung dengan perasaannya sendiri. Pasalnya ada pria lain yang telah lama menghuni hati Nabila. Pria itu bernama Bayu, cinta monyetnya di jaman SMA yang berawal dari sepotong pisang.

Nabila bingung untuk memilih antara Bagas atau si monyet cinta monyetnya ketika sang ibunda memintanya pulang ke Jogja bersama Bagas yang telah melamarnya. Hanya beberapa jam sebelum keberangkatannya pulang ke Jogja, Nabila tengah berdiskusi dengan 4 sahabatnya yakni Sora, Dania, Aalika, dan Dewi. Siapakah yang akan Nabila pilih? Bagas yang mahasempurna namun tidak dicintainya, ataukah Bayu yang jelas-jelas masih ia cintai tetapi tidak direstui ibunda?

***

P_20160225_132542_1_1

Awalnya saya agak tertipu oleh buku ini. Soalnya di 4 intro pertama berisi tentang cerita dan tokoh yang saling berbeda. Saya kira ini kumpulan cerpen, bukan novel. Namun di intro ke-5 barulah saya sadar kalau ini memang novel, bahkan si intro itu belum masuk bab 1 XD. Tidak hanya disuguhi oleh kisah Nabila 100%, tetapi 4 sahabat Nabila juga mendapat porsi masing-masing di 4 bab pertama tersebut. Singkat, namun cukup dalam meninggalkan kesan tentang karakter dan kisah cinta mereka.

Sora memang bukan orang yang terbuka. Itulah alasan dia betah tinggal di Tokyo, di mana semua orang hidup dalam gelembung masing-masing dan terlalu sopan untuk ikut campur dalam kehidupan orang lain. Tidak seperti di tanah air, manusia serba ingin kenal dan mencampuri urusan semua orang. Kelancangan yang diatasnamakan kekeluargaan, keguyuban, atau apalah itu. — (hlm. 21)

Sora dan Langit yang saling bertabrakan di Verona saat sedang sama-sama liburan. Aalika dan Rain yang diam-diam menuju Chiang Mai, Thailand. Dania dan Caspar yang tak sengaja bertemu di sebuah bar di wilayah Roppongi, Tokyo. Dewi dan Dewa yang sedang berusaha menumbuhkan kembali cinta mereka di Shizouka. Kemudian disambung dengan awal kisah Nabila saat berada di Cosmo Clock 21, tempat di mana si bianglala raksasa tegak berdiri megah di Yokohama. By the way, saya suka sekali dengan analogi tentang salju di puncak Gunung Fuji di Shizouka yang mengibaratkan perasaan antara sepasang manusia yang saling mencinta. 🙂

“Barangkali perasaan itu bisa hilang, menyurut, tak tampak dari luar seperti salju puncak Gunung Fuji pada musim panas. Tapi sebetulnya dia tetap ada di sana. Dan, perlu ada musim dingin untuk selalu menambah volume perasaan itu, mengembalikan eksistensinya agar selamanya tetap bertahan. Walaupun mengalami musim panas berulang-ulang,” — Dewa (hlm. 86-87)

Bukan tanpa alasan Mbak Irene menyisipkan 4 cerita singkat itu di awal buku, karena dari 4 cerita merekalah nantinya Nabila dapat berkaca dan berpikir sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk memilih dengan siapa ia akan memilih pendamping hidupnya. Masing-masing kisah sahabatnya itu punya pengaruh tersendiri bagi Nabila yang sedang gamang. Lalu tanpa disadari saya seperti sedang menjadi Nabila, saya bisa ikut merasakan galaunya antara menuruti kehendak ibunda atau mengikuti kata hati.

“Semua orang pasti ragu-ragu saat hendak memulai hal besar. Itu normal. Tapi ya jangan terus didengarkan ragu-ragunya, nanti kamu nggak maju-maju, jalan di tempat terus.” — Ibu Nabila (hlm. 157)

Saya suka dengan gaya bahasa dan penuturan Mbak Irene di novel ini. Tidak berbelit-belit, mudah dipahami, dan seringkali terselip guyonan di antara kalimatnya yang sederhana. Beberapa kali saya dibuat tergelak oleh humor spontan yang muncul tiba-tiba.

“Ah. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Kecuali nama toko kelontong atau bus antarkota,” — Dewi (hlm. 82)

Deskripsi tentang interaksi antar tokoh, karakter tokoh, dan setting tempat pun cukup jelas meski tidak terlalu mendetil. Bisa langsung terbayang bagaimana asyiknya jika saya bisa menikmati sendiri ke tempat-tempat itu.

“Kamu ini seperti palung laut, Aali. Dari luar tampak tenang dan tidak menjanjikan apa pun. Namun begitu aku memutuskan untuk memasukinya, semakin dalam aku semakin tersiap dan sulit untuk keluar.” — Rain (hlm. 44)

Menyimak buku ini rasanya seperti tidak hanya membaca, tetapi juga berkeliling ke Jepang dan Thailand. Seperti kata penulisnya pada bagian “Ucapan Terima Kasih”, membaca novel dengan setting beragam seperti ini tidak hanya membuat pembaca larut dalam kisah romansanya, tetapi juga bisa mendapat pengetahuan baru, informasi tempat-tempat baru, atau bahkan menemukan impian baru jika si pembaca sukses dibuat jatuh cinta dengan setting yang ada. Itu juga yang saya rasakan. Selama ini, Jepang bukanlah salah satu negara tujuan favorit tiap kali saya ditanya, “kamu pengin bisa mengunjungi negara mana?”. Berkat novel ini aku makin menyadari kalau berkunjung atau bahkan menetap di Jepang itu cukup menguntungkan.

“Nabila, pilihlah Jepang. Negara yang rapi, aman, santun, dam kepribadian manusianya mirip dengan orang-orang kita. Japanese dan Javanese cuma beda satu huruf, dan nilai sosial yang dianut pun tak jauh berbeda. Pun sarat keunikan. Masyarakatnya robotik juga superaktif. Mereka sangat mengagungkan budaya asli sekaligus begitu modern. Negara yang berkarakter, tepat untuk memperkaya kehidupanmu.” — Ibu Nabila (hlm. 98)

Ada beberapa petuah pula yang bisa dipetik melalui percakapan Nabila dan 4 sahabatnya itu. Soal kegamangan Nabila yang bingung menentukan siapa yang berhak jadi pendampingnya, para sahabatnya yang lebih berpengalaman soal cinta dan rumah tangga pun ikut memberi nasihat. Sebenarnya saran dari mereka itu tidak hanya ditujukan kepada Nabila, karena saya yakin sebenarnya Mbak Irene selaku penulis juga ingin sedikitnya mengajarkan, mengingatkan, atau bahkan mungkin juga mengajak pembacanya bisa ikut merenungkan sebuah pilihan melalui tulisannya itu tentang kemantapan seorang wanita dalam memilih suami. Beberapa di antaranya menjadi kutipan favorit saya.

“Menikah tidak mungkin hanya pakai cinta. Cinta kan bisa dipelajari, bisa dipupuk. Apalagi untuk pasangan nikah. Yang penting, pilih calon yang oke dulu, meyakinkan sebagai suami dan bapak. Pilih dulu dengan logika. Urusan hati, berikutnya saja menyusul. Belajar mencintai pelan-pelan pasti bisa dilakukan. Pepatah ‘witing tresna jalaran saka kulina’ itu bukan omong kosong.” — Dewi (hlm. 108)

“Beruntung bila kamu menemukan pasangan cinta sempurna seperti di film atau novel. Tapi bagaimana jika tidak? Kadang-kadang urusan cinta ini seperti lelucon menyebalkan. Kamu cinta mati sama si A, eh dia cuek. Yang ada justru si B yang mengejar-ngejar padahal kamunya males. Nah, mana yang akan kamu pilih menjadi pasangan hidup? A atau B? Kalau kamu bertanya kepadaku, aku akan menasihatimu untuk menikah dengan B, pria yang sangat menyayangimu. Urusan hati pasangan, di luar kemampuan kita mengendalikannya. Jadi pilihlah yang sudah pasti. Nah, urusan hati kita, kita yang akan mengendalikan. Catat itu.” — Dewi (hlm 109-110)

“Suami adalah pria yang akan bersamamu 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun, dan terus selama berpuluh-puluh tahun. Tidak bisa seperti pacaran yang bisa stop-pause-play kalau kepepet. Pasangan menikah tidak bisa ditukar dan diganti semudah baju baru yang ternyata tidak kamu sukai. Jangan mengandalkan logika untuk menetapkan hatimu. Karena jelas ini bukan ilmu eksakta.” — Aalika (hlm. 138)

Dari segi cerita, saya sangat menikmatinya, sampai saya tidak terlalu jeli untuk menemukan kekurangan atau kejanggalan yang berarti. Masalah typo, saya cuma menemukan satu di halaman awal tapi ya sudahlah cuma satu itu saja tidak begitu jadi masalah. Sisanya, buku ini cukup bersih dari typo. Tapi, agak disayangkan dengan adanya repetisi tulisan/dialog yang hampir sama persis pada 2 halaman berbeda. Kutipan ucapan Dewi dari halaman 109-110 ternyata muncul lagi di halaman 139. Yang membedakannya, kalau di halaman 139 terdapat tambahan kalimat: “Toh sebetulnya cinta bisa dipelajari, bisa dibangun, bisa diisi ulang.”

Masih ada beberapa kutipan lain yang saya sukai dari novel CTCL ini:

Kenapa ya pacar itu terlihat makin menarik kalau sudah jadi mantan? — (hlm. 151)

Kenapa wanita mudah jatuh cinta kepada pria tipikal bad boy seperti Bayu ini? Karena mereka liar, sulit dijinakkan, maka wanita justru tertantang. Karena naluri keibuan wanita ingin “meluruskan” dan mengayomi anak-anak bandel ini. Karena segala sesuatu yang dilarang itu justru menarik manusia untuk mendekat. Karena… cocky itu memang seksi. Itu masalahnya. — (hlm 175)

Boy can’t kiss. It’s a job of a man. And this one is definitely a man. Eventhough the badass one. — (hlm. 178)

Kamu suka negara Jepang dan Thailand? Ingin tahu gambaran baru tentang wilayah lain yang ada di sana? Kamu mungkin akan dibuat makin jatuh cinta dengan negara tersebut. Ingin ikut merenungkan petuah-petuah tentang kemantapan hati memilih pendamping hidup serta kehangatan sebuah persahabatan? Nah, novel ini akan jadi santapan yang tepat untukmu, kawan. 😉

OVERALL RATING

★★★★☆


GIVEAWAY

Cb4zMXPUEAQ7p1O

Ada 1 eksemplar novel Complicated Thing Called Love gratis untuk 1 orang pemenang dari giveaway di blog saya kali ini. Mau? Buat yang belum beruntung di blog sebelumnya wajib ikutan dong. Host terakhir nih, jadi ini adalah kesempatan terakhirmu buat bisa dapetin CTCL gratis hehehe. Simak syarat dan ketentuannya berikut ini:

  1. Peserta tinggal di Indonesia atau punya alamat kirim di wilayah Indonesia.
  2. Follow twitter saya @murniaya dan twitter penulis @aikairin.
  3. Follow blog ini melalui akun WordPress atau bisa juga follow via e-mail.
  4. Bagikan info giveaway dan link post ini di media sosialmu, bebas di mana saja. Kalau disebar via twitter, jangan lupa pakai hashtag #GiveawayCTCL dan mention dua akun twitter di atas.
  5. Isilah dengan menyertakan nama, kota domisiliakun twitter, alamat e-maillink share + link tweet pic, dan jawabanmu di kolom komentar post ini. Pertanyaannya adalah: “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.” Upload gambar/foto dari kota/tempat yang kamu pilih (boleh ambil dari google) ke twitter, jangan lupa pakai hashtag #GiveawayCTCL dan mention kami berdua ya. 🙂
  6. Jawabanmu saya tunggu sampai tanggal 7 April 2016 pukul 23:59 WIB. Pengumuman pemenangnya nanti insya Allah paling lambat 3 hari setelah giveaway ditutup, dan akan saya kabarkan melalui post blog serta saya mention juga di twitter atau saya hubungi via e-mail.

Nah, itu saja peraturannya. Nggak susah, kan? 😀 Satu orang peserta yang beruntung di blog ini yang telah memenuhi semua syarat akan mendapatkan satu eksemplar novel Complicated Thing Called Love persembahan Mbak Irene Dyah dan  akan dikirim langsung oleh beliau. 🙂

Jika masih ada yang bingung atau kurang jelas dan ingin ditanyakan, for fast response silakan mention saya via twitter @murniaya. Nggak perlu sungkan ya. Selamat ikutan dan good luck! 😉

Advertisements

34 thoughts on “[BlogTour] Complicated Thing Called Love by Irene Dyah | Review, Giveaway

  1. Nama : Heni Susanti
    Kota domisili : Pati – Jawa Tengah
    Akun twitter : @hensus91
    Alamat e-mail : henis_minozz@yahoo.com
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/716089043189039105
    Link tweet pic : https://twitter.com/hensus91/status/716092927701704704
    Jawaban :
    Aku mau ke Cosmo Clock 21 di Yokohama. Alasannya karena aku pecinta bianglala. Suka melihat pemandangan dari puncaknya. Suka sensasi kita berputar 360 derajat dan melihat pemandangan sekitar dari segala sudut.
    Selama ini cuma bisa naik bianglala kalau ada pasar malem. Itupun bianglala kecil yang kebanyakan yang naik anak-anak. Jadi sebagai topeng aku ngajakin ponakan biar dikira nemenin 😀
    Sederhana sekali ya 🙂

    Like

  2. Nama: Arie E. Pradianita
    Kota: Sukabumi (Jawa Barat)
    Twitter: @APradianita
    e-Mail: ariepradianita@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/APradianita/status/716170270499713024
    Link Tweet Pic: https://twitter.com/APradianita/status/716180893073670144

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    COSMO CLOCK 21 (YOKOHAMA), karena:

    Cosmo Clock 21 (Yokohama) adalah jam terbesar di dunia! Selain itu, tempatnya indah jika kita kunjungi di malam hari dan memiliki suasana yang romantis. Bisa dikunjungi bersama pasangan sebagai tempat untuk berbulan madu, bisa juga dikunjungi oleh orang yang belum punya pasangan dan siapa tahu menemukan pasangannya di Cosmo Clocks 21.. ^_^ Roda Ferris ini dibangun pada tahun 1989, sebuah pameran untuk Yokohama Expo. Diameter luar adalah 100 meter, dan jumlah maksimum penumpang bisa menahan 480 orang. 60 gondola menjalankan sebuah lingkaran penuh setiap 15 menit. Gondola ini berwarna merah, biru, oranye, kuning dan hijau. Ada juga satu gondola ungu dan dua gondola transparan. Gondola ungu disebut “Gondola bahagia”, dan untuk orang-orang di kursi roda. Dua Gondola transparan yang “dapat dilihat melalui gondola lain”, dan mereka datang setiap 8 menit.

    Like

  3. Nama : Miftahur Rizqi
    Domisili : Banyuwangi, Jatim
    Twitter : @MR_Laros
    e-mail : miftahur.rizqi2@yahoo.com
    Link Share : https://twitter.com/MR_Laros/status/716203708363616256
    Link Tweetpic : https://twitter.com/MR_Laros/status/716207487951593472

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Jawab : aku suka dan pastinya ingin aku kunjungi adalah Chiang Mai, Thailand. karena yang aku tahu di Chiang Mai, Thailand ini katanya pusatnya berbagai macam Seni dan Budaya yang ada di Thailand. berdasarkan info yg aku dapat di Google, Chiang Mai, Thailand ini mempunyai banyak wisata budaya, terutama banyak terdapat Candi atau Kuil peninggalan kerajaan-kerajaan Thailand, diantaranya ada museum-museum kebudayaan, situs-situs religius, candi, kuil, dan masih banyak lagi. selain wisata budaya, di Chiang Mai, Thailand ini juga terdapat banyak pasar-pasar tradisional ala-ala Thailand, banyak juga Festival-Festival di sana yang diadakan pemerintah kota untuk menarik wisatawan. tak heran jika aku suka dan pastinya ingin berwisata ke Chiang Mai, Thailand. kira-kira mau ngapain aja ya aku disana ? heheh.. 😀

    Liked by 1 person

  4. Tri
    Ciamis
    @tewtri
    triwahyuni.irawan3@gmail.com

    https://mobile.twitter.com/tewtri/status/716356187583688704

    https://mobile.twitter.com/tewtri/status/716361200854937600

    Tentu saja Shizuoka. Buat saya, kota ini seperti sebuah paket komplit. Tujuan paling utama jalan-jalan kan biar segar atau kebanyakan sih juga buat selfie 😁 dan dia punya yang saya cari. Gunung Fuji, belum ke Jepang kalau belum ke sini ah. Lalu, dilihat dari sudut mana pun kayaknya Shizuoka ini asri banget. Hijau. Kebun tehnya yang luas itu, membentang dari ujung ke ujung. Untuk masuk bagian dari Jepang yang tidak pernah mati dan luat biasa modern, saya rasa Shizuoka punya ‘rasa’ Indonesia, yang bikin betah lama-lama di sana. Dan di atas semua itu, Shizuoka juga menjadi markas klub bola favorit saya, Jubilo Iwata. Seratus persen saya ingin ke sini 😍 sudah bugar, di lanjut nonton sambil nyanyi-nyanyi, sorak-sorak. Betapa menyenangkannya.

    Like

  5. Fetreiscia Frida

    Nama: Fetreiscia Frida
    Twitter:@fetreisciafrida
    Email: fetreisciafrida@gmail.com
    Domisili: Jakarta

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Untuk menjawab pertanyaan ini, saya akan memilih tempat yang paling ingin saya kunjungi. Yaitu Verona, Italy. Kenapa? Karena buat saya negara Jepang dan Thailand itu sudah terlalu sering didengar oleh banyak orang. Bahkan boleh dibilang saya tidak terlalu ‘buta’ dengan dua negara ini. Karena saya penggemar negara2 asia. Jadi sudah sering berurusan dengan Jepang maupun Thailand. Kalau ditanya tentang Chiang Mai, Tokyo, Shizuoka maupun Yokohama itu pasti saya kenal. Tapi untuk negara Italy kalau ditanya kenal kota mana aja, saya cuma bisa jawab Roma. Atau kalau ditanya tau apa tentang Italy saya akan menjawab klub bola nya. Udah. Ga kenal lagi yang lainnya. Tapi waktu baca review CTCL, saya baru tahu Verona ternyata ada di Italy. Hehe pengetahuan negara barat saya emang ga bagus2 amat sih. Jadi saya lebih memilih untuk mengunjungi Verona. Mengunjungi kota dan negara baru dan asing bagi saya. Mencoba untuk menyukai seauatu yang tadinya ga pernah saya lirik. Mencoba berkenalan dengan negara diluar asia. Karena saya suka mencoba hal yang baru. Jadi saya juga memilih mencoba berkunjung ke Verona. Saya ingin sekali lebih mengenal Italy selain Roma dan klub bola nya serta mengenal benua lain selain asia. Selain itu aku juga ingin berkunjung ke Verona Arena. Ternyata tempat itu keren sekali ya! Mencoba sesuatu yang baru akan menambah pengetahuan dan pengalaman baru bukan? Hehe^^

    Like

  6. Alfiani Z Fitri

    Nama : Alfiani Z Fitri
    Domisili : Pamekasan, Madura, Jatim
    Email : alfiani.fitri901@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/falfanyfitri/status/716539462616883200
    Link pict : https://twitter.com/falfanyfitri/status/716543305736032256

    Hai kak Aya, izin ikutan yaa!

    Jadi, dari semua pilihan setting yang ada, saya memilih Cosmo Clock 21, Yukohama.

    Kenapa begitu?

    Dari penampilan fisiknya saja terlihat menantang. Ketinggiannya, gondolanya, dan pemandangan sekitar yang ditawarkan.

    Terlebih ketika menaikinya saat senja. Tidak bisa dibayangkan bagaimana keindahannya di atas langit yang dilengkapi semburat sore. Melihat bianglalanya diantara senja saja sudah menarik. Apalagi menaikinya? Wah!

    Ketika langit mulai gelap pun tidak kalah menarik, kok. Bianglala dengan gondolanya itu akan dilengkapi cahaya-cahaya pelangi yang seakan mewarnai langit malam! Dan yah- siapa sih yang tidak tertarik setelah ini?

    Ohiya, karena bianglala ini dilengkapi dengan jam, jadi saya menganalogikan : dengan ferris wheel ini, saya bisa menghemat waktu.
    Kok bisa?
    Ya, hanya dengan waktu 15 menit–satu putaran sempurna, penumpang akan diajak mengelilingi kota Yokuhama! Tentu saja dengan bianglala ini. Bahkan bila cuaca sedang baik, bisa jadi melihat Tokyo Bay, Shinjuku, dan bahkan gunung Fuji dari puncaknya!

    Uniknya lagi saat menaiki gondola, penumpang akan disediakan tablet yang berisi penjelasan tentang apa yang akan dilihat dari atas bianglala. Terlebih katanya, ada beberapa gondola dengan lantai transparan! Menarik, kan? Sangat!

    Oke, mungkin itu sedikit tentang khayalan saya jika diizinkan menaiki Cismo Clock 21, Yokuhama. Tetapi saya masih ketagihan berimajinasi disana, ehehe. Ya, semoga saja kesampaian baca Complicated Thing Called Love ini! Aminn 🙂

    Like

  7. Fitriscia Jacilia

    Nama: Fitriscia Jacilia
    Domisili: Jakarta
    Email: fitrisciajacilia@gmail.com
    Twitter: @jacilpo
    Link Share: https://twitter.com/jacilpo/status/716578463822446592
    Link Twitpic: https://twitter.com/jacilpo/status/716578245714378752

    Tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah Verona, di Italia. Dari pada tempat lain, yg mayoritas berada di Asia, saya paling ingin mengunjungi salah satu negara di benua Eropa ini. Negara-negara di benua Eropa maupun Amerika sana adalah salah satu negara yang paling menarik perhatian saya. Kenapa? Soalnya di Benua ini terdapat banyak sekali negara-negara maju, contohnya Italy ini. Suasananya yang modern banget menjadi salah satu hal yang paling ingin saya lihat dan nikmati. Kemajuan negara ini pasti menghadirkan kekerenan sendiri, dimana menjadi salah satu hal yang sangat-sangat ingin saya nikamti. Selain itu, saya sendiri belum pernah melihat dalamnya Italy khusunya Verona ini seperti apa. Kalau seperti Jepang, Thailand, saya sudah sering melihatnya di dalam drama-drama, sedangkan Italy ini saya masih asing dengan negaranya. Maka itu saya sangat penasaran ingin kesana, melihat sendiri bersarnya, aggunnya, kerennya dan moderennya negara Italy ini. Maka itu saya memilih Verona sebagai tempat yang paling ingin saya kunjungi.

    Like

  8. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Domisili : Cirebon
    Akun Twitter : @dairezuki
    Email : dairezuki@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/dairezuki/status/716612047660720135
    Link Tweetpic : https://twitter.com/dairezuki/status/716612965177233408

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Shizuoka! Sebenarnya ini cita-cita sejak zaman dahulu kala, semenjak aku menonton anime-anime Jepang. Di beberapa anime, banyak yang melukiskan mengenai keindahan kota yang satu ini. Bukan hanya pemandangannya yang asri, aku seperti menemukan suasana pedesaan di dalam setiap anime yang ku tonton. Berasa masuk ke dalam suatu dunia khayalan. Kota ini benar-benar sangat menarik dan aku ingin tinggal menetap ketika sudah tua nanti bersama pasangan hidupku di kota ini 😍

    Salah satu tempat wisata yang ingin aku kunjungi, tentunya Gunung Fuji. Dari dulu hingga sekarang, aku sangat ingin menikah di puncak Gunung Fuji! Walaupun terdengar mustahil._. Tapi Gunung Fuji memang terlihat sangat sugoii, apalagi ketika musim semi datang. Bunga sakura yang bermekaran menghiasi daerah sekitar Gunung Fuji. Aku juga ingin sekali bermain ski di puncaknya:v aku juga ingin mengikuti Festival Bunga Shibazakura. Festival ini sangat romantis, apalagi kita akan melihat hamparan bunga bewarna pink di sekitar Gunung Fuji ini. Biasanya sekitar bulan April hingga Juni, pada saat musim semi. Adudu jadi ingat Shigatsu wa kimi no uso:’)

    Selain Gunung Fuji, aku ingin pergi ke izu island dan pantainya, pantai irozaki. Aku ingin selfie di atas batu-batunya dan kalau aku tidak bisa menikah di puncak Gunung Fuji, di atas batu pantai pantai irozaki juga tak masalah:3 tapi lebih bagus foto prewedding aja sih:3 *Banyak Mengkhayal* Di sekitar izu island juga banyak pemandian air panas, jadi keinget anime Date a Live:v Nah, di Shizuoka juga ada Atami, di sana kita bisa scuba diving dan yang suka bermain golf, di sana juga ada lapangan golfnya. Pokoknya, pemandangan di pulau izu island ga kalah dengan pemandangan kota-kota di Eropa. Jika kalian menemui gedung-gedung bertingkat dengan segala kemewahannya, di Shizuoka kalian akan menemukan pedesaan yang dapat menentramkan hati. Udara bersih tanpa polusi, tidak ada kemacetan dan hawa yang sejuk, sama halnya pedesaan di Indonesia. Bagi yang mencari ketentraman apalagi penulis novel yang membutuhkan inspirasi, pergilah ke Shizuoka!

    Di Shizuoka juga terdapat museum, MOA. Selain berlibur, di sana juga kita dapat melihat benda-benda bersejarah. Tapi aku lebih tertarik dengan rumah teh dan teaternya:v di museum ini juga ada tamannya, tentunya taman dengan gaya Jepang.

    Tunggulah aku Shizuoka!

    Sekian, terima kasih:)

    Like

  9. Nama: Kitty
    Kota: Jakarta
    Twitter: @Womomfey
    e-Mail: kitty.wibisono@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/WoMomFey/status/716732417537519617
    Link Tweet Pic: https://twitter.com/WoMomFey/status/716749838080053248

    Jepang adalah salah satu negara impianku sejak masa kanak-kanak, dan salah satu yang ingin kukunjungi adalah Yokohama. Kenapa Yokohama? Karena Yokohama memiliki perpaduan yang pas dan menarik antara kecanggihan teknologi dan kearifan budaya tradisional Jepang. Berada di Yokohama seperti berada di dua masa sekaligus, tidak seperti Tokyo yang sudah terlalu moderen.

    Ada begitu banyak tempat yang ingin kusambangi jika kelak aku punya kesempatan untuk mengunjungi Yokohama:

    1. Yokohama Cosmo World
    Amusement Park yang terletak di distrik Minato Mirai ini menjadi incaran pertamaku karena tempatnya yang family friendly. Yup! Area bermain anak-anaknya saja begitu luas dan ada begitu banyak pilihan disana. Pasti bakalan bikin bocah-bocah puas seharian maen disitu. Pemandangan malam harinya pun begitu menggugah, terutama Cosmo Clock 21, cocok banget untuk ngedate aku dan hubby setelah anak-anak yang pasti tertidur karena kelelahan setelah puas bermain seharian. Pasti akan kembali menghangatkan cinta mula-mula saat kami baru pacaran dulu ^o^

    2. Orbi Yokohama
    Satu lagi tempat rekreasi yang tak boleh dilewatkan adalah Orbi Yokohama yang merupakan kolaborasi BBC Earth dan Sega. Tempat menakjubkan ini akan memberikan pengalaman luar biasa selayaknya kita bersentuhan langsung dengan alam. Menggunakan layar 3D, display interaktif dan teknologi yang sangat mutakhir. Orbi Yokohama juga family friendly seperti Yokohama Cosmoworld loh! Jadi bocah-bocah bisa puas berinteraksi dengan “alam”, emak babehnya juga tetap bisa merasakan romantisme 😀

    3. Hello Kitty Café
    Pecinta Hello Kitty sepertiku ini sudah pasti tidak akan melewatkan café yang memang didedkasikan untuk si kucing imut ini. Disini kita bisa memesan kopi dengan “gambar” Hello Kitty, dan tentu saja dessertnya sangat menggugah selera pecinta makanan manis sepertiku >.<

    4. Yokohama Hakkeijima Sea Paradise
    Terletak di ujung Yokohama Bay, tempat rekreasi ini juga family friendly dan menyuguhkan berbagai keindahan kehidupan laut. Selain memiliki salah satu akuarium raksasa terbaik, tempat ini juga memiliki banyak sekali wahana menarik, salah satunya yang pengen kucoba adalah Blue Fall. Wahana yang memacu adrenalin ini akan dijatuhkan dari ketinggian 107 meter! Huaaaaa….. looks so challenging!! ^o^ Tapi wahana untuk anak-anak atau romantis-romantisan sama suami juga ada kok di sini.
    Salah satu spot romantis di Yokohama Hakkeijima Sea Paradise ini adalah Yokohama Marine Tower. Kita bisa menikmati indahnya sunset dari lantai 30 menara ini. Tapi jangan datang terlalu mepet ya! Banyak banget loh pasangan yang juga pengen menikmati momen sunset ini di Yokohama Marine Tower.

    5. Yokohama Anpanman Children’s Museum and Mall
    Meskipun anak-anakku nda kenal Anpanman, aku dan suamiku suka!^^ Tempat rekreasi ini cocok banget deh buat bocah-bocahku yang masih balita. Ada banyak permainan dan wahana untuk anak seusia mereka disini. Kali ini emak bapaknya ngalah dulu deh ya buat ngasih kesempatan bocah-bocah having fun sepuasnya 🙂

    Nah! Itu tadi beberapa tempat yang ingin kukunjungi bersama keluargaku di Yokohama. Sorry kalau jadinya malah kaya family holiday's itinerary ^^. Karena memang sudah jadi wishlist dari lama sih!

    Like

  10. Nama: Ayuni Adesty
    Domisili: Bogor
    Email: ayuniadesty@gmail.com
    Twitter: @ayuniadesty
    Link Share: https://twitter.com/ayuniadesty/status/716755896118841344
    Link Twitpic: https://twitter.com/ayuniadesty/status/716760745396936704

    Mau ke Verona!! Nama kotanya cantik ya? Kayak nama orang. Alasan lainnya?
    Kota yang terletak di Provinsi Veneto, Italia, ini identik sebagai tempat syuting film Romeo and Juliet.
    Bangunan-bangunan berarsitektur Romawi memenuhi hampir seluruh jalanan kotanya.
    Rasanya mungkin seperti naik mesin waktunya Doraemon dan kembali ke berabad-abad silam kali ya?
    Dari info paman Google ada puluhan tempat yang bisa dijadikan destinasi wisata. Tapi kalau disuruh milih satu tempat aku akan pilih “Kastil Scaligeri”

    Scaligeri adalah kastil cantik yang terletak persis di puncak bukit. Bangunan megah ini dikelilingi benteng, serta taman dan pepohonan yang menghiasi pelatarannya.

    Wuiiih, kebayang dong gimana rasanya jadi putri raja yang tinggal di kastil cantik ini? Karena letaknya di puncak bukit, pasti udaranya sejuk dan bebas polusi. Cocok buat ngeteh cantik sambil baca novel di sore hari dan nunggu pangeran berkuda putih buat datang ngelamar. He he…

    Like

  11. Nama: Famia Kamilia
    Domisli: Bangkalan, Jawa Timur
    Twitter: @amifamia
    email: amifamia@gmail.com
    link share: https://mobile.twitter.com/amifamia/status/716793625745580032?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4059820427
    link tweet pic: https://mobile.twitter.com/amifamia/status/716797339478798336?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4489521135

    Jawaban:
    Dari beberapa setting yang ada di novel CTCL ini, tempat yang ingin saya kunjungi adalah Shizuoka.
    Karena di sana banyak wisata alam yg masih terjaga kelestariannya, seperti Gunung Fuji. Rasanya akan sangat melegakan dan begitu menenangkan seperti ada kesejukan yg masuk ke rongga-rongga tubuh ketika bisa melihat betapa berkuasanya sang pencipta dalam menciptakan berbagai keindahan di muka bumi ini.

    Like

  12. Nama: Nur Ramadhani Anwar
    Domisili: Jeneponto
    Twitter: @DhaniRamadhani
    Email: dhanianwar.ramadhani2@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/DhaniRamadhani/status/71 6814980272664576
    Link twitpict: https://twitter.com/DhaniRamadhani/status/716818898130108416

    Salah satu negara yang paling ingin dikunjungi ya, Jepang! apalagi Shizouka. Huaaaa pemandangannya bangus sekali,menyejukkan dan alasan utama adalah lihat Gunung Fuji!

    Ada beberapa alasan lagi untuk ke sana, sebagai cewek yang hobi belanja, di sana ada yang namanya Mall Gotemba, bukan hanya itu, bagi saya yang doyan makan juga cocok sekali, di sana banyak foodcourt, hehe.

    Saya adalah maniak dongeng dan segala macam cerita fantasy, Shizouka benar-benar pilihan pas. saya akan ke desa yang namanya Nukomori No Mori, desa yang pemandangannya mirip pemandangan di negeri dongeng. Ah, kurang apalagi.

    Setelah capek keliling, bisa banget langsung mandi air panas di permandian yang bernama permandian air panas hakone.

    Kayaknya perlu beberapa hari untuk explore keindahan Shizouka, belum lagi menikmati padang bunganya yang indah.

    Menangin yah Ayaaaaa hihihi

    Like

  13. Nama: Kezya Indira
    Domisili: Jakarta
    Twitter: @kezyaindira
    E-mail: asdfghjkezya@ymail.com
    Link Share: https://twitter.com/KezyaIndira/status/716823390858784768
    Link Twitpic: https://twitter.com/KezyaIndira/status/716830974516928512

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Tentu saja Verona, Italy!

    “Two households, both alike in dignity, In fair Verona, where we lay our scene
    From ancient grudge break to new mutiny, Where civil blood makes civil hands unclean.”
    ― William Shakespeare, Romeo and Juliet

    Verona itu identik dengan cerita romantis Romeo and Juliet. Tapi menurutku, kota Verona jauh lebih romantis dan menawan. Membayangkan diriku berada di jalan kecil (gang) dengan pemandangan sekeliling rumah-rumah berbalkon dengan suasana jaman dahulu membuatku semakin ingin kesana. Jujur, aku lebih suka berpergian ke tempat yang menenangkan dan Kota Verona terlihat menenangkan. Berjalan-jalan, mampir ke cafe atau restaurant kecil untuk menikmati secangkir teh atau sekedar mencicipi makanan khas negara tersebut, apalagi kalau bukan pizza dan pasta!

    Selain itu, baru-baru ini aku habis nonton film “Letters To Juliet” and there was no choice but to react with awe. Setting-nya itu di Verona dan bagus bangeeeeeet! Lalu sekarang, ‘keinginan-meter’-ku[?] untuk pergi kesana kayaknya udah di paling atas alias maksimal deh! xD

    Like

  14. Nama: Dera Devalina
    Domisili: Belinyu, Bangka
    Twitter: @deradevalina
    E-mail: deradevalina@gmail.com
    Link Share:

    Link Twitpic:

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”
    Semua tempat tempat yang ada di novel memang indah, dari Verona dengan kota tua yang romantis, Roppongi yang metropolis, atau Shizouka pemandangan bunga sakura dan gunung puji yang bikin adem dan Cosmo Clock 21 nya Yokohama dengan bianglalanya yang berwarna warni tapi aku jatuh hati pada Chiang Mai, Thailand. Tempatnya sangat indah biarpun buatan tapi banyak bangunan tradisional di sana serta taman taman yang indah, asri dan bersih, bunga – bunga warna warni menghiasi taman serta pinggir kolam dan sungai yang dipenuhi bunga teratai sungguh indah, pengen banget kesana, jujur baru tahu tempat ini pas cari di google, terus di tempat doi inthanon park Chiang Mai, Thailand suasananya udah kayak di negeri dongeng dengan jembatan kayu dan pemandangan alam pegunungan di sisinya. pada saat festival lentera di malam harinya jutaan bahkan ribuan lentera diterbangkan di langit Chiang Mai, Thailand seperti film Disney Tangled Rapunzel tapi versi nyata. Mungkin seperti itu cara mereka untuk menghormati bangunan tradisional di negara mereka dan melestarikannya, sepertinya sangat menginspirasi untuk di negara kita, bangunan tradisional dengan taman bunga di sekitarnya.

    Like

  15. dewiiayuningsih

    Nama: Dewi Ayu Ningsih
    Domisili: Riau
    Twitter: @DewiiaeyuN
    E-mail: dewiiayuningsih@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/DewiiaeyuN/status/716162967687987200
    Link Pict: https://twitter.com/DewiiaeyuN/status/716833447247880192

    Saya mau ke Chiang Mai, Thailand 🙂 .
    Kenapa?
    Karena saya suka dengan negaranya, thailand :D. Menurut saya thailand itu negara maju,tapi disetiap sisi daerahnya masih banyak dijumpai kuil-kuil atau situs budaya zaman dahulu . Apalagi di Chiang Mai , Saya itu ingin berwisata tapi nggak cuma sekedar cuci mata atau mencari hiburan , tapi juga bisa menambah wawasan ttng budaya-budaya diluar indonesia. Di Chiang mai itu kan banyak sekali destinasi wisata yang bisa menambah pengetahuan kita dan juga diChiang mai ada aliran sungai chao praya namanya sungai ping, Saya pengen banget naik perahu gitu kayak difilm-film thailand. Terus menikmati sunset di aliran sungai chao praya 😀 terus diatas perahunya berdua bareng nadech kugimiya Kiaaa… “.” berasa lagi main pelem 😉 , tapi masih hambar rasanya kalau belum megang ‘Complicated thing called love’ Nya mba Irene 😛 .

    Like

  16. nama: Visca Apriliyanti
    domisili: Belinyu
    twitter: @Visca_Apr
    e-mail: apriliyantivisca@yahoo.com
    link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/716953889807867904
    link pict:
    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”
    saya suka sekali dengan quotes yang satu ini
    “Barangkali perasaan itu bisa hilang, menyurut, tak tampak dari luar seperti salju puncak Gunung Fuji pada musim panas. Tapi sebetulnya dia tetap ada di sana. Dan, perlu ada musim dingin untuk selalu menambah volume perasaan itu, mengembalikan eksistensinya agar selamanya tetap bertahan. Walaupun mengalami musim panas berulang-ulang,”

    Nabila, pilihlah Jepang. Negara yang rapi, aman, santun, dam kepribadian manusianya mirip dengan orang-orang kita. Japanese dan Javanese cuma beda satu huruf, dan nilai sosial yang dianut pun tak jauh berbeda. Pun sarat keunikan. Masyarakatnya robotik juga superaktif. Mereka sangat mengagungkan budaya asli sekaligus begitu modern. Negara yang berkarakter, tepat untuk memperkaya kehidupanmu.”
    membaca kedua quotes diatas membuat saya tertarik untuk mengunjungi Jepang *Roppongi, Tokyo*
    bermodal ngeobrak-abrik mbah google, Roppongi merupakan distrik yang terkenal dengan restoran dan klub yang sering sekali didatangi oleh para turis *termasuk Dania dan Caspar*. saya ingin sekali mengunjungi Roppongi hills, kawasan ini bisa dibilang sangat lengkap dimana disini terdapat perkantoran, apartemen, hotel, toko, restoran, cafe bahkan museum, jadi kalo dateng kesini bisa sekali jalan.
    list yang ingin saya kunjungi:
    – Taman Hinokichou yang terbentang hijau dan berpusat di Mid Town Garden.
    – Tokyo City View disini bisa melihat pemandangan kota Tokyo dari ketinggian, waktu yang tepat untuk kesini adalah malam hari .
    – Sky Aquarium Roppongi Hills, kumpulan aquarium yang dibuat sedikit berbeda dengan karena dibangun diatas gedung pencakar langit, yang membuat Sky Aquarium Roppongi Hills ini menarik adalah peletakan aquarium ikan dan tata cahayanya.
    – Illumination di Tokyo Midtown, Illumination merupakan acara tahunan yang digelar untuk menarik massa, datang ke sebuah tempat, baik pusat pebelanjaan, taman, ataupun tempat terbuka lainnya. Biasanya dilaksanakan menjelang Natal atau musim dingin. Illumination sendiri merupakan seni tata lampu yang menghasilkan konfigurasi yang sangat apik.

    Like

  17. Nama: Dian Maharani
    Kota Domisili: Kota Bengkulu
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Alamat E-mail: dianmaharani833@yahoo.com
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/716330253912711168
    Link Tweetpic: https://twitter.com/realdianmrani93/status/716932695196958720

    Verona.
    Aku selalu punya mimpi bisa mengunjungi sebuah kota yang punya struktur dan arsitektur bangunan ‘kuno’ seperti yang ada di Verona, yaitu dinding dari bata yang disusun sedemikian rupa dan atap dari genteng berwarna kecoklatan, dengan pintu dan jendela yang besar-besar. Terlihat rapuh tapi pada dasarnya sangat kuat. Jalan-jalan kecilnya disusun dari paving block berbentuk persegi panjang yang menambah aroma ‘zaman dulu’-nya semakin terasa jika kita sudah menapaki kaki di sana. Aku selalu menyukai rumah-rumah kuno yang ada di wilayah Eropa karena menurutku sangat misterius. Selalu muncul pertanyaan, “Apakah bangunan ini memang sudah seperti ini sejak dulu atau sengaja dibangun menyerupai zaman dulu?”
    Karena sudah gugling, aku baru tahu kalau di Verona ada namanya ‘Beranda Juliet’. Itu tempat syutingnya film Romeo & Juliet, kan? Aku masih belum nangkap penjelasan mengenai beranda itu. Apa benar-benar rumahnya Juliet atau rumah Juliet di film.
    Aihhh, Amsterdam sebagai posisi pertama kunjungan negara yang ada rumah kunonya tergantikan sama Verona karena ada beranda ini. Aku pengen foto sama Romeo ku disana ❤

    Liked by 1 person

  18. Nama: Kiki Amaliah
    Alamat: Indramayu, Jawa Barat
    Twitter: @kyoungsaeng
    Link share:
    https://t.co/BblQcF9mXB
    Pict:
    https://t.co/6rQtGqh0XO

    Mau banget ke Shizouka.
    Dari mbah google, Shizouka itu adem dan higenis #? Ada rumah jaman dulu, gedung sepak bola, kebun teh yang kaya rol rambut , gunung cantik yang ingin sekali aku daki huhu Pokoknya masih banyak deh.
    Pemandangannya mungkin lebih dari Yang Ming Shan kali ya hehee.
    Dapatkah saya ke sana? Hmmm #merasotak

    Like

  19. Nama : Ardhani Kinasih
    Domisili : Malang – Jatim
    Twitter : @ni_nok
    E-mail : ardhani.kinasih@yahoo.com
    Link share : https://twitter.com/ni_nok/status/717159885385781248
    Link tweetpic : https://twitter.com/ni_nok/status/717167590615834624

    Tempat yang ingin aku kunjungi adalah Jepang. Beberapa alasan sederhana mengapa aku ingin kesana, yaitu salju dan sakura. Mungkin karena sejak kecil terbiasa membaca komik dan menonton anime sehingga yang ada dalam benakku tentang Jepang adalah identik dengan sakura dan Gunung Fuji. Setahuku di Jepang ada Festival Hanami yaitu tradisi menyambut mekarnya bunga sakura. Masyarakat akan berkumpul untuk piknik dibawah pohon sakura. Beberapa orang mungkin akan mengenakan pakaian tradisional Jepang, yaitu Yukata atau Kimono. Aku ingin sekali mencoba mengenakan Yukata sambil menyantap Onigiri dan menikmati pemandangan sakura dan Gunung Fuji. Di lain musim aku ingin menikmati hujan salju, merasakan dinginnya salju yang selama ini hanya bisa aku lihat dari layar kaca.

    Like

  20. Nama : Mega Widyawati
    Kota domisili : Nganjuk-Jawa Timur
    Akun twitter : @widy4_w
    Alamat e-mail : widya.mega354@gmail.com
    link share : https://mobile.twitter.com/Widy4_W/status/717046299313438720?p=v
    link tweet pic : https://mobile.twitter.com/Widy4_W/status/717238788435611648?p=v

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang
    muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Kawasan kyoto. aku tak punya banyak alasan mengapa memilih tempat ini. Tapi sewaktu melihat gambarnya di Seaching pict aku langsung terpesona sama Kota Kyoto. Tempat indah sekali. Dikelilingi oleh banyak vegetasi dan berlatar belakang Gunung. Indah banget saat musim semi dimulai maka bunga sakuranya akan bermekaran menambah daya tarik wisatawan yang melihatnya. Apalagi di Kyoto banyak cerita menarik, yang dapat kita lihat. Mulai dari
    berbagai monumen budaya dibangun di setiap sudut kota, di lain jika dilihat dari sisi lainnya Kyoto terlihat seperti kota yang bernuansa Modern yang menajubkan. Salah satu panorama terbaik adalah kuil Kiyomizu yang dibangun di atas air terjun, ketika matahari terbenam di balik pegunungan maka dapat di saksikan salah satu pemandangan terbaik di bumi.

    Like

  21. Amilatun Sakinah

    Nama: Amilatun Sakinah
    Domisili: Yogyakarta
    Twitter: @amilatunS
    email: amilatunsakinah@gmail.com
    link share: https://twitter.com/amilatunS/status/717259589163622400
    link twitpic: https://twitter.com/amilatunS/status/717262523620331520

    Jawaban: Ke Shizuoka. Di sana banyak bangunan bersejarah yang asyik buat dikunjungi dan utamanya adalah melihat gunung Fuji yang asyik buat diajak selfie. Terus, kalau misalnya pergi dari Tokyo ke Shizouka, bisa naik kereta atau bus, berasa-rasa kayak di film nanti sambil lihat ke luar jendela 😀
    Iklimnya juga cocok buat Indonesian, jadi biar nggak beku di musim dingin, ini tempat yang asyik untuk dijelajahi 🙂

    Like

  22. nama: Aulia
    kota domisili: Serang
    twitter: @nunaalia
    e-mail: auliyati.online@gmail.com
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/717262799546814464
    link tweet pic: https://twitter.com/nunaalia/status/717285689226702848

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Yokohama, karena selain area Cosmo Clock 21 tempat di mana si bianglala raksasa tegak berdiri megah, daerah Yokohama juga memiliki banyak tempat wisata menarik yg bisa dikunjungi. Ada Yokohama Hakkeijima Sea Paradise (sebuah taman hiburan yang terdiri dari akuarium, pusat perbelanjaan, hotel, marina dan wahana hiburan), Yokohama Red Brick Warehouse (sebuah bangunan bersejarah yang digunakan sebagai kompleks yang meliputi pusat perbelanjaan, ruang perjamuan, dan tempat acara), Yokohama Chinatown, Yokohama Museum of Art, Yokohama Silk Museum (Museum menampilkan sutra kimono dan mencakup pentingnya Yokohama sebagai pelabuhan sutra), Yokohama History Museum (museum sejarah berfokus pada sejarah kota Yokohama).

    Semoga suatu saat bisa ke sana 😀

    Like

  23. Nama : Humaira
    Kota Domisili : Purwakarta, Jawa Barat
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Alamat e-mail : humairabalfas5@gmail.com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717225729755365377?p=v
    Link Tweet Pic :
    1. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717196352904499201?p=v
    2. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717196998030532609?p=v
    3. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717197444077993984?p=v
    4. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717197645823905792?p=v
    5. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717197747414110209?p=v
    6. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717240172304175105?p=v
    7. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717240313912233985?p=v

    Verona

    Verona adalah sebuah kota kecil yang diapit Milan dan Venezia sangat indah meski kalah terkenal dari keduanya. Tapi, Verona mempunyai daya tarik tersendiri. Sebagai kota lahirnya kisah romansa terkenal, Romeo dan Juliet, banyak sekali bangunan bersejarah di sana. Roman Amphitheatre, tempat bertarung para gladiator, juga tempat eksekusi bagi para tahanan Romawi.
    Kediaman Juliet atau disebut Casa De Giuletta. Castelvecchio, kastil yang berada di sisi sungai Aldige. Kastil Scaligeri yang berada di puncak bukit dan dikelilingi oleh benteng. Giardino Giusti, taman yang cantik dan indah. Selain itu ada Piazza delle Erbe, bangunannya bergaya renaissance tempat dengan banyak toko menjual berbagai macam barang fashion, cinderamata dan kafe. Terakhir ke Castell San Pietro yang berada di bukit di atas Roman Amphithetre untuk melihat matahari tenggelam. Kota cinta dan penuh sejarah, membayangkannya serasa berada ditahun 1800-an, banyak sekali bangunan-bangunan bersejarah.

    Sederhananya, aku ingin mengunjungi kota cinta dengan cita rasa klasik dan banyak nilainya.

    Like

  24. Nama : Humaira
    Kota Domisili : Purwakarta, Jawa Barat
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Alamat e-mail : humairabalfas5@gmail.com
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717225729755365377?p=v
    Link Tweet Pic :
    1. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717196352904499201?p=v
    2. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717196998030532609?p=v
    3. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717197444077993984?p=v
    4. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717197645823905792?p=v
    5. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717197747414110209?p=v
    6. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717240172304175105?p=v
    7. https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/717240313912233985?p=v

    Verona

    Verona adalah sebuah kota kecil yang diapit Milan dan Venezia sangat indah meski kalah terkenal dari keduanya. Tapi, Verona mempunyai daya tarik tersendiri. Sebagai kota lahirnya kisah romansa terkenal, Romeo dan Juliet, banyak sekali bangunan bersejarah di sana. Roman Amphitheatre, tempat bertarung para gladiator, juga tempat eksekusi bagi para tahanan Romawi.
    Kediaman Juliet atau disebut Casa De Giuletta. Castelvecchio, kastil yang berada di sisi sungai Aldige. Kastil Scaligeri yang berada di puncak bukit dan dikelilingi oleh benteng. Giardino Giusti, taman yang cantik dan indah. Selain itu ada Piazza delle Erbe, bangunannya bergaya renaissance tempat dengan banyak toko menjual berbagai macam barang fashion, cinderamata dan kafe. Terakhir ke Castell San Pietro yang berada di bukit di atas Roman Amphithetre untuk melihat matahari tenggelam. Kota cinta dan penuh sejarah, membayangkannya serasa berada ditahun 1800-an, banyak sekali bangunan-bangunan klasik.

    Like

  25. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Domisili : Medan
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/717629572473171968
    Link Twipic : https://twitter.com/n0v4ip/status/717635134086774785

    Sebenarnya jika ditanya setting kota/tempat yang ingin saya kunjungi, saya pasti akan menjawab semuanya terutama Jepang. Saya ingin sekali pergi ke kota kelahitan Doraemon itu. Tapi jika ditanya kota mana yang paling ingin saya kunjungi, saya dengan cepat menjawab Shizuoka. Alasan paling utama selain melihat Gunung Fuji adalah karena disana terdapat Bandai Hobby Center, tempat pembuatan robot Gundam dan segala jenis robot buatan Bandai. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika saya melakukan touring kesana dan melihat semua prosesnya mulai dari proses menggambar sketsa, pembuatan kerangka sampai kepada pencetakan para robot. Wuihhhh,,, jika selama ini saya hanya bisa melihat robot-robot itu di toko mainan atau melihat versi animasinya. Tapi disana saya bisa melihat langsung proses ‘lahirnya’. Wahhh,,, membayangkannya saja sudah membuat saya gembira. Semoga kesampaian deh kesananya dan semoga juga berhasil dapetin novel ini dari mbak Aya… hehe.:D

    Terima kasih mbak ^^

    Like

  26. Oktabri | Prabumulih | http://twitter.com/0ktabri | oerwandra@gmail.com | https://twitter.com/0ktabri/status/717651708080304132 | https://twitter.com/0ktabri/status/717652368305729537

    Jawabanku adalah aku ingin ke Akihabara kala malam. Mungkin aku akan terlihat seperti orang bodoh dengan jawabanku ini. Bukannya memilih Roppongi, Tokyo atau Shizouka Cosmo Clock 21 di Yokohama, apalagi Gunung Fuji di Shizou, yang memang menjadi latar dari beberapa cerita di dalam novel ini. Alasanku adalah supaya beda aja hehehehe. Bercanda, kok. Aku ingin ke Akihabara karena aku tak begitu mengenal Roppongi, Shizouka, ataupun Yokohama. Jika bicara tentang Jepang (memilih negara ini karena jelas Jepang ialah salah satu dari lokasi yang menjadi setting, sesuai dengan yang disyaratkan, bukan?) benakku seketika meneriakkan Akihabara, Akihabara, Akihabara!!

    Alasannya sudah jelas karena aku ingin melihat secara langsung dedek-dedek gemes jejogetan AKB48 di theatre mereka, membuktikan dengan telingaku sendiri jika mereka bukan tukang lip synch, juga memanjakan mata dengan kostum minimalis unyu dan wajah-wajah lucu mereka *ehehehe* Selain itu, aku yakin jika siapa pun rekan perjalananku nanti, pasti akan terpuaskan dengan deretan kafe yang tak cuma menawarkan menu yang beragam tapi juga konsep yang unik, juga pada banyaknya toko-toko yang menjual manga, dvd anime, dan berbagai pernak-pernik yang memanjakan mata dan menyiksa kantong. Keramaian semacam ini tentu sangat mengasyikan untuk *uhuk* pacaran (Maaf-maaf nih ya, aku bukan tipe yang suka mengajak teman kencan ke tempat sepi, hih!).

    Like

  27. Nama : Widyaningsih
    Domisili : Jakarta
    Twitter : @ganggaruhanaa12
    Email : widyaaning20@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/GanggaRuhanaa12/status/717689891815972864
    Link tweet pic : https://twitter.com/GanggaRuhanaa12/status/717691765554159616

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Jawabanku adalah Shizuoka!!!
    Yup Shizuoka!! Ya dari namanya Shizuoka yang artinya tenang (translate google), kebayang dong suasana pedesaan yang tenang dan nyaman bikin siapa aja yang tinggal jadi betah ditambah lagi dengan pemandangan Gunung Fuji dan di Shizuoka ini ada museum of Art!!! yang isinya koleksi seni jepang ada benda bersejarah, lukisan, patung, dan ada taman gaya jepang, rumah teh, dll. Di Shizuoka juga ada Pantaii loh!! Udah ada Gunung Fuji, Museum Of Art, dan ada Pantai! wahhh Keren jadi pengen kesana dan tinggal di Jepang hehe… Pantai Irozaki namanya yg punya batu karang dengan bentuk yang unik dan pastinya kerennnn!! Apalagi menikmati sunset di Pantai Irozaki ini pastinya ga pengen pulang dari tempat itu kali yaa?? Hehe Semoga aku bisa kesana suatu saat nanti.. Amin

    Like

  28. Nama : Agatha Vonilia M.
    Kota domisili : Jember
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Alamat e-mail : agathavonilia@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/717687927799566337
    Link tweet pic :

    Yang paling ingin aku kunjungi daerah Shizuoka. Tidak hanya Gunung Fuji saja ya begitu fenomenal di sana. Ada beberapa tempat yang tidak kalah menarik dan mengagumkannya di daerah Shizuoka.

    1. Fuji Mountain, merupakan gunung tertinggi di Jepang dan merupakan salah satu ikon di Jepang. Ada yang bilang sih kalian belum ke Jepang kalau belum mengunjungi Gunung Fuji. Salju abadi di puncak gunungnya yang tidak akan pernah meleleh nih mengibaratkan bahwa cinta tulus seseorang akan abadi dan tak pernah lekang oleh waktu. Apalagi melihat keindahan Gunung Fuji di Shizuoka merasa terhipnotis akan panorama alam yang mengelilinginya. Rasanya damai dan tenang, serasa segala permasalahan lenyap seketika.

    2. Izu Peninsula, sumber mata air panas dan keindahan natural alamnya dikelilingi oleh air terjun, pantai dan juga gunung yang menambah suasana asri. Aku paling suka memandangi air terjun. Suka aja dengerin suara berliter-liter air jatuh dan menimbulkan suara yang merdu menurutku serta membentuk melodi yang indah.

    3. Shizuoka, perkebunan teh terbesar. Wah … Bisa belajar dan ikutan memetik daun teh nih serta bisa nyobain teh hitam khas sana. Pasti rasanya delicious banget apalagi minum teh dicampur dengan bunga sakura. Harummm bangett pastinya.

    4. Fujinomiya, kuil tradisional yang letaknya berdekatan dengan Gunung Fuji. Kuil yang terawat dan indah merupakan warisan budaya yang tak ternilai. Siapa tahu kalau datang ke sana aku dapat peruntungan besar nih. Ehhh … Hehheee

    5. Danau Hamanako, sumber pemandian air panas yang airnya begitu jernih. Kayaknya enak ya sambil menghilangkan penat berendam sambil minum susu cokelat yang diiingiiinnn.. Surga duniawi. Bayanginnn dehh gimana rasanya. Penginn ke sanaaa.

    Like

  29. Link twitpic :

    Like

  30. Rini Cipta Rahayu
    Karangasem, Bali
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com
    Link share https://twitter.com/RiniCipta/status/718051499645906950
    Link foto https://twitter.com/RiniCipta/status/718043296623296512

    Kalau aku tertarik banget ke Chiang Mai, pokoknya kemanapun Rain pergi aku ikut! *eh* Chiang Mai itu ibaratnya Yogyakarta nya Indonesia. Daya tarik wisata dari kebudayaan yang masih asri. Thailand kuha karang banget dijadiin setting novel, selama ini cuma kenal lewat film aja.
    Menjelajah Chiang Mai adalah pilihan yang tepat, apalagi sama cowok spesial. Sekali-kali ngedate ke kuil-kuil, museum, menonton festival budaya (Songkran, Loy Krathong dll) juga seru loh.
    Festival Songkran kalau nggak salah sih akan diadakan minggu depan. Makin romantis kalau perang air sama Rain! Haha..
    Gak ketinggalan juga buat nyobain kulinernya. Yang di foto itu namanya Tam Khanun, semacam gudeg khas Thailand yang dipengaruhi makanan negara Laos. Makanan ini agak susah ditemui di reatoran khusus turis, jadi untuk mencobanya mesti ngajak Rain keliling ke resto-resto tradisional di Chiang Mai 🙂

    Like

  31. nama lengkap: Daisy
    twitter: @daisy_skys
    e-mail:Stupidliar367@gmail.com
    Domisili : Semarang
    link share : https://twitter.com/Daisy_skys/status/718072098057428992
    Link twitpic : https://twitter.com/Daisy_skys/status/718074962603433985

    “Dari beberapa setting kota/tempat yang muncul di novel ini, mana yang paling kamu sukai atau paling ingin kamu kunjungi? Berikan alasannya juga.”

    Chiang Mai ,Thailand .Kenapa ?
    Karena ada seseorang yang ingin kukunjungi .Sahabat penaku yang suka mencover dance di pinggiran jalan Chiang Mai dengan penuh percaya diri dan mengaploadnya ke Youtube * Sumpah dia punya kepercayaan diri yang tinggi banget * — Lita Rinrapat .

    ” Many reasons will made you fell in love with Chiang Mai, in northern Thailand, and many more make you want to return here ” — Lita

    Awalnya aku juga tidak mengenal Chiang Mai dan tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang Kota yang merupakan tempat yang telah dipersiapkan oleh pemerintah Thailand untuk tujuan wisata . Tapi Lita sedikit mempromosikan kotanya agar aku datang berkunjung * sebenarnya aku mau tapi ngga ada budgetnya * mulai dari makanannya yang menakjubkan , kota teraman yang pernah ada , Biaya hidup yang murah , dan penduduknya yang sangat ramah , kecepatan koneksi WiFi/4G , and it has became a paradise for digital nomads, entrepreneurs and bloggers.

    Jangan lupakan soal wisata . Kita bisa berbelanja di Pasar Malam (Night Market ) yang terletak di tengah kota * mirip Malioborronya Jogja * . Berkunjung ke Pusat pelatihan gajah, Taman bunga anggrek, Tempat pembuatan sutera Thailand (Thai silk ), Tempat pembuatan payung hias, Air terjun (Water falls ), Kuil Budha yang megah banget * aku sempet pamerin Borobudhur dan Lita bilang dia ingin ke sana soalnya dia beragama Budha *, atau naik ke puncak gunung untuk melihat istana Raja Bilabong sekeluarga yang bernama “ Bhubing palace. ”
    Tapi dari semua itu aku pengen banget menghadiri Festival Yi Pe /Festival Lentera yang pernah Lita ceritakan .

    Tapi yang paling penting adalah aku pengen bertatap langsung dengan Lita ,Melihatnya menari dipinggiran jalan Chiang Mai dengan penuh percaya diri .Bukan hanya sekedar melihat dia di akun Youtube dan bercakap lewat Interpals . Lagi pula tidak ada yang lebih istimewa dari berkeliling Chiang Mai dengan orang yang kau Suka dan mengerti kota itu luar dalam .Aku mengahrapkan hari hari itu akan terjadi .

    Like

  32. Nama: Agnes
    Domisili: Tangerang
    Twitter: @its_nessie
    Email: Bookieslicious@gmail.com
    Link Share:
    https://mobile.twitter.com/its_nessie/status/718086352286273536
    Link Tweet Pic:
    https://mobile.twitter.com/its_nessie/status/718088398255185920
    Jawaban:

    Saya pilih Shizuoka.
    Awal saya memilih negara ini sederhana saja saya tertarik dgn kalimat ini “Dewi dan Dewa yang sedang berusaha menumbuhkan kembali cinta mereka di Shizouka”

    Dua nama tokohnya menarik Dewi dan Dewa. Kemudian setelah saya telusuri, Shizuoka ini tempat yg cantik sekali dan letaknya di Jepang yg mana memang Jepang adalah salah satu negara yg ingin saya tinggali jd tdk akan salah lagi saya memilih tempat ini alasan khususnya saya sedari dulu bercita-cita bisa membaca buku ditengah hamparan bunga sakura. Bunga-bunga kecil berwarna pink yg pastinya banyak dam terkenal di negara Jepang. Dan Shizuoka salah satu tempat yg menyediakan pemandangan sejuk nan indah, bisa membaca dibawah pohon sakura sambil sekali-kali mengintip keindahan gunung fuji. Mau lihat gimana tempatnya? Di tweetpic ya nanti.

    Like

  33. Nama: Mutohharoh Kurniati
    Domisili: Purwokerto
    Twitter: @sparkMut1520
    E-mail: penguinbiru23@gmail.com
    Link Share: https://twitter.com/sparkMut1520/status/718068225745903618

    Link Twitpic: https://twitter.com/sparkMut1520/status/718098482146316288

    Yokohama, Ya ke Cosmoclock21. Siapa si ya ga pengen ke Jepang liat jam segede Cosmoclock21, itu paling gede katanya lho (koreksi kalo aku salah ya). Travelling ke sana, lets go… udah gitu kita bisa main main naik bianglalanya itu, jangan lupa ya ambil foto buat momen. Ke Cosmo ntar sama siapa? rame rame bareng temen, syukur2 bawa temen yang fluent bahasa jepang, itu lebih bagus, Apa mau ajak cintahnya juga gapapa (if you are dating siya), yang penting jangan sendirian aja deh di negeri orang, hehe

    Cosmoclock21 tuh keren tau? iyalah Jepang kan kelebihan ide kalo buat apa apa, keren abis arsitekturnya, view dari corner mana juga bagus. Di tengah keramaian, gedung2 pencakar langit, sungai etc.. wah excited banget deh pokoknya.
    Jalan jalan ke Cosmo, enak siang apa malem hayo? Siang kita bisa liat jelas view2 bagus di sana apalagi kalo musim panas, pasti pemandangannya bagus. Malem apalagi, lightingnya bagus banget (kalo diliat di mbah gugel lho). Aku masih ga ngerti apa-apa tentang Cosmoclock21, makanya pengen banget ke sana, tell me about that and go to there with me..apalagi itu di Jepang yang orang2nya ga suka nyampah and in Japan time is everything. I am just interest and I want to go there, so anyone, let me go there… Cosmoclock21.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s